oleh: @dhysaussure

Serawal dari penolakan di berbagai universitas tempatnya mendaftar, Bartleby (Justin Long) berusaha meyakinkan orangtuanya bahwa kuliah bukanlah satu-satunya jalan menuju sukses. Sayangnya, telah menjadi sebuah tradisi dalam masyarakat eropa, untuk  menjadi seseorang, kuliah adalah satu-satunya jalan.

Tekanan semakin besar, untuk menghindari malu keluarga, Bartleby bersama rekannya membuat sebuah surat palsu yang menyatakan dirinya diterima di South Harmoni Institute Technology (SHIT). Demi menjaga kebohongan itu tetap berlanjut, situs yang berisi profil kampus tersebut juga dibuat untuk meyakinkan orang tuanya.

Bersama dengan beberapa temannya yang juga tidak diterima menjadi mahasiswa di beberapa universitas terkemuka, Bartleby mencari sebuah kontrakan untuk disulap agar terlihat lebih mirip universitas yang nyata. Mereka menemukan sebuah bekas rumah sakit yang cukup besar, lengkap dengan aula, asrama, kolam renang, dapur umum, juga lapangan yang cukup luas sebagaimana tampakan kampus pada umumnya.

Memenuhi permintaan ayahnya untuk bertemu dengan dekan tempatnya kuliah, Bartleby pun harus mengontrak seorang mantan professor untuk membantunya. Bartleby dan kawan-kawan akhirnya harus memperbaiki beberapa spot-spot yang rusak dengan mengecat dinding gedung dan ruangan. Mengaktifkan kembali kolam renang yang sudah lama tidak berfungsi, begitupun dapur dan kamar-kamar asrama. Ayah Bartleby akhirnya percaya bahwa anaknya kini adalah seorang mahasiswa.

Tiba-tiba halaman depan gedung bekas rumah sakit yang telah dipermak menjadi sebuah kampus, dipenuhi oleh mahasiswa baru. Mereka mendaftarkan diri di universitas yang dibangun oleh Bartleby. Usut punya usut, hal ini dikarenakan profil yang dibuat dalam situs South Harmony Institute Technology tersebut di-set secara otomatis untuk menerima semua aplikasi lamaran mahasiswa baru.

Babakan baru dalam sejarah dunia pendidikan telah dimulai. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan semua mahasiswa yang telah mendaftar, filosofi pendidikan tinggi sebagai industri pelayanan dijalankan sepenuhnya oleh Bartleby. Ia meminta setiap mahasiswa menuliskan apa yang ingin mereka pelajari di sebuah papan kurikulum, sebagai bentuk pelayanan atas bayaran SPP mahasiswa. Lalu menyediakan ruang bagi mereka untuk memenuhi minat belajarnya secara individual (self-learning).

Seiring dengan perkembangan SHIT menjadi sebuah institusi pendidikan yang melayani setiap minat belajar mahasiswanya, kritikan pun akhirnya muncul. Kritikan yang berasal dari sebuah perguruan tinggi yang “sebenarnya”. Kritik akan sebuah sistem pendidikan yang tidak sama sebagaimana institusi pendidikan yang lain. Akhirnya Bartleby sebagai penanggung jawab SHIT dilaporkan ke dewan pendidikan negara.

Apa pembelan bartleby akan kritikan tersebut? Dan  bagaimana kelanjutan SHIT sebagai institusi pendidikan alternatif? Sila saksikan film Accepted. Sebuah film yang memperlihatkan bahwa pendidikan tidaklah seserius seperti yang dibayangkan setiap orang.