Ilustrasi: Aisyah Azalya ( @syhzly )

Untuk kalian yang merasa pikirannya terlalu penuh dan sesak dengan hal-hal yang ingin kalian lakukan. Lalu bingung memulainya dari mana atau dengan cara bagaimana. Ibarat keran air yang tidak diputar. Tersumbat.

Terjebak dalam rutinitas yang statis terkadang membuat pikiran kita “sulit bernafas”. Aktifitas sekolah, perkuliahan, atau perkantoran yang begitu-begitu saja dan waktu libur yang masih lama terkadang membuat pikiran stuck dan menghambat ide-ide yang harusnya mengalir.

Ada banyak cara untuk kembali menyegarkan pikiran. Namun tidak menutup kemungkinan, setiap karakter manusia memiliki cara tersendiri dalam mendaur ulang pikirannya. Jika kalian masuk dalam kriteria karakter yang akan saya sebutkan di bawah, mungkin tips ini berguna untuk kalian.

a. Kamu adalah orang yang senang menghabiskan waktu di rumah. Bahkan, di akhir pekan sekalipun, kamu lebih suka menghabiskan waktu membaca buku dan menonton film di kamar. Kalau benar, silakan lanjutkan.

b. Kamu menyukai suasana tenang dan jauh dari keramaian. Karena dengan suasana seperti itu, pikiran mu akan lebih bebas. Bagaimana? Sesuai? Lanjut.

c. Kamu menghindari interaksi dengan sekelompok orang. Bertemu dengan sekelompok orang akan membuatmu merasa diabaikan.

Jika ketiga poin diatas benar, silahkan simak tips untuk membunuh rasa jenuh untuk “kalian-kalian” ini.

1. Rehat Sejenak

Bekerja atau berpikir non-stop tanpa istirahat adalah hal yang tidak sehat. Mengambil waktu sebentar untuk rehat dari aktifitas dapat membuat otak ter-refresh kembali untuk bekerja. Bermain game sebentar saat bekerja atau mendengarkan musik 15 menit di tengah waktu tiga jam kelas perkuliahan, bukan masalah. Namun jika ketahuan bos atau dosen, cobalah bersikap tenang dan berkata “Ini cara memelihara pikiran saya untuk berpikir lebih jernih, Pak”. Jika dosen kamu menyuruhmu keluar kelas, ikuti saja. Kamu lebih membutuhkan itu dibandingkan terjebak dalam rasa jenuh yang berujung stress di dalam kelas.

Tips ini juga berlaku untuk hal percintaan. Jika mulai jenuh, coba break dulu.

2. Membaca Komik dan Majalah

Membaca majalah dengan tulisan ringan dengan penampilan visual yang menarik juga dapat mengatasi rasa jenuh. Rubrik ramalan bintang, puisi bahkan cerpen yang biasanya kita lewatkan, bisa sekali-kali dibaca saat jenuh. Gambar-gambar dalam komik juga dapat melatih imajinasi dan kreativitas.

Senior saya, bernama Rieski Kurniasari bahkan masih berlangganan majalah Bobo hingga saat ini di usianya yang telah bergelar sarjana. Ia mengatakan bahwa majalah bobo adalah salah satu referensi pengetahuannya.

pict : rieski kurniasari

Sumber Foto: Rieski Kurniasari

3. Menguping

Tips ini yang sering saya lakukan saat jenuh. Menguping pembicaraan orang-orang entah itu di angkutan umum, halte, atau toilet umum. Hal ini selalu menarik. Mendengar pembicaraan ringan yang lugu dan murni terkadang menjadi referensi untuk menulis. Jika sedang benar-benar jenuh, cobalah berkeliling kota menggunakan angkutan umum. Mendengarkan pembicaraan anak sekolah tentang lelaki idola sesekolahan atau ibu-ibu PNS yang bergosip tentang alis sulam Nikita Mirzani.

Tentu saja, menguping dalam hal positif. Bukan menguping lalu menggosip.

4. Menganalisa Sesuatu

analisis teh "botol" dalam kemasan "kertas"

teh “botol” dalam kemasan “karton”

Menganalisis sesuatu atau benda di sekitar kita adalah cara untuk menciptakan sesuatu yang kreatif. Di tengah-tengah tugas yang menumpuk, cobalah berhenti sejenak lalu mulai mencari hal atau benda untuk dianalisis.

Seperti teman path saya yang menganalisis mengapa surat izin mengemudi berbentuk kartu, dan kartu keluarga berbentuk surat. Menganalisis sesuatu yang sederhana dan mungkin kurang penting, sedikit banyak dapat menghilangkan rasa jenuh.

5. Bertemu Orang Baru

Jika jenuh, cobalah menghadiri beberapa event yang ada. Jika tidak tertarik pada eventnya, cobalah hadir untuk mencari teman baru. Banyaknya event di kota ini, memungkinkan kita akan bertemu juga dengan banyak orang baru yang berasal dari lingkungan berbeda.

Bukan bermaksud ingin membantah poin b di awal tulisan, tapi mungkin saja kamu jenuh bukan pada dirimu namun pada lingkunganmu yang itu-itu saja.

6. Tidak Mengikuti “Alur”

Tips ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi manusia “mainstream”. Mengubah kebiasaan yang telah banyak orang lakukan. Tidak ada salahnya menjadi titik warna putih ditengah kanvas berwarna hitam.

Perayaan hari raya, orang-orang sering mengirimkan ucapan dalam bentuk broadcast. Mungkin dapat diubah dengan mengirim kartu ucapan hari raya. Selain tidak biasa, mengirimkan kartu ucapan juga bisa membuat orang lain merasa spesial dan tentunya mendapat permintaan maaf yang tulus.

7. Mencari Pengalaman Baru

Tertarik untuk melakukan atau mencoba hal yang belum pernah dilakukan juga dapat mengatasi rasa jenuh. Mencoba bagaimana rasanya mendaki gunung, mencoba menyelam, mencoba membaca buku berbahasa asing, mencoba masakan negara lain dan mencoba hal-hal baru lainnya atau mungkin mencoba nongkrong di flyover.

Bonus: Jangan Pernah Jenuh

“She refused to be bored chiefly because she wasn’t boring.” – Zelda Fitzgerald

Dan sebenarnya, tidak akan ada kejenuhan yang muncul jika pikiran kita terbiasa untuk berimajinasi.


Baca tulisan lainnya dari Chairiza

Menceritakan Berita

Melestarikan Ingatan akan Sang Penakluk

Eat Clean with Clean Eating

Literasi Media dalam Drama Korea

Makanan, Permainan, Musik, Belanjaan dan Komunitas

Anarki, Hadist Nabi dan Band asal Jogja

Sumur, Bersin, Mangga dan Jahitan di Makassar in Cinema

Cuplikan Ide Cerita Makassar In Cinema #2

Berkampanye di Media Sosial

Yang Berbatu, Yang Ber-AKSI

Tujuh Postingan Mengganggu di Instagram

Wabah Positif Bernama Flu Hijab

Menyibak Rahasia Gemerlap Malam Ibukota

Tujuh Buku Bagus yang (Ternyata) Ditulis oleh Teman-Temanku

Appabotingeng ri Tana Ugi

Ruang Kreatif: Wadah Baru untuk Karya Indie Makassar

Berburu Barang Berkualitas dengan Harga Miring

Ada Apa dengan Gelar Bangsawan?

Berkreasi dengan Pipa