Ilustrasi: Ignorance = Fear, Silence = Death (1989) oleh Keith Haring (@KeithHaring)

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau biasa disingkat AIDS, adalah sekumpulan gejala yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus  yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung virus bebrbahaya ini, seperti darahair manicairan vaginacairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darahjarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Akhirnya setelah 30 tahun menghantui dunia, kini AIDS telah membunuh hingga 39 juta orang di seluruh dunia bahkan 37  juta orang telah terinfeksi virus HIV sampai akhir 2013. Banyak yang menyalahkan kaum homoseksual atas cepatnya menyebar penyakit mematikan ini juga banyak yang menyalahkan pemakai obat bius sebagai biangnya. Itulah beberapa fakta di dunia. Selain fakta-fakta itu masih banyak fakta lain yang coba diangkat dalam tulisan ini.

 

#1. Dari Mana Asalnya?

Banyak mitos yang mengemukakan bahwa dalang terciptanya virus ini adalah sebuah kelompok atau organisasi tidak resmi yang ingin membatasi laju kepadatan penduduk dunia. Saat ini ada dua tipe HIV: HIV-1 dan HIV-2. Tipe 1 terlacak berasal dari simpanse dan tipe 2 dari sejenis kera (juga) dari benua Afrika.

Lompatan virus belum diketahui awal mulanya sehingga manusia bisa menjadi “rumah”nya. Di seluruh dunia, virus yang utama adalah HIV-1, dan umumnya bila orang terserang HIV tanpa ditentukan tipe virusnya, maksudnya adalah HIV-1. Keduanya disebarkan melalui hubungan seksual, darah, dan dari ibu-ke bayi melalui ASI, serta keduanya terlihat mengakibatkan AIDS yang secara klinis tidak dapat dibedakan. Hingga saat ini, HIV-1 adalah yang paling berbahaya, selain itu HIV-1 lebih mudah disebarkan dibanding dengan HIV-2.

 

#2. Perjalanan HIV/AIDS

Laporan pertama kasus AIDS adalah di akhir 1950an yang berasal dari negara Kongo. Dalam satu dekade berikutnyua mulai masuk ke negara Amerika dimana yang pertama kali dilaporkan adalah seorang pemuda yang diyakini sebagai gigolo (pelacur laki). Lalu dekade berikut setelah laporan dari Amerika, kasus berikut oleh seorang pelaut berkebangsaam Belanda. Ternyata kasus-kasus yang dilaporkan di daerah Eropa lebih banyak disebabkan akibat penggunaan jarum suntik yang tidak steril lagi.

 

#3. Orang Terkenal Yang Meninggal karena AIDS

Banyak orang terkenal yang meninggal karena penyakit ini, tidak mengenal seberapa terkenalnya mereka atau profesi mereka, pemuka agama, penari balet, penulis hingga penyanyi terkenal. Tetapi tidak semua karena homoseksualitas, seks menyimpang ataupun karena pemakaian jarum suntik narkoba yang tak steril. Ada juga yang meninggal karena virus ini berada dalam darah yang di transfusi setelah menjalani operasi jantung. Sayang sekali.

Keith Haring adalah seniman mural yang meninggal karena penyakit AIDS pada tahun 1990. Rest In Peace, Keith.

Keith Haring adalah seniman mural yang meninggal karena penyakit AIDS pada tahun 1990. Rest In Peace, Keith.

 

#4. HIV/AIDS dan Pahlawan Super

Tahun 1988, DC Comics, penerbit komik terkenal sejagat pernah membuat satu komik yang berjudul “The New Guardians”. Komik ini didedikasikan untuk membantu masyarakat dunia melalui komik tentang bahayanya penyakit ini. Diceritakan tentang seorang Vampir bernama “Hemo-Globin”, dimana jika seseorang digigit oleh vampir ini maka manusia tersebut akan tertular virus HIV. Salah satunya yang terkena gigitan Hemo-Globin adalah Jet, salah satu karakter utama The New Guardians. Karena hubungan seks menyimpang sudah terlalu mainstream, mungkin.

