PechaKuchaNight Makassar #6 akhirnya merangkum sepuluh presenter dari seniman-seniman kota Makassar seperti aktor, pendongeng, sineas, pelukis, fotografer, musisi, hand lettering artist dan pop-up card artist untuk mengisahkan pengalaman, gagasan, karya dan mereka.

PechaKuchaNight Makassar #6 yang mengangkat tema Arti(sts)culate The City ini akan diselenggarakan  pada 29 November 2014, dimulai pada pukul 19.00 WITA di Main Gate Ground Floor, Trans Studio Mall Makassar. PechaKuchaNight #6 juga akan disemarakkan oleh penampilan akustik dari band Tabasco dan Titik Bias. Selain penampilan para presenter dan pertunjukan musik, juga ada open registration volunteer PechaKucha Makassar yang bisa berasal dari kalangan mana saja.

Berikut profil singkat para presenter PechaKuchaNight Makassar #6:  Arti(sts)culate The City.

 

1. Trie Ayu Sudarti (Pop-Up Card Artist)

trie ayu sudarti header

Trie Ayu Sudarti, yang akrab dipanggil Ayu, memiliki ketertarikan dengan pop-up card dan kerajinan tangan ini mulai mengembangkan popupcardmks sejak 2013 menjadi jasa pembuat hadiah dan kartu ucapan yang bisa dipesan sesuai dengan permintaan pelanggan dengan ciri khas style pop-up atau biasa dikenal dengan 3D.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini akan bercerita tentang pop-up card & budaya mengirim kartu yang sudah jarang dilakukan.  Ayu ingin mengingatkan kembali mengenai budaya mengirim kartu ucapan yang sudah jarang dilakukan sekarang ini di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6. Simak karyanya bersama popupcardmks di sini.

Selain menceritakan mengenai popupcardmks, saya juga akan mengingatkan kembali mengenai budaya mengirim kartu ucapan yang sudah jarang dilakukan sekarang ini di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6.

 

2. Ina Siti Muthmainnah (Visual Artist)

Ina akan bercerita di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6 tentang dunia seni rupa yang dia dalami dan sebentar lagi akan menggelar pameran lukisannya. Ina yang baru saja menggelar Mini Exhibition pada 10 — 20 November lalu, serius mengeluti bidang seni rupa sejak sekolah menengah atas.  Berawal dari hobinya yang selalu berkaitan dengan seni, Ina mulai rajin menggambar, melukis, menulis sajak, fotografi, bahkan bermain musik.

Walau tidak menempuh jalur pendidikan formal di bidang seni, tidak menciutkan nyali lulusan Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin ini untuk mencoba sesuatu yang baru dalam karyanya. Terbukti pada  19 April sampai 19 Mei tahun ini, Ina berkesempatan memamerkan karyanya pada pameran bersama “Mother. Daughter. Sister” di Rumata’ Artspace.

 Menjadi salah satu presenter di acara PechaKuchaNight Volume 6 ini adalah untuk membagi informasi kepada teman-teman lainnya mengenai dunia seni rupa yang saya dalami. Selain itu juga sebagai ajang promosi untuk rencana kegiatan selanjutnya.

 

3. Ayu Kartika (Filmmaker)

Ayu Kartika

Ayu Kartika akan bercerita di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6 tentang film yang menjadi lompatan besar dalam pengalamannya di dunia film. Ayu memiliki banyak prestasi yang membanggakan sejak masa sekolah sampai kuliah. Kegemarannya adalah membaca, menonton film, menulis karya sastra berupa sajak, cerpen dan novel atau skenario. Di luar  itu Ayu pun mengasah keterampilannya di bidang MC, menyanyi sampai membuat film saat masuk di Liga Film Mahasiswa Unhas pada tahun 2011.

Lulusan Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin ini pun mengikuti pelatihan pembuatan film bersama Meditatif Films pada awal tahun ini dan berhasil membuat film pendek yang berjudul “Empat Alpabet di Depan Namaku”. Simak ulasan film Ayu di sini.

Selain tentang filmnya, Ayu sekaligus ingin mempromosikan Makassar In Cinema 2 yang akan dilaksanakan tahun depan. Kegiatan MIC #2 akan kembali membawa semangat mengangkat lokalitas nilai dan budaya Bugis-Makassar dalam medium audio-visual. Makassar In Cinema bagi Ayu merupakan salah satu kegiatan penting yang seharusnya bisa menghimpun dan membangkitkan semangat anak muda untuk berkarya membangun daerah melalui film. Oleh karena itu, dibutuhkan penyebaran informasi yang luas salah satunya dengan mengikuti PechaKuchaNight Makassar Vol. 6.

