Sumber Ilustrasi: Pennzoil

 “All it takes is Faith and Trust” – Peter Pan

Kata bijak dari tokoh kartun andalanku adalah bentuk bagaimana saya sangat mencintai kartun dengan yakin dan jujur. Tetapi sedikit sempat terprovokatif dengan tulisan Idham Pahlawan tentang KPI (Jangan) Rusak Kedamaian Bikini Bottom dan tetiba muncul pertanyaan, apakah hanya kartun Spongebob yang lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya (menurut KPI) untuk bangsa kita?.

Saya tidak kontra dengan pendapat bang Idham tetapi saya juga tidak pro dengan KPI( lah mauku apa dong?) Tetapi saya juga bisa memberi pendapat saya dengan coba menilik sedikit sejarah, khususnya sejarah film kartun di negara kita.

Maraknya kasus pelecehan, penipu sampai dengan kasus korupsi di negara kita, apakah ada hubungan dengan tontonan kartun masa kecil pelaku kasus-kasus itu atau tidak sama sekali?.

Tulisan saya kali ini berisi tentang pendapat saya terhadap beberapa film kartun terkenal  yang sempat diputar di televisi kita yang seharusnya (menurut saya) tidak layak untuk diberi ijin putar sama sekali karena bisa mempengaruhi psikis sang anak di saat usianya dewasa (yang akan diaminkan KPI).

 

1. Captain Tsubasa

Ya, seharusnya sekarang KPI melarang pemutaran film kartun ini. menurut saya wasting time mengajarkan cita-cita seorang anak untuk bermimpi menjadi pemain bola sementara masalah internal PSSI hingga saat ini saja tidak jelas. Apalagi mau membantu anak-anak menjadi pemain tim nasional kita. Oh jangan hancurkan daya imajinasi anak-anak sekarang juga!

 

2. Dragon Ball

Ya iyalah. Alasan penghentiannya cukup jelas. Mbak Bulma dengan hanya BH membantu Son Goku menumpas kejahatan. Belum lagi Oom Klirin, kecil-kecil sudah tattoaan, dikepala lagi. Mungkin kalau dipinggul besarnya jadi Luna Maya. Apalagi guru Karin yang katanya pemuka agama tapi kok matanya jelalatan? #ShamedByYou guru Karin.

 

3. Doraemon

Ingat bagaimana Giant yang bertubuh gendut dan perawakan raksasa, hobinya menindas Nobita yang perawakan jelek, kurus dan lemah? Apakah anda akhir-akhir ini pernah dengar kisah seperti ini?

Oh iya, Nobita umur segitu sudah jatuh cinta saja sama Sizuka. O to the My to the God. Cie cie cie…

 

4. Pokemon

Astaga, jalan cerita kartun ini adalah bagaimana setiap anak membawa binatang andalannya untuk bertarung dengan binatang kepunyaan anak lain. Jelas sekali mengajarkan bagaimana mengadu domba binatang. Yang akhirnya akan dipraktikkan menjadi sabung ayam di Indonesia. Sekian.

 

5. Detective Conan

Di negara Jepang itu bukan lagi penjahat kelas teri tetapi penjahat sekelas Yakuza. Macam-macam dengan Yakuza akan berujung dengan kematian, syukur-syukur cacat permanen. Si Conan anteng-anteng aja tuh, aneh bukan?. Masalah terbesarnya adalah, mana orang tua Conan? Kok membiarkan anak kecil keluyuran?

 

6. Ranma 1/2

Kalau kartun yang ini sedikit banyaknya menggambarkan pro terhadap transgender yang menurut saya anak kecil tidak boleh dipertontonkan hal-hal seperti ini. Contohnya saat si Ranma yang awalnya cowok terus berubah menjadi cewek gegara kena air dingin? BHnya tiba-tiba muncul. Berarti Ranma cowok sudah siap dengan kemungkinan menjadi cewek dengan memakai BH (padahal sosoknya cowok). Lagi-lagi aneh.

