Oleh : Monica Secsio (@monippe) 

Dengan tujuan apa teman-teman melangkahkan kaki menuju sebuah café? Janjian dengan teman/rekan kerja? Mejeng? Atau untuk check in di jejaring sosial?

Akhir-akhir ini kafé makin digandrungi kawula muda. Di Makassar pun kafé –kafé gaul tampaknya mulai menjamur. Masih bertema pengalaman saya selama mengenyam pendidikan di Jepang, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana kawula muda di Jepang memanfaatkan kafé, dan kafé apa saja yang ada di Jepang.

1. Kafé Biasa

kafe3

Kafé biasa seperti Doutor, Starbucks, dan lain-lain yang menyediakan minuman dan makanan ringan bisa dijumpai di mana saja di Jepang. Terutama di kota-kota besar, kafé bisa dijumpai hampir di setiap sudut. Walaupun begitu, kafé tidak pernah sepi pengunjung. Kafé yang bisa ditemukan di setiap sudut ini dilengkapi fasilitas bagi orang yang mau berlama-lama di dalamnya. Di sudutnya terdapat meja counter yang dilengkapi dengan colokan. Meja counter ini menempel di tembok atau kaca sehingga tidak makan tempat, tapi bisa memuat banyak pengunjung. Dengan fasilitas seperti ini, kafé selalu dipenuhi oleh siswa, mahasiswa, bahkan salaryman yang menuntut situasi yang kondusif untuk belajar atau bekerja. Situasi yang kondusif dan nikmatnya kopi Starbucks itu sendiri membuat orang-orang ketagihan pergi ke kafé.

Di Jepang sedang marak ‘penyakit’ yang disebut dengan sutaba chuudoku atau kecanduan Starbucks. Penyakit ini menyerang orang-orang (kebanyakan anak sma/ mahasiswa, wanita) yang hampir setiap hari bahkan lebih dari satu kali sehari pergi ke Starbucks dengan berbagai alasan, baik belajar, atau sekedar ingin menikmati kopinya.

Terjemahan: Waktu saya masih kecanduan Starbucks dulu, dalam 365 hari dalam setahun,  saya akan ke Starbucks paling sedikit satu kali setiap harinya.

Terjemahan: Waktu saya masih kecanduan Starbucks dulu, dalam 365 hari dalam setahun, saya akan ke Starbucks paling sedikit satu kali setiap harinya.

Ada satu hal yang menarik. Karena Starbucks gampang dijumpai di Jepang, seseorang yang kecanduan Starbucks pasti akan selalu mengunjungi Starbucks dekat tempat tinggal, sekolah, kampus atau tempat kerjanya. Dengan seringnya seseorang mengunjungi satu toko tertentu, maka wajahnya akan diingat oleh pelayan toko tersebut. Jika wajah telah diingat, kadang-kadang pelayan yang ramah akan menulis sepatah-dua-patah-kata atau menggambar kartun/wajah pembeli di wadah plastik Starbucks pembeli. Mungkin jika pembaca suatu saat menetap di Jepang, boleh pesan: Mba’ punya saya tidak usah digambari, cukup nomor telpon saja 😉

kafe2

2. Maid Café

kafe4

Masih kafé yang isinya manusia. Mungkin ada beberapa orang yang sudah pernah mendengar tentang Maid Café ini. Maid café adalah kafé yang pelayannya berseragam maid yang berenda-renda dan kawaii. Tidak hanya sampai di situ, pelayanan di Maid Café sangat spesial. Kita akan disambut ketika memasuki toko dengan sambutan: Selamat datang, tuan/tuan putri. Dengan suara Mayuyu yang jarinya sedang terjepit (buat yang baca tulisan sebelumnya, saya tidak punya dendam sama Mayuyu kok). Menu yang ditawarkan sekilas biasa, dengan sentuhan kawaii, akan tetapi, ketika pesanan kita datang, mungkin kita akan terkejut dengan cara penyajiannya. Contohnya untuk menu omuraisu (omelet rice) maid akan menyajikan omuraisu yang masih polos tanpa ketchup, kemudian menanyakan binatang/karakter apa yang kita sukai, kemudian menggambar binatang/karakter itu di atas omuraisu tersebut live di depan kita. Sebelum kita menyantap hidangan, sang maid akan membacakan, lebih tepatnya menyanyikan mantra agar makanan yang disantap akan lebih nikmat. Isi mantranya adalah pujian terhadap pengunjung, dengan menyebutkan nama pengunjung ditambah karakteristik pengunjung dilihat dari penampilan.

lagi baca mantra “oishikunare~” supaya makanan makin enak

lagi baca mantra “oishikunare~” supaya makanan makin enak

Selain menu makanan, terdapat juga menu yang bukan makanan yaitu “Cheki”. Cheki adalah servis bagi pengunjung yang ingin berfoto bersama maid. Pengunjung akan difoto menggunakan kamera Polaroid dan hasilnya akan langsung diserahkan. Kadang diadakan maid performance dimana sang maid akan bernyanyi dan menari di atas stage kecil di dalam kafé. Saat itu maid yang lain akan berkumpul di sekitar pengunjung dan mengajak menari dan bernyanyi bersama.