 Saya berkeinginan untuk memperkenalkan Film “Empat Alpabet di Depan Namaku” sebagai bagian dari lompatan besar pengalaman saya dalam membuat film sekaligus untuk mempromosikan Makassar In Cinema 2 yang akan dilaksanakan tahun depan. Oleh karena itu, dibutuhkan penyebaran informasi yang luas salah satunya dengan mengikuti PechaKuchaNight Vol. 6.

 

4. Artha Kantata Adyaksa (Musician)

72161f4aa63c11e3b4f212fe7764450a_8

 

Artha yang mulai serius menggeluti dunia musik sejak masa sekolah menengah pertama di SMP 6 Makassar sebagai vokalis. Sejak SMA, dia mulai rutin berlatih gitar dan membentuk band bersama teman-teman sekolahnya.

Saat memasuki masa kuliah, Artha pun membentuk Tabasco, band yang beraliran indie-pop pada tahun 2008. Bersama Tabasco, Artha sekarang mulai rutin tampil di berbagai panggung di kota Makassar dan berencana mengeluarkan album perdana pada tahun 2015. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini akan bercerita tentang dunia musik dan pengalamannya menjadi seorang vokalis di sebuah band indie, ketika ditanya tentang antusiasmenya untuk bercerita di gelaran PechaKucha Night, ia mengaku tertarik untuk berbagi cerita di karena jarang sekali dia bisa melihat orang-orang mau mendengar penjelasan tentang macam-macam hal yang bisa dibilang langka.

 PechaKuchaNight ini lebih ke berbagi sepertinya karena jarang saya lihat orang-orang mau mendengar penjelasan tentang macam-macam hal yang bisa dibilang “langka”.

 

5. Muh. Ifan Adhitya (Stage Photographer)

283751_3106540199373_2075913096_n

Muh. Ifan Adhitya, akan berbagi kisah di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6 tentang pengalaman dan suka duka sebagai fotografer panggung. Kelahiran Makassar bulan Desember 1992, Ifan sejak lama suka dengan fotografi, Akhirnya lulus SMA baru bisa punya kamera sendiri dan mendaftar di IKM (Institut Kesenian Makassar) angkatan 2010, keputusan yang bijak karena dia mengaku mendapat banyak ilmu fotografi di kampus yang kini berlokasi di Jalan Bau Mangga, Makassar tersebut.

Ifan secara spesifik mulai menggeluti foto panggung pada tahun 2011 sampai sekarang. Banyak pengalaman yang didapatnya saat memotret aksi panggung, Mulai dari gigs kecil yang menampilkan band-band yang ia tidak kenali sebelumnya hingga panggung besar dengan band internasional. “suatu kepuasan tersendiri jika bisa dapat best moment band tersebut saat berada di atas panggung” akunya ketika ditanya kenapa memutuskan fokus di genre fotografi panggung. “Paling jauh berburu foto aksi panggung sampai Surabaya (Jawa Timur), dan berharap bisa motret di festival-festival bertaraf Internasional (seperti Hammersonic, Soundwaves, Rock Am Ring. RED)” katanya menjelaskan rencana hunting berikutnya.

Ifan juga salah satu co-founder StageID Makassar (Indonesian Stage Photographer Community regional Makassar) yang aktif sebagai forum berbagi dan memperkenalkan karya foto aksi panggung lewat media sosial dan juga situs di www.stageid.com

Untuk portfolio Ifan, bisa lihat lebih banyak lagi di blognya, www.ifanadhitya.wordpress.com

 

6. Andreuw Parinussa (Filmmaker)

Andreuw Parinussa

Pria yang akrab disapa Andre ini menggilai film sejak kecil, mendorongnya untuk mempelajari dunia sinematografi lebih dalam di Institut Kesenian Makassar sejak tahun 2008 lalu. Hingga saat ini, belasan film telah ia produksi, berperan sebagai sutradara, penulis naskah, editor, hingga menjadi aktor pun ia lakoni. Saat ini Andre sedang sibuk merintis rumah produksi Bhamboe Film bersama dua rekannya.

Pada PechaKucha kali ini, Andreuw akan menjelaskan pandangannya tentang perkembangan film dan industri kreatif di kota Makassar.

 

7. Abdi Karya (Theatre Artist)

abdi karya

Abdi Karya merupakan seniman teater yang sudah malang melintang di teater nasional maupun mancanegara lewat pelbagai jenis pertunjukan seni dan budaya Sulsel.

Abdi Karya yang akrab disapa Dedy ini meniti karier panggung dari UKM Seni Universitas Negeri Makassar (UNM) saat masih berstatus mahasiswa. Saat itu ia hanya ingin belajar bermain musik. Tapi, setelah beberapa kali menyaksikan teater, kemauannya untuk bermain teater pun tidak bisa dibendung lagi. Lambat laun pria yang lahir dan besar di Sengkang ini pun menyadari bahwa profesi seorang seniman tidaklah lebih rendah dari profesi lain yang ada saat ini.

