Inilah film-film yang digarap oleh sutradara handal namun sepertinya bakal gagal ditayangkan di bioskop Indonesia tahun ini menurut Kemal Putra.

Jika umumnya di akhir tahun atau di awal tahun, banyak artikel yang ditemukan di berbagai media dengan tajuk Film-film yang Paling Diantisipasi Akan Tayang Di Bioskop Tahun Ini, maka kali ini saya memutuskan untuk membuat sesuatu yang lebih berbeda. Mudah namun tak ada yang peduli untuk membuatnya, tapi saya peduli. Peduli terhadap keberagaman film-film yang harusnya bisa hadir di bioskop tanah air. Film-film yang Paling Diantisipasi Namun Akan Gagal Kamu Saksikan di Bioskop Tahun Ini, sebenarnya adalah film-film yang paling saya antisipasi secara personal.

Judul-judul yang saya pilih ini hanyalah segelintir dari ribuan film yang akan dirilis tahun ini. Film-film ini tentu akan menghadirkan kualitas yang bertolak belakang dengan film-film superhero Hollywood yang selalu menjadi komoditas utama tontonan di bioskop, beberapa di antaranya bahkan digarap secara indie. Jenis film-film yang akan bersaing, jika tidak berjaya, di berbagai festival film dunia, namun dipercaya tidak memiliki daya jual seperti film superhero untuk diputar di bioskop. Film-film yang saya pilih karena digarap oleh para sutradara handal yang kepada merekalah saya menjadi percaya akan kekuatan film.

 

1. Hail, Caesar! (Sutradara : Joel dan Ethan Coen)

Joel dan Ethan Coen adalah sutradara kenamaan Amerika yang telah mengoleksi empat piala Oscar dan telah menghasilkan banyak sekali film dengan berbagai genre, mulai dari comedy, thriller, musical, western, hingga neo-noir. Melalui filmnya, mereka berdua juga banyak menyentuh berbagai isu kemanusiaan mulai dari ketamakan, kebebasan, kebimbangan, kesendirian, hingga hasrat balas dendam. Karakter-karakter yang ia ciptakan memang nampak cartoonish, namun problem-problem yang mereka hadapi yang kerap kali melibatkan persoalan moral itulah yang selalu menjadi celah bagi penonton untuk terhubung.

Hail, Caesar! yang berlatar industri perfilman Hollywood tahun 1950’an berkisah tentang seorang cleaner yang menyelidiki kasusnya hilangnya seorang pemain film secara misterius. Film ini sendiri dibintangi jajaran aktor yang sangat familiar seperti George Clooney, Scarlett Johansson, dan Channing Tatum. Tapi, terakhir kali film Ethan dan Joel Coen tayang di Indonesia yaitu di tahun 2008, berjudul No Country For Old Men, itu pun setelah film tersebut sukses di ajang Oscar. So, apakah kali ini Hail, Caesar! akan tayang di Indonesia? Well, hanya jika ia sukses di Oscar.

 

2. Seller ( Sutradara : Asghar Farhadi )

asghar farhadi_lg_Revius

Ashgar Farhadi ( Sumber Gambar: LA Times )

Asghar Farhadi adalah sutradara ternama asal Iran yang film-filmnya kerap berputar tentang isu sosial dan politik di negaranya yang kadang membingungkan dan menjebak masyarakatnya.

Farhadi dikenal juga karena kecakapannya mempermainkan emosi penonton hanya dengan menyaksikan masalah yang dihadapi tokoh-tokoh dalam filmnya. Nama Farhadi barulah benar-benar tenar setelah filmnya yang berjudul A Separation (2011) berhasil berjaya di berbagai festival film termasuk di Berlin Film Festival dan Oscar. Kemenangan A Separation di Oscar bahkan berhasil menarik perhatian kalangan penonton mainstream dengan berhasil ditayangkan di bioskop tanah air.

Film terbaru Farhadi, Seller, yang diperkirakan rilis tahun ini mengambil lokasi syuting di Spanyol dan sepertinya akan berkisah mengenai benturan budaya mengingat jajaran pemainnya bercampur antara aktor Iran dan aktor Spanyol, salah satunya adalah aktris Penelope Cruz. Apakah Seller akan tayang di bioskop Indonesia? Sure, jika ia berhasil menang di Oscar 2017. Lagipula Penelope Cruz belum pernah terlibat film superhero.

 

3. Eternity ( Sutradara : Tran Anh Hung )

tran anh hung

Tran Anh Hung di sebuah set pengambilan gambar (Sumber Gambar: cineuropa.org )

Pertama kali film asal Asia Tenggara lolos nominasi Oscar untuk kategori best foreign language adalah lewat film The Scent of Green Papaya (1993) karya Tran Ahn Hung, sutradara Prancis asal Vietnam. Walau hingga kini Ahn Hung tak pernah lagi menghasilkan karya yang menyamai kesukseskan The Scent Of Green Papaya, film-film yang ia hasilkan, termasuk film Norwegian Wood (dari novel karya Haruki Murakami), masih kerap berputar pada sirkulasi festival film dunia.

Dan di tahun ini, untuk pertama kalinya Anh Hung akan merilis film berbahasa Prancis pertamanya. Yang membuat film ini menjadi sangat menarik sebenarnya terletak pada jajaran cast-nya yang iconic, mempertemukan tiga aktris Prancis yang pamornya dianggap fenomenal, Audrey Tautou yang terkenal lewat Amelie (2001), Melanie Laurent dengan peran memorable-nya sebagai Shosana di Inglourious Basterds (2009), dan terakhir, Berenice Bejo yang terkenal lewat perannya sebagai aktris film bisu di The Artist (2011). Apakah bioskop Indonesia akan menayangkan film karya sutradara satu rumpunnya ini? It’s even under the radar.

 

4. Livingston ( Sutradara : Kelly Reichardt )

Kelly Reichardt ( Sumber gambar: vagabomb.com )

Kelly Reichardt ( Sumber gambar: vagabomb.com )

Kelly Reichardt merupakan salah satu sutradara indie kenamaan asal Amerika yang saking indie-nya hingga dijuluki The Queen of Indie. Gaya bernarasinya yang lembut, minimalis, dan natural kerap menangkap hubungan antar manusia dengan lingkungannya dalam kondisi yang terisolasi. Karya terakhirnya, Night Moves (2014), bisa dianggap karyanya yang hampir paling dekat dengan penonton mainstream karena dibintangi dua aktor muda populer, Jesse Eisenberg dan Dakota Fanning.

Tahun ini karya terbaru Reichardt berjudul Livingston akan menuturkan rangkaian kisah kehidupan orang-orang yang hidup di kota kecil Montana yang saling terpaut satu dengan yang lainnya. Salah satu karakter dalam film ini akan diperankan aktris Kristen Stewart, berperan sebagai seorang pengacara yang memutuskan menjadi seorang pengajar walaupun ia sendiri tak yakin memiliki kemampuan mengajar tersebut. Akting Stewart tentu tak asing disaksikan di bioskop tanah air, dari The Twilight Saga hingga yang paling baru, American Ultra (2015). Sayangnya, terakhir kali Stewart terlibat di project film indie, X-Camp Ray (2014), film tersebut terlewatkan dari radar bioskop tanah air, saya yakin nasib Livingston akan berakhir sama.

 

5. Everybody Wants Some (Sutradara : Richard Linklater)

Walau tidak mendapat julukan King of Indie, Richard Linklater merupakan salah satu sutradara Amerika namanya berhasil tenar berkat karya indie-nya yang kerap memotret spirit of life. Linklater adalah jenis sutradara yang tumbuh bersama penonton dan para pemainnya kemudian mengabadikannya dalam gambar. Dua karyanya yang paling monumental, The Before Trilogy & Boyhood berhasil mendobrak industri film mainstream karena membangkitkan rasa penasaran akan rentang waktu pengerjaannya yang sangat ambisius dan sabar.

Tahun ini Linklater kembali dengan karya terbaru berjudul Everybody Wants Some. Butuh waktu dua dekade bagi Linklater hingga akhirnya membuat sekuel dari karya cult-nya di tahun 1993, Dazed and Confused. Jika di Dazed and Confused, Linklater memotret semangat remaja di hari ketika mereka lulus sekolah (SMA), maka di Everybody Wants Some ia melanjutkan memotret semangat para remaja ini pasca lulus kuliah. Sayangnya, sekuel ini tidak lagi menggunakan pemain asli dari Dazed and Confused. Apakah Everybody Wants Some akan dirilis di bioskop Indonesia? Baik The Before Trilogy dan Boyhood tak pernah dirilis di sini, jadi jelas tak ada harapan Everybody Wants Some mengubah track tersebut.


 Baca tulisan lainnya dari Kemal Putra

Film Komedi Paling Adil Tahun Ini

5 Film Terbaik 2015 yang Gagal Kamu Saksikan di Bioskop

Akhir dari Perang yang Sia-Sia

Renungan Terbaik untuk Sebuah Pilihan Hidup

Kisah Berharga yang Patut Diceritakan

Kesedihan di Tengah Tawa