Oleh: Imam Rahmanto (@Imam_Rahmanto)*

Kamu punya minuman favorit? Minuman yang mungkin menjadi teman di kala mengingat masa-masa sulit, mencari ide, bersantai, atau sekadar ingin melalui waktu tanpa melakukan apa-apa.

Setiap orang punya minuman (pendamping hidup) masing-masing. Ada kalanya minuman itu dikonsumsi untuk meningkatkan daya konsentrasi maupun sekadar pengisi waktu luang. Selayaknya suplemen, minuman juga bisa jadi obat mujarab bagi orang-orang yang sudah merasainya sebagai candu.

Nah, pernah mendengar cappuccino? Minuman sepertiga espresso ini banyak ditemukan di kedai-kedai kopi atau coffeeshop di kota kamu. Mm…atau paling sederhana, bisa juga dengan mencoba menyeduh kualitas sachet-an instan yang beredar di pasaran. Tapi percayalah, cappuccino yang diolah langsung dari biji kopi di kafe langganan jauh lebih nikmat.

Sebagian orang mencandui minuman berbusa itu selayaknya para perokok yang tak pernah bisa lepas dari kreteknya. Akan tetapi, kamu masih lebih baik kecanduan minuman itu daripada kecanduan rokok. Percayalah! 

Berikut beberapa momen dimana kamu bisa menikmati cappuccino.

#1 Nongkrong di Coffee Shop

Kamu bakal tahu apa yang mesti dipesan di Coffee Shop. Orang-orang mengenalnya kafe. (Bedakan antara kafe dan warkop!). Dari namanya saja, sudah jelas minuman yang disediakan disana dominan berkafein. Minuman lainnya hanyalah pemanis bagi pengunjung yang tidak menyukai kopi namun hendak menghabiskan waktu nongkrong disana.

Sekali-dua kali bolehlah nongkrong di kafe. Apalagi kalau biaya secangkir cappuccino-nya ditanggung teman sendiri.

Ada banyak hal yang bebas kamu kerjakan di tengah hiruk-pikuk para pengunjung, yang terkadang tak tahu malu. Yeah, karena tak jarang mereka membawa-bawa pasangannya dan menganggap bahwa dunia ini milik mereka berdua. Ini agak mengesalkan, berlebihan, dan asli membuat iri, kan?

Di kafe, kamu bisa mengerjakan apa saja yang memang nyaman kamu kerjakan dengan bertemankan cappuccino. Selain mengerjakan tugas kuliah, kamu boleh menghabiskan waktu seharian di kafe hanya untuk menjelajah dunia maya. Nongkrong di kafe bisa menjadi pemulus mimpi agar kelak bisa nongkrong di kafe pinggir jalan di mancanegara loh.

#2 Memandangi Rintik-rintik Hujan

Kalau kamu bukan tergolong orang yang melankolis, romantis, dan agak puitis ketika hujan, tak apa-apa. Suasananya yang sejuk (mendinginkan) lebih mendorong nafsu untuk nge-cappie. Apalagi, bulan-bulan ini termasuk musim penghujan di Indonesia. Sebentar lagi, hujan akan semakin sering menyiram bumi.

Nah, bukankah menyenangkan menikmati cappuccino sembari duduk-duduk menonton hujan di beranda rumah? Kalau perlu, sesekali tempiasnya boleh mengenai wajah. Semakin keren kalau hangatnya cappuccino dinikmati berhadap-hadapan usai kehujanan dengan sang kekasih.

#3 Menikmati Pagi Hari

Ini merupakan ritual bagi yang suka bangun pagi. Setiap pagi, kamu bisa memulai hari dengan segelas cappuccino. Ibarat pepatah, tiada pagi tanpa cappuccino. Mengawali hari dengan memacu adrenalin.

Kebiasaan ini agak mirip dengan bapak-bapak-yang-telah-sukses -dan-akan-menjalani-kesibukan-super-padat. Kamu bahkan bisa menyelinginya dengan membaca koran.

#4 Menulis

Cappuccino juga bisa menjadi pendamping wajib ketika kamu mengerjakan segala kegiatan yang sarat kaitannya dengan menulis. Untuk aktivitas yang satu ini, kamu harus mewajibkannya, menggantikan kopi pekat. Ayolah. Entah menulis cerita, berita, atau postingan tak penting di blog yang kamu miliki. Atau menulis status facebook, hingga menulis laporan tugas kuliah.

Cappuccino bisa jadi stimulan untuk merangsang sel saraf di kepala agar kamu berimajinasi dengan baik. Iya ya? Pokoknya sama dengan perokok lah. Minum cappuccino bisa menyumbangkan ide ke otak.

Tahu tidak, sebagian besar penulis kerap menstimulasi ide, inspirasi, atau imajinasinya lewat kebiasaan-kebiasaan menikmati minuman hangat, termasuk kopi. Ada banyak pemikir dan sastrawan yang lahir dari kebiasaan-kebiasaan minum kopi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Di Indonesia sendiri, penulis buku Filosofi Kopi yang juga bakal difilmkan, Dewi “Dee” Lestari, mengaku senang menikmati kopi. Ia sering menikmati coffee moment-nya di pagi hari.

“It’s not worth it menghabiskan coffee moment dengan minum kopi kualitas abal-abal setara kopi jagung. Padahal Indonesia adalah negara yang kaya akan jenis kopi terbaik,” –Dewi Lestari, dalam wawancara media

Tak apa-apa lah, kalau kamu masih belum bisa meniru Mbak Dee. Masih beli yang sachetan. Kapan-kapan kalau punya penghasilan yang memadai, bisa mulai membeli mesin coffee-maker sendiri dan mengolah cappuccino dari kopi berkualitas.

#5 Membaca buku

Ini adalah satu alasan paling keren menghabiskan waktu di coffee shop. Makanya, sudah waktunya kafe-kafe di kota melengkapi ruangannya dengan banyak buku. Novel, biografi, majalah, asal jangan diktat kuliah. Meski ramai oleh pengunjung lain, namun tak ada yang akan menyela kegiatan membaca kamu sembari menenggak cappuccino.

Selain di kafe, kamu juga menikmati reading time di beranda. Akh, mendamaikan banget kan, kalau kamu kelak membangun rumah yang memiliki beranda, menghadap ke laut atau pemandangan terbuka. Setiap pagi pasangan kamu sudah tahu harus membuatkan minuman apa.

Bayangkan juga, momen ketika kamu membaca buku di beranda rumah di sela-sela gerimis pagi hari. Wuihh…keren and so romantic!

#6 Begadang

Kebanyakan mahasiswa suka membolak-balikkan waktu tidurnya, mungkin termasuk kamu. Kamu berdalih, tugas kuliah. Apalagi kalau sudah menyentuh dunia-dunia organisasi atau lembaga kemahasiswaan. Karena sudah menjadi kebiasaan, maka tidur pun terasa mubazir kalau di awal waktu, bukan?.

Minuman hangat bisa menjadi “pelarian” untuk menemani waktu mengobrol dengan teman senasib lainnya, kalau masih ada yang terjaga. Karena kamu mahasiswa, kenapa tidak dengan pilihan cappuccino?.

#7 Mengerjakan Skripsi

Akh, ini derita mahasiswa tingkat akhir. Begadang setiap hari demi menuntaskan skripsi. Kalau kamu termasuk mahasiswa tingkat akhir, maka acungkan jarimu! Jangan khawatir, badai skripsi pasti berlalu. Kata pepatah bijak, tak perlu selesai tepat waktu, namun selesailah di waktu yang tepat! Yeah!!

#8 Galau

Go to the hell!

 

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Penggiat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi UNM