 

kafe6

Kebanyakan pengunjung Maid Café ini adalah laki-laki. Meskipun begitu, pengunjung dilarang menyentuh atau berbuat tidak senonoh terhadap maid. Salah satu maid café yang paling terkenal adalah Maidreamin. Maid café ini sering diliput variety show di Jepang. Artis dan Idol pun sering mengunjungi café ini. Maidreamin mempunyai banyak cabang di Jepang dan bahkan sudah melebarkan sayap ke Thailand. Kapan ya bikin cabang di Indonesia?

3. Neko Café

neko

Neko café artinya kafé kucing. Anda boleh tenang. Kafe ini bukan kafé yang menyajikan menu yang terbuat dari daging kucing. Kafé ini adalah tempat dimana kita bisa bermain bersama kucing dalam jangka waktu yang diinginkan. Isinya biasanya berupa ruang dengan sofa-sofa yang menempel di tembok dan space kosong yang dialasi dengan karpet. Fasilitas dari Neko Café ini selain puluhan ekor kucing dari berbagai jenis, disediakan juga manga (komik) atau majalah dan tentu saja minuman. Kita juga bisa memberi makan kepada kucing-kucing di Neko Café, walaupun tidak gratis.

neko2b

Uniknya, di dinding Neko Café yang pernah saya kunjungi, ditempeli profil dari setiap ekor kucing yang ranking kepopulerannya dipilih oleh pengunjung setiap tahunnya. Jadi, mungkin setiap tahunnya diadakan Senbatsu Sosenkyo seperti yang dilakukan AKB48. Dan mungkin, suatu saat nanti Tanpopo-chan akan bersaing dengan Mayuyu. Who knows?

4. Usagi Café

usagi2

Usagi Café artinya kafé kelinci. Usagi Café bukan kafé yang menu utamanya sate kelinci. Seperti Neko Café, Usagi Café adalah tempat di mana kita bisa bermain bersama kelinci dalam jangka waktu yang diinginkan. Yang berbeda mungkin hanya penataan ruang dalam Usagi Café. Setiap ekor kelinci dibuatkan semacam kandang besar dengan rumah kelinci di dalamnya. Pengunjung yang datang akan diarahkan ke kandang kelinci yang sedang tidak dimasuki pengunjung lain. Setiap kandang kelinci bisa dimasuki 2–3 orang.  Kita bisa berpindah dari kandang satu ke kandang lainnya, tentu saja jika kandang tersebut tidak sedang dimasuki pengunjung lain.

usagi
Hal unik yang saya temui ketika mengunjungi Usagi Café yang ada di Osaka adalah, di dinding dekat kasirnya terdapat promosi les privat. Setelah saya telaah, ternyata kita juga bisa les privat di dalam kandang kelinci tersebut. Memang kandang tersebut selain nyaman buat kelinci, juga nyaman buat manusia. Mungkin kalau sudah lapar kita bisa berbagi rumput dengan kelinci.

5. Fukurou Café

fn183-owl-cafe-260

Fukurou Café atau Owl Café berarti kafé burung hantu. Saya pernah melewati salah satu Fukurou Café di Osaka. Dilihat dari luar, Fukurou Café sepertinya merupakan kafé biasa, tempat bersantai sambil menikmati secangkir kopi dan snack ditemani belasan, atau mungkin puluhan burung hantu. Sepertinya pengunjung juga bebas bermain dengan burung hantu yang ada di sana. Bahkan ada juga pengunjung yang menaikkan burung di atas bahu atau kepalanya. Karena pernah didoktrin oleh teman SMA saya bahwa seekor burung hantu pasti akan diikuti oleh sesosok makhluk astral, maka saya tidak berani untuk masuk ke Fukurou Café tersebut.

***

Tulisan saya kali ini masih terhubung dengan tulisan sebelumnya. Yang dikedepankan adalah servis, dan inovasi. Jika China mengedepankan barang yang murah, dan tida’ cepa’ lusa’, maka Jepang terus menawarkan inovasi. Apapun sepertinya bisa menjadi bisnis di Jepang. Hal ini juga tentu didukung dengan daya beli masyarakatnya yang tinggi.

Di setiap café yang saya jelaskan diatas, di dalamnya terdapat Goods Corner. Jadi selalu terdapat suvenir dari masing-masing café alias di dalam bisnis terdapat bisnis. Pelayanan yang ramah juga membuat pengunjung nyaman. Saat keluar dari café pun biasanya kita akan mendapat suvenir.

Suvenir gratisan dari Usagi Cafe~

Suvenir gratisan dari Usagi Cafe~

image: Tofugu.com