– We have ten reasons to follow people on social media, but only need one reason to unfollow them –

Instagram menuai apresiasi besar dari berbagai kalangan saat diperkenalkan tahun 2010. Terlebih lagi pada pengguna media sosial yang jenuh mengapresiasikan diri mereka dalam 140 karakter. Instagram mampu mendekatkan orang yang saling berjauhan, hanya dengan melihat wujud visual banyak hal dalam bentuk foto.

Logo kamera berwarna krim dan garis pelangi ini pun juga menarik perhatian saya selama menggunakan smartphone.  Namun setelah menggunakan aplikasi ini kurang lebih dua tahun, saya seringkali menemukan beberapa hal lucu, lebay, dan aneh yang dilakukan masyarakat Instagram.

Hal -hal tersebut kemudian membuat saya bosan dengan timeline Instagram saya. Meskipun saya dan orang-orang di lingkungan saya adalah pengguna setia aplikasi ini, namun saya rasa kita butuh menganalisa kembali tentang perilaku kita di Instagram dapat mengubah pandangan kita terhadap orang lain.

“It’s the app we love to hate, and hate to love. The guilty pleasure of us all” — Cara Della

Ada momen bahagia, pasti ada juga momen foto yang mengganggu saat sedang menggulirkan linimasa Instagram ke bawah. Berikut 7  momen menganggu yang saya temukan atau bahkan yang (dulu) saya lakukan sendiri selama “berselancar” di dunia Instagram.

1. Caption “Latepost”

Instagram tidak memiliki waktu khusus ataupun jadwal tertulis tentang kapan kalian harus mengunggah foto di jejaringnya. Dan kita tidak akan mendapat hukuman apa-apa jika terlambat mengunggah foto. Jadi, captionlatepost” sebaiknya diganti dengan caption penunjukkan waktu. “Waktu berlibur ke Paris” mungkin lebih baik dari “Latepost“.

Unfollowed Level by Me: 5% dari 100%

syahrini

 

 

2. Membanjiri Timeline dengan selfie

Manusia pada hakikatnya memang selalu ingin tampil untuk dikenal. Instagram kemudian menjadi salah satu sarananya. Namun, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Apalagi mengunggah foto berlebihan hingga timeline menjadi full dengan wajah kita yang hanya berbeda lekukan senyum atau kemiringan kepala. Ditambah durasi mengunggah yang hingga 10 foto per menit.

Unfollowed Level by Me: 85% dari 100%

selfie

3. Foto Sarapan, Makan Siang dan Makan Malam

Cukup makan saja yang 3 kali sehari, mengunggah foto makanannya jangan. Terimakasih.

Kalian masih ingat saat  booming-nya foto-foto makanan yang diunggah di Instagram sekitar dua tahun yang lalu? Sekadar saran kalau mau makan ya berdoa dulu lah, jangan foto makanan terlebih dahulu, biar makanan yang dimakan mengandung berkah.

Unfollowed Level by Me: 50% dari 100%

makanan

Daripada kalian mengunggah foto makanan di Instagram, lebih baik mengunggahnya di OpenSnap sama SnapDish. Kedua aplikasi yang berbasis iOS dan Android ini memang diperuntukkan untuk foto-foto makanan sekaligus referensi buat kalian yang ingin mencari tempat makan yang enak dan nyaman.

kdkf

Untuk foto makanan lebih baik diunggah di OpenSnap dan Snapdish

4. Selfeet

Mengunggah foto kaki di Instagram adalah kebiasaan saya saat duduk di bangku SMP. Namun seiring dengan bertambahnya usia, kebiasaan itu perlahan saya tinggalkan. Mengunggah foto kaki menjadi hal aneh yang saya rasakan. Entah bagaimana menjelaskannya, foto kaki memperoleh tingkatan foto tidak berkualitas menurut saya. Terkecuali buat kalian selebgram (istilah untuk orang populer yang memiliki ribuan followers di Instagram) yang sering  mendapat barang endorse sepatu dari online shop. Hehehe.

Unfollowed Level by Me: 25% dari 100%

Processed with Moldiv

5. Caption “No Filter”

Hadirnya aplikasi foto Camera 360 membuat penikmat Instagram kesulitan menerka foto yang asli atau foto sentuhan magic camera tersebut. Hal ini menimbulkan munculnya tren caption-caption yang berguna mengantisipasi dugaan penggunaan efek camera 360. Salah satunya adalah caption “no filter”. You dont have to put “no filter” on your post. Everybody will realize by them self.

Unfollowed Level by Me: 5% dari 100%

IMG_6210

6. Mirror Selfie

Memotret cermin dengan bayangan si pemotret di pantulan cermin sedang banyak dilakukan orang-orang. Dari hasil pengamatan saya, 70% diantaranya adalah mereka yang memiliki handphone dengan kualitas bergengsi. Tell me if you get the point. Sekian.

Unfollowed Level by Me: 20% dari 100%

mirror selfie

7. Terlalu Banyak Hashtag

Hashtag yang terlalu banyak juga tak begitu indah dilihat. Apalagi jika hashtag tersebut mengandung unsur kata-kata yang mulai lebay. Toh, hashtag juga tak berpengaruh pada kualitas foto yang disandingkan.

Unfollowed Level by Me: 60% dari 100%

IMG_6199

 

Saya jadi semakin percaya bahwa kepribadian seseorang dapat dilihat dari media sosialnya, termasuk foto-foto yang diunggah di Instagram. Pada dasarnya setiap orang memiliki hak untuk mengunggah apapun di akun Instagram mereka, dan saya juga memiliki hak untuk mengomentarinya. []