Pria yang memiliki posisi Director of Operations di Rumata’ Art Space ini beranggapan bahwa kesenian tidaklah melulu tentang tradisi namun juga mencakup berbagai hal yang terkait erat dengan kehidupan manusia. Abdi Karya akan bercerita di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6 tentang dunia seni teater sebagai penggiat teater.

 

8. Puguh Herumawan (Storyteller)

10313451_10204009922275560_1141883145942176416_n

Lahir di Boyolali, 1 Oktober 1971 lalu, pria yang hobi membaca dan menulis ini merupakan seniman yang aktif bergerak di kegiatan mendongeng atau bercerita untuk anak-anak. Kak Heru, sapaan akrabnya juga memiliki website khusus tentang dongeng http://www.rumahdongeng.org dan blog pribadinya, http://herumawan.wordpress.com. Selain itu, bisa juga menyaksikan penampilannya pada kanal Youtube di www.youtube.com/herumawan

Di PechaKuchaNight Makassar Vol.6 nanti, Kak Heru bakal berbagi cerita tentang apa itu dongeng, kekuatan dongeng, dan mengapa banyak orang tua yang belum bisa (atau belum mau) mendongeng untuk anaknya. Ia juga akan berbagi tentang tema-tema dan durasi dongeng yang sesuai untuk anak, teknik olah suara dan olah tubuh yang baik, alat-alat yang bisa digunakan dalam bercerita, serta tips mendongeng kekinian.

9. Cautsar Kahvy (Hand Lettering Artist)

cau

Pria kelahiran Makassar 24 tahun silam yang senang dipanggil Cau’ ini mulai tertarik bergelut di bidang seni saat masih menjadi mahasiswa, khususnya di bidang desain grafis. Setahun belakangan, Cau’ tertarik dengan seni hand lettering dan mulai serius menekuninya selepas menamatkan masa studinya di STMIK Dipanegara Makassar. Pada bulan November tahun ini, Cau’ terpilih sebagai artist spotlight oleh blogger desain grafis asal New York, Think Dope.

Di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6, Cau’ akan bercerita  tentang seni hand lettering dan kisahnya saat memulainya hingga sukses dilirik oleh beberapa klien yang ingin menggunakan karya hand lettering-nya. Selain itu, Cau’ juga ingin mengajak teman-teman yang suka dan ingin belajar hand lettering bisa bergabung dalam sebuah komunitas hand lettering Makassar, yang baru saja ia bentuk bersama 3 orang rekannya.

Alasan saya untuk ikut berpartisipasi di PechaKuchaNight Makassar ini agar teman-teman, khususnya di Makassar, bisa lebih mengenal apa sebenarnya hand lettering itu. Sekaligus mengajak teman-teman yang suka dan ingin belajar hand lettering untuk bergabung di komunitas kami, Typo Makassar.

 

10. Gunawan Adi (Comic Artist)

1560562_993486667333560_8846995651061565613_n

Gunawan Adi merupakan seniman muda yang terampil di bidang seni rupa, khususnya mural dan komik. Gun, sapaan akrabnya baru saja mewakili Sulawesi Selatan pada Kompetisi Seni Mahasiswa Tingkat Nasional bulan lalu.

Lahir dua puluh tahun yang lalu, pria yang akrab disapa Gun ini masih menyandang status mahasiswa di Universitas Negeri Makassar ini dan aktif bersama komunitas STOFO (Story From The Ordinary), yang menerbitkan KOMPUS (Komik Kampus) setiap bulannya.

Gun ingin membagikan kisahnya selama bergelut di bidang seni rupa bersama para hadirin di PechaKuchaNight Makassar Vol. 6, dengan harapan bisa memberi inspirasi lebih banyak lagi untuk berbuat hal yang sama dengan yang dilakukannya.

***

Sekilas mengenai PechaKuchaNight, helatan ini menampilkan presenter yang membawakan presentasi dalam format  20 slide foto.  Pertama kali diperkenalkan oleh Astrid Klein dan Mark Dytham dari Klein Dytham Architecture, yang sekaligus menjadi organizer PechaKucha Night pertama yang diadakan di Tokyo, Jepang pada Februari 2003. Hingga kini tercatat lebih dari 600 kota di seluruh dunia telah menggelar event PechaKuchaNight. Acara ini begitu cepat tersebar luas ke seluruh dunia karena banyak kota tidak memiliki ruang publik dimana orang-orang dapat menunjukkan dan berbagi karya mereka dengan cara yang santai dan nyaman.

Harapan diselenggarakan PechaKuchaNight Makassar ini agar suara dan karya para presenter ini dapat memberi warna terang bagi kota dan penduduknya. Karena sulit membayangkan wajah dan rasa kota yang tak melibatkan secara aktif dalam membentuk kotanya dan mungkin kota kita salah satunya. []