 

Jet, yang terkena virus HIV gara-gara terkena gigitan vampir AIDS, Hemo-Globin.

Jet, yang terkena virus HIV gara-gara terkena gigitan vampir AIDS, Hemo-Globin.

 

#5. HIV/AIDS dan Piala Oscar

Penyakit ini seringkali diangkat dalam layar lebar baik berdasarkan kisah nyata atau hanya fiksi semata. Dari 10 film dengan tema ini, 3 diantaranya menjadi merajai nominasi-nominasi penghargaan film seluruh dunia. Bahkan Buyers Dallas Club yang diperankan Matthew McConaughey berhasil memenangkan 3 piala dan masuk dalam 3 nominasi piala oscar, selain prestasi itu film ini bahkan masuk dalam 77  nominasi diseluruh dunia. Sang aktor rela menghilangkan 30 kilogram ototnya untuk terlihat seperti pemakai narkoba demi totalitasnya dalam memerankan pemeran AIDS.

Matthew McCounaghey yang harus menurunkan berat badannya 30 kilogram untuk memerankan si bandar narkoba.

Matthew McCounaghey yang harus menurunkan berat badannya 30 kilogram untuk memerankan si bandar narkoba.

 

#6. HIV/AIDS dan Perang

Penyakit ini sudah berumur 30 tahun, selama ini uang sumbangan dari seluruh dunia “hanya” bisa membuat obat yang mampu menahan ganasnya virus HIV tetapi belum bisa menyembuhkan penyakit AIDS secara total. Hubungannya dengan perang adalah, eng ing eng. Ambil contoh pada tahun 2012 saja negara superpower hanya menghabiskan dana 21 Milliar Dollar untuk penelitian penyakit ini tetapi rela secara ikhlas menggelontorkan dana sebanyak 75 Trilliun Dollar untuk persenjataan mereka, padahal di tahun yang sama pasien HIV/AIDS di negara itu mencapai hingga 1.1 juta jiwa, dengan angka kemarian mencapai 600.000 jiwa. Why we have enough money for military but not for cure a desease?

 

#7. HIV/AIDS dan 1 Desember

Agustus 1987, Thomas Netter dan James Bunn yang bekerja di bagian informasi Program Global untuk AIDS Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) di Jenewa, Swiss, mencetuskan ide untuk menetapkan satu hari untuk meningkatkan kesadaran atas pandemik AIDS. Mereka mengajukan ide ini kepada Jonathan Mann, Direktur Program Global yang kini dikenal sebagai UNAIDS. Mann menyetujui ide itu dan kemudian memutuskan 1 Desember 1988 sebagai awal peringatan tahunan atas AIDS.

Ada beberapa pertimbangan memilih tanggal tersebut, sebagian besar berkaitan dengan budaya negara-negara Barat.

Pertama, Dunn yang seorang jurnalis berpendapat kalau pemilihan tanggal 1 Desember dapat memaksimalkan peliputan oleh media massa. Hal itu berkaitan dengan pemilu Amerika Serikat (AS) yang biasanya digelar pada November. Ketika media sudah jenuh dengan berita pemilu, mereka butuh berita yang segar.

Alasan kedua, awal Desember mendekati liburan Natal dan tahun baru.

Alasan terakhir, tanggal pertama di bulan terakhir adalah waktu yang mudah diingat.

Pertanyaan yang timbul tiap tahun memperingati hari AIDS, mengapa angka penderitanya makin meningkat tiap tahunnya? Itu berarti kampanyenya kurang atau bahkan mungkin tidak ada manfaatnya.

Bagaimana jika sebaiknya jangan hanya tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia tetapi juga bagaimana peran media-media internasional maupun lokal menyerukan tiap hari mengenai bahanya HIV/AIDS, bukan dengan menyiarkan pernikahan Raffi-Gigi atau kekonyolan perebutan ketua DPR RI.[]