Seperti inilah alunan panas itu berawal:

Di telapak tangan saya tergeletak sekeping CD dari Barasuara berisi sembilan komposisi yang terangkum menjadi album bertajuk ‘Taifun’. Cover depannya bila dipandang sekilas lalu, mengingatkan saya kepada video klip Madonna yang saya lupa judul lagunya. Begitu sleeve-nya dikeluarkan, saya dihadapkan dengan lipatan-lipatan kertas berisikan gambar-gambar nyaris hitam-putih tentang dataran tinggi, gurun pasir, dan sebentuk manusia terbungkus kain hitam yang sibuk dimainkan angin. Melirik ke bawah sedikit, saya terpaku sejenak pada sebaris informasi tentang siapa produser album ini. Raisa Andriana. Berikutnya saya mencari di mana letak lirik lagu mereka, namun gagal untuk menemukannya. Sepertinya tidak ada lagi yang bisa saya lakukan selain menekan tombol PLAY.

Lagu pertama berjudul Nyala Suara. Intronya sempat membuat indera audibillitas saya tersesat di antara intro lagu Welcome To The Jungle-nya Guns N’ Roses dan riff-riff ala Muse, namun keduanya ternyata salah. Di detik ke-25, saya sudah menyimpulkan kalau akan seperti inilah musik Indonesia di masa depan. Lagu ini diakhiri dengan mengulang-ulang kalimat bara dalam sekam, seakan peringatan kalau pertunjukan baru dimulai. Lagu pertama baru akan selesai, dan masih ada delapan lagu lagi untuk membuat bara menjadi api.

barasuara3

Track kedua berjudul Sendu Melagu. Walaupun saya gagal menyimak keseluruhan liriknya secara jernih, namun secara musikal terdengar seakan Barasuara mencoba menggeser mood lagu pertama dengan jebakan beat yang manis dan dayuan vokal yang menghanyutkan sebelum kembali menghentak di lagu ketiga, Bahas Bahasa, yang menurut saya merupakan saksi kunci di album ini, alias lagu andalan yang daripada saya menyesatkan dengan kata-kata, ada baiknya bila didengarkan saja (teman-teman bisa menyimak lagu Bahas Bahasa di bagian bawah halaman ini).

Hagia adalah judul lagu keempat dari sembilan komposisi yang ada di dalam album Taifun. Dan, saya sungguh baHagia bisa mendengarnya. Alangkah sialnya manusia yang tidak mengetahui lagu ini karena tidak bisa merasakan nikmatnya ber-singalong-ria bila kapan-kapan Barasuara memainkannya langsung di depan mata. Dan sepertinya tidak lama lagi peristiwa itu akan terjadi.

Di lagu kelima, Api Dan Lentera, dan keenam, Menunggang Badai, Barasuara bermain keras. Gitar yang overdriven dan repetitif, gebukan drum yang seakan bisa menggantikan alarm pagi hari, disempurnakan dengan vokal yang sewangi aroma kopi. Setelah berdecak kagum dengan cara mereka meletakkan fill-fill organ dan trumpetisasi, di tengah hiruk-pikuk yang indah ini saya menyadari rumus dua vokalis yang menyanyikan nada yang sama namun beda oktaf, adalah pola Barasuara dalam mengolah harmonisasi vokal mereka yang layak untuk dicoba, layak tiru. Kebisingan yang merdu ini masih berlanjut hingga lagu ketujuh berjudul Tarintih.

barasuara2

Di lagu berikutnya yang berjudul Mengunci Ingatan, saya merasakan turunnya intensitas bunyi. Tidak lagi sebising tiga lagu sebelumnya. Mungkin karena temanya sedikit sedih. Atau mungkin karena ini sudah lagu kedelapan dari sembilan. Mungkin saya sudah diantar menuju pintu keluar.

Dan setelah beberapa kali salah, kali ini tebakan saya benar. Lagu kesembilan yang berjudul sama dengan judul albumnya, adalah gerbang yang harus dilewati sebelum keping CD ini kembali ke dalam box-nya.

Dan tersisa dalam ruangan, saya seorang diri berusaha mengingat kembali rencana-rencana hari ini yang sepertinya hilang lebur ditempa bunyi. Lalu seperti itulah alunan panas tersebut berakhir meski ada yang tak betul-betul lagi mampu menjadi dingin.

 

barasuara cd_review_fami_revius

Barasuara - Taifun

Tanggal Rilis: 16 Oktober 2015

Label: Juni Suara Kreasi

Track List:

1. Nyala Suara (4:58)

2. Sendu Melagu (4:08)

3. Bahas Bahasa (4:29)

4. Hagia (2:46)

5. Api & Lentera (4:24)

6. Menunggang Badai (5:03)

7. Tarintih (4:42)

8. Mengunci Ingatan (4:31)

9. Taifun (4:32)


Baca Artikel Music Review Lainnya

Terhanyut Suasana Hati

Mencari Makna Semantik Bulan Lewat Nada

Berjuang Membangun Halusinasi Menjadi Nyata

Musisi Indie Makassar Favorit

Rilisan Album Musisi Makassar di Tahun 2014