 

7. Cinderella

Saya belum menemukan alasan mengapa sepatu Cinderella bisa lepas ketika menuruni tangga? Apakah longgar? Padahal kan pada saat fitting sepatu kaca di akhir cerita terbukti kalau sepatu kacanya muat dengan kaki Cinderella, (tidak sempit apalagi longgar, catat!). Lagi, merk sepatu kacanya apa yah? Manolo Blahnik kah? Giuseppe Zanotti kah? Entahlah, mungkin Swallow.

 

8. The Sleeping Beauty

Jujur saja, beberapa anak (mungkin saya juga) menantikan adegan beberapa menit sebelum film ini habis dimana sang Putri yang dicium Pangeran Tampan (ini alasan pertama KPI harus melarang). On the lips, bro. On the lips. Alasan kedua adalah tindakan penculikan Princess Aurora oleh peri jahat bernama Maleficent. Ini berarti anak-anak kita diajarkan penculikan!. Padahal dalang penculikan aktivis 98 kita belum terungkap. Atau pelakui penculikan 98 terinspirasi dari kisah ini?. Mungkin dan mungkin lagi.

 

9. The Roadrunner Show

Ini film (dulunya) adalah salah satu film kartun kesukaan saya. Kartun ini bercerita tentang persaingan Coyote (sejenis srigala) dan Roadrunner (sejenis burung yang lehernya berwarna biru). Kedua tokoh ini benar adanya. Masalahpun muncul dan tidak pernah selesai karena Coyote tidak pernah berhasil menangkap Roadrunner akibat kecepatan si burung yang jauh lebih mumpuni, hingga ada yang aneh ketika saya coba mencari kecepatan nyata keduanya dan saya menemukan bahwa Coyote adalah termasuk 10 binatang tercepat di dunia (posisi 9) dengan top speed 68,7 km/jam sedangkan Roadrunner dengan top speed 67 km/jam. Lagian Roadrunner adalah burung, kenapa juga tidak terbang sekalian?. Pembodohan!

 

10. Popeye

Selain kasus cinta segitiga Brutus – Olive – Popeye, gagal move onnya si Brutus tetapi jujur saja, yang membuat saya sangat tertekan hingga hampir depresi ternyata spinach (semacam sayuran yang dikonsumsi Popeye agar menjadi kuat) itu adalah (menurut bule) sesuatu yang berhubungan dengan ganja. Tidak percaya? Coba masuk ke om Google, kode pencarian kata “spinach adalah” lalu tekan enter. Maka muncul sesuatu tentang “Horenso”. Bahkan dalam artikel ini (klik “perbedaan dengan bayam”) malah menyalahkan bangsa kita yang membuat rancu pemakaian kata ini. Lagi-lagi pembodohan!. Jadi apa yang di konsumsi Popeye?

Atau dengan kartun ini kita diajarkan sesuatu yang berhubungan doping?. Lagi-lagi entahlah.

 

11. Tom and Jerry

Perilaku kejam Tom yang menyiksa Jerry,

Perilaku Jerry yang suka mengejek Tom,

Perilaku pemilik rumah yang sampai sekarang tidak menelepon perusahaan pembasmi tikus,

Saya rasa sudah cukup sebagai alasan kuat menghentikan tayangan ini. Terutama alasan no 3 sangat cocok dengan birokrasi di pemerintahan kita. Kalau bisa susah, kenapa dibuat gampang?.

 

12. Frozen

Terakhir, tetapi bukan yang terakhir beudh, sangat disayangkan kelakuan orang tua yang (sekali lagi menurut saya) memasung Princess Elsa di istana mereka. Mengapa tidak diberikan iPhone biar tidak bete? Atau putarkan sinetron Cinta Fitri dan Catatan Harian Seorang Istri? Lumayan bisa selesai sampai season 7, bukan? Atau alasan yang lebih bijak adalah mengapa kedua orangtuanya tidak mengirim sang putri ke benua hitam. Buat istana es yang besar, lama kelamaan akan cair, penduduk benua hitam pun senang karena banyak air. Yippie…

 

Sekian dulu pandangan saya bagaimana film kartun bisa mempengaruhi watak pelaku kejahatan di negara kita. Semoga tulisan ini tidak mempengaruhi watak kalian. []