Ilustrasi: Herman Pawellangi ( @chimankorus )

Hari Valentine, mungkin adalah hari yang paling sulit untuk didefinisikan. Hari yang identik dengan kasih sayang, coklat, bunga dan warna pink ini memang penuh makna dan pendapat. Tanyakan makna hari ini pada seribu orang, maka anda akan mendapatkan seribu pendapat yang berbeda juga. Tidak percaya? silakan coba sendiri. Kami bantu dengan 12 orang pertama (yang kebetulan merupakan anggota Redaksi Revius), 988 sisanya adalah urusan anda.


Chairiza

status hubungan: In relationship tapi suka serong-serong sedikit

Valentine. Salah satu perayaan yang selalu dibahas setiap tahunnya. Bukan karena kemeriahannya, tetapi lebih pada pihak yg pro dan kontra yang selalu berdebat tiada berkesudahan. Saya sendiri berdiri pada pihak yg netral. Tidak merayakan namun tidak juga tidak merayakan. Tidak merayakan saya artikan sebagai tidak melakukan candle light dinner bersama pasangan. Tidak juga tidak merayakan yang saya maksud karena saya selalu menggunakan pakaian bernuansa pink di 14 Februari. Bingung? Hahaha. Satu yang sukai dari Valentine dari tahun ke tahun, seperempat bagian bumi seakan berwarna merah muda. Hahahahaha

 


Andi Wasilah Yusra

status hubungan: In relationshit, eh relationship

Menurut saya, valentine adalah hari “kedok”. Kedok kasih sayang tapi berbuah maksiat.

 


Rieski Kurniasari

status hubungan: Menolak berkomentar

Agenda setting dari perusahaan cokelat biar mereka punya momen tersendiri dalam meningkatkan penjualan produknya.

 


M. Ifan Adhitya

status hubungan: TBA (to be announced)

Apa di’? Yah sewajarnya Valentine’s Day itu hari kasih sayang, kalo menurut saya hari kasih sayang itu kapan saja tanpa ada hari tertentu seperti 14 februari. Lagian 14 februari tahun ini kebetulan lagi nda ada yang bisa disayang, Hahaha.

 


Aisyah Azalya

status hubungan: Berpasangan-yang-tdk-pada-umumnya.

The day when couples rejoice, the sun suddenly colored in pink, the air smells like roses and chocolate and pink, pink everywhere. hahaha.

 


Joem R. Pelenkahu

status hubungan: Single aja, bukan single banget.

Valentine’s Day tidak ada bedanya dengan hari hari biasa, bukan karena saya single, sewaktu punya pacar pun saya rasa Valentine’s Day biasa saja. Kalau ditanya soal merayakan atau tidak, menurut saya: tidak ada selebrasi untuk Valentine’s Day, Valentine’s Day bukan hari yang seperti itu. kalau orang orang menganggap Valentine’s Day itu sebagai hari kasih sayang, saya menganggap hari lain mereka tanpa kasih sayang.. hehehehehe..

 


Achmad Nirwan

status hubungan: Jomblo beroktan tinggi.

Mungkin karena faktor saya selalu diputuskan sama mantan-mantan saya menjelang Valentine’s Day, saya lebih memilih Vengantine’s Day. Sepertinya Valentine’s Day pertanda buruk. Jadi sebaiknya saya tidak merayakannya.

Ditambah lagi setelah saya menempuh studi sarjana selama 6 tahun—untungnya lulus,  Vengantine’s Day pun jadi sebagai target utama tahun ini (dan tahun-tahun berikutnya jikalau gagal). Seperti pepatah pohon pinang, Karena AKU + KAU =KUA. Say Yes to Vengantine’s Day!

 


Herman “Chimank” Pawellangi

status hubungan: Cuma 1 kilometer dari KUA.

Setuju atau tidak setujunya saya tentang hari Valentine tergantung sama kondisi dompet. Kalo lagi ada isinya, ya setuju. Kalo lagi kempes, nda setuju. Tau deh, gitar.

 


Mutia Nuur Ilmi a.k.a Pisang

status hubungan: Pakar move on.

Hari Valentine menurutku tidak ada ji apa-apanya. Hari Valentine cuma tanggal 14 Februari yang sama seperti tanggal 14 di bulan lainnya. bedanya mungkin cuma karena 14 februari lebih banyak berkeliaran warna pink atau merah, lebih banyak cokelat atau bunga yang dibeli orang-orang untuk menunjukkan entah apa, rasa sayang katanya, yang sebenarnya bisa ji kita berikan di hari yang lain

 


Novidia

status hubungan: Bukan urusanmu.

Karena saya bukan anak alay yang merayakan hari kasih sayang ini dan juga bukan anak di organisasi Islam garis keras yang menolak mati-matian, saya tidak punya pendapat apa-apa tentang hari Valentine. Tanggal 14 Februari adalah hari biasa dari 365 hari di setiap tahun.

 


Barzak

status hubungan: Pencinta sepakbola.

Valentine’s Day, hari yang paling saya tunggu-tunggu tiap tahunnya. Hari yang lebih istimewa daripada hari lebaran, hari natal, hari raya nyepi, apalagi cuma hari ulang tahun kota Makassar. Hari yang lebih berarti ketimbang hari ulang tahun mace, pace, kace, adek, cikaling, spiji, ataupun odo-odo’ apalagi mantan. Hari yang jauh lebih monumental daripada hari tahun baru, hari kemerdekaan, hari jadian, hari putusan, ataupun hari gajian. Pokoknya, hari Valentine adalah hari yang paling super uber mega penting sekali banget sekunci-kunci dunia.

 


Langgo Farid

status hubungan: Penggemar berat napak tilas kinerja Walikota Makassar.

Sebelum masuknya demam “I’m a Moslem, I Hate Valentine”, saya sudah tidak suka merayakan hari ini sejak masih belia. Begitu pula mungkin karena seiring bertambahnya usia, saya pun makin tidak menyukai sama dengan halnya saya tidak menyukai kinerja walikota yang sekarang. Karena kebanyakan yang merayakan perayaan ini karena ikut-ikutan, baik mengikuti temannya ataupun terpaksa ikut demi sang pacar, lebih baik ikuti saran saya yang tidak usah merayakan hari Valentine di sini.