Teks: Brandon Hilton

Layaknya Death Metal tanpa Blast Beat, begitupun hubungan antara sebuah lagu dengan video klip. Selain album, atas nama dokumentasi yang utuh, video klip pun menjadi hal yang wajib bagi mereka yang mampu. Mengingat tingkat kerumitan dan biaya yang harus dikorbankan berkali-kali lipat dari pembuatan album, walaupun hal tersebut bukan sesuatu yang mutlak. Berbagai khasiat dan manfaat yang menguntungkan dapat diperoleh dari sebuah video klip, meski sangat tergantung dari seberapa menarik video klip tersebut untuk disaksikan.

Atas nama dokumentasi yang utuh pula, Theogony, milisi Death Metal dengan sentuhan Technical, melakukan agresi dengan memantapkan diri untuk membuat video klip. Terhitung sudah tiga video klip yang dirilis, di mana dua video klip pertama—Non-Observance dan Stertorous—menggunakan konsep footage dan yang terbaru, Spiritum Sanctum. Lagu yang liriknya ditulis oleh Wira (vokal) dan Amal(bass) ini terinspirasi dari film Pompeii, Animisme, dan kehidupan hedonis yang makin hari makin mentuhankan benda-benda mati yang sebenarnya tidak bisa memberi apa-apa.“ini sebenarnya buat mereka yang berdoa tapi kepada hal yang sifatnya berhala kayak berdoanya sama gunung, pohon, yang tidak bisa beri apa-apa,” ucap Wira.

Pemilihan lagu Spiritum Sanctum untuk dibuatkan video klip juga bukan tanpa alasan. lagu ini sedikit menggambarkan tentang apa yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Kegaduhan politik, saling menjatuhkan demi tahta dan harta, ‘peperangan’ kecil-kecilan, dan ‘menyembah’ apa yang mayoritas katakan suci. Sementara musik, diolah oleh Asrul (gitar). “Jadi, musik dibuat sama Asrul. Dia buat musiknya (Theogony) ya seperti yang dia senangi. Sangking senangnya, kita sampai susah buat  ikuti”kata Ian. Ian sendiri adalah personil baru yang mendampingi asrul di divisi gitar dan juga tampil pada video klip ini.

Lagu yang video klip nya digarap lebih profesional dari sebelumnya ini dikerjakan bersama videografer dari Ninety Nine Studio, Irul dan Fadli. Irul yang tertarik untuk bekerja sama dengan Theogony dalam pembuatan video klip ini mengaku bahwa ia tertarik dengan band ini karena punya keinginan untuk maju dan berkarya, “Saya rasa, Theogony punya kemauan untuk lebih maju dengan berani menggarap video klip. Yang menarik dari Theogony sendiri adalah orang-orang di dalamnya. Sangat asik, sangat berjiwa muda, dan punya pemikiran untuk berkarya walaupun belum seberapa. Setidaknya kita mencoba dari pada jago komentar tidak ada aksi.”

Kalau beberapa kegiatan korupsi juga ada yang tidak berjalan mulus seperti kasus e-ktp, pengerjaan video klip  ini juga tidak berjalan mulus-mulus saja. Ada beberapa kendala yang ditemui mulai dari tempat shooting video klip yang tidak terlalu luas, sempat menemui kendala saat pemutaran backsound, juga permasalahan saat rendering yang menyebabkan gambar dan video kurang sinkron juga tempo menjadi turun. Selain itu, persiapan yang singkat juga menjadi kendala tersendiri yang mengakibatkan fokus video klip adalah ke band, bukan kepada tema atau cerita dalam lirik. Seperti pengakuan Ian, “Sebenarya maunya kita pakai tema. Tapi, karena persiapan yang berapa hari ji, jadi, fokusnya hanya ke band.” Hal senada juga disampaikan Wira, Gilang, dan Asrul, di mana mereka, dalam penggarapan video klip ini, lebih terfokus pada band. Tapi, bukan seluruhnya menampilkan gambar dari seluruh personil Theogony. Ada beberapa potongan klip yang dipilih oleh tim Ninety Nine studio yang notabene adalah sebagai pelengkap sekaligus mengena pada tema lagu yang diangkat.

Musisi-musisi di dalam atau di luar band, khususnya di Makassar, dalam satu dekade terakhir sudah mulai akrab dengan video klip. Otomatis, musisi dan videografer menjalin hubungan simbiosis mutualisme satu sama lain. Namun, dokumentasi yang utuh di kalangan musisi di Makassar belum terlalu menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya video klip sebagai media agar makna dari lagu yang diciptakan mudah tersampaikan. Bukan hanya sebatas audio, tapi juga secara visual. Hal senada dengan yang disampaikan Irul, “Menurut saya (video klip) sangat penting karena perpaduan sound dan visual sangat dibutuhkan di jaman seperti ini, dimana nama band bisa lebih dikenal karena di jaman digital, semua bisa dilihat  dari gadgetnya masing-masing.” Saya percaya bahwa sebuah dokumentasi yang utuh membuat sesuatu menjadi abadi. Tanpa hal tersebut, apa yang dilakukan seperti Theogony ini tidak ada artinya kepada orang lain, selain kepada pribadi-pribadi yang terlibat di dalamnya. Simak Video klip terbaru Theogony berikut ini: