Berangkat dari kesenangan mendengarkan musik rock yang lantang berkumandang, kemudian terciptalah ide untuk membentuk band dan menggali pengalaman dengan menjerumuskan diri di berbagai kompetisi antar band yang dahulu menjamur dengan kedok festival musik. Namun, berkompetisi tidak memberikan kepuasan yang hakiki bagi kuartet Kamargelap dari Makassar. Ketidakpuasan mendorong mereka untuk merombak kebiasaan lama. Bermusik dengan berasaskan kepuasan, membuang jauh-jauh selera musik arus utama dan hasrat berkompetisi.

Mengusung musik keras dengan menginginkan nama yang sederhana bisa dikatakan susah-susah tidak gampang. Namun, siapa sangka, lagu milik Efek Rumah Kaca yang bertajuk Kamar Gelap menjadi keputusan akhir Buyung cs. untuk dijadikan nama baru.  Tentang pemberian nama band, ungkap Buyung, “Jadi, bukan karena kami suka kumpul di dalam kamar yang gelap lalu berbuat hal-hal  yang gelap”. Tidak melulu musik yang menjadi sumber inspirasi, Kamargelap, menurut pengakuan Buyung, juga banyak membaca lirik-lirik lagu dari beberapa band untuk dijadikan hulu ledak demi terciptanya sebuah karya. “Kalau untuk proses kreatif di band, saya sama anak-anak yang lain juga banyak membaca lirik lagunya Pas Band sama Burgerkill. Setelah dibaca, baru diadopsi ke dalam musik,” ungkapnya. Selain nama baru, musik yang diusung pun terbilang baru nan semena-mena. Betapa tidak, mereka memadukan musik Hard Rock, Hardcore, dan Metal lalu menyebutnya dengan Hard Rock Core Metal Unit. Tidak ada masalah dengan penamaan genre. Selama nama yang diusung dan musik yang dimainkan berbanding lurus, hajar!

Kamargelap sekarang mantap dihuni oleh Mail (vokal), Yuss (Gitar), Riswan (Bass), dan Buyung (Drum). Dengan formasi yang baru ini, Kamargelap berhasil merilis single perdana yang diberi tajuk Bangkit! (Kita Merdeka) pada 17 Juni 2017 lalu di akun SoundCloud mereka. Single perdana ini adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi almarhum Zul, personil Kamargelap yang bisa dikatakan menciptakan lagu ini. “Ini lagu sengaja dirilis pas setahun kepergiannya almarhum. Sekalian juga untuk memperkenalkan Kamargelap itu bagaimana (musiknya),” ungkap Buyung. “Tidak ada yang berubah dari segi materi dan lain-lain. Apa yang dulu almarhum mainkan, ituji juga yang direkam,” tambahnya. Untuk artwork single ‘Bangkit! (Kita Merdeka)’, Kamargelap bekerjasama dengan Dawncore, salah satu ilustrator ternama asal Bandung. “Biar cuma single yang dirilis, tapi harus juga dibikin canggih toh,” kata Buyung saat ditanyai alasan untuk mengikutkan artwork untuk perilisan single perdana mereka.

Artwork ‘canggih’ untuk single Bangkit! (Kita Merdeka) yang dibuat oleh Dawncore.

Sebagai band yang tergolong baru, Kamargelap harus menghadapi kenyataan bahwa sang gitaris, Zul, pada 17 Juni 2016, menutup usia dikarenakan komplikasi  penyakit yang bersarang dalam tubuhnya. Satu pukulan telak untuk Kamargelap, terutama bagi Buyung dan Mail, karena Zul sendiri adalah keluarga kandung mereka. Zul dan Buyung adalah dua orang yang berperan penting dalam proses kreatif—menciptakan lirik dan musik—dalam band ini. Tidak hanya akrab dalam band, Buyung dan Zul terbilang dekat. Hal ini dibuktikan dengan seringnya mereka pergi ke beberapa gigs dan menggelar lapakan bersama.

Dengan kepergian Zul, Buyung dan kawan-kawan yang sudah bersama sejak tahun 2013 menyepakati bahwa Kamargelap terbentuk 7 Januari 2013 yang juga sekalian memperingati hari kelahiran Zul. “Sebenarnya ini band terbentuk di 2013 tapi saya juga lupa kapan. Tapi, dengan kepergiannya almarhum, saya sama yang lain sepakat bahwa Kamargelap terbentuk di 7 Januari 2013, sekalian memperingati hari lahirnya almarhum di 7 Januari,” kata Buyung. Tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan, Kamargelap mencoba bangkit dengan menjajal event Makassar Bersatu sembari mencari gitaris untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Zul. Berkat media sosial Facebook, Yuss akhirnya ditemui untuk mengisi divisi gitar setelah proses pencarian gitaris yang cukup panjang. “Kalau saya, tidak pentingji mau jago atau tidak, yang penting solidaritasnya,” kata Buyung ketika saya tanyai soal kriteria personel yang ideal bagi kuartet Hard Rock Core Metal Unit ini.

Kamargelap sekarang mantap dihuni oleh Mail (vokal), Yuss (Gitar), Riswan (Bass), dan Buyung (Drum).

Nama Hard Rock Core Metal yang diusung sebagai genre tidak hanya sebatas nama. Memasukkan unsur hard rock, hardcore, hingga heavy metal, Single ‘Bangkit! (Kita Merdeka)’ semakin garang dengan karakter vokal—serak, berat, dan basah—yang khas!Terdengar liar dengan mengadopsi hardcore, namun sensasi heavy yang catchy mantap dibalut dengan garangnya yang breakdown. Pengucapan yang jelas ditambah lirik yang provokatif tak segan mengajak pendengarnya untuk bernyanyi dan berteriak bersama. Hanya perlu 2 menit 48 detik untuk menyuarakan lagu perlawanan kaum bawah terhadap penindasan dan ketidakadilan yang merupakan hasil kerja dari para mafia dan antek-anteknya.

Semua butuh perjuangan yang tak jarang juga sampai kepada pengorbanan. Sampai pada tahap sekarang ini, Amirul, ketua Peluru Tajam Makassar (Fanbase dari band Kapital), salut dengan perjuangan Kamargelap yang akhirnya berhasil merilis karya yang pernah dikerjakan (Alm) Zul. “Luar biasa. Dari ajang kompetisi ke underground tidak gampang dan bukan waktu yang sebentar. Tantangan adaptasi akan lingkungan yang baru, kawan-kawan dan komunitas yang baru”. “Patut dicontoh semangat, perjuangan, dan persahabatannya anak-anak ka tawwa,” ungkap Rul, sapaan akrab Amirul.

Karyamu telah kekal, didengar, dan menggelegar! Semua perjuanganmu telah membuahkan hasil dan tidak akan berhenti sampai disini. Beristirahatlah dengan tenang, Zul. Ewacore!

Sila mendengarkan Bangkit! (Kita Merdeka) di sini.