Suka menggambar dan senang mengisi waktu senggang dengan menjelajahi Instagram dan Pinterest, Anisa Shabrina (IG: @nichasy) mengajak kita untuk belajar bersama tentang hand lettering yang sejak beberapa bulan lalu menarik minatnya.

Berangkat dari beberapa pertanyaan, “apakah hand lettering itu?” “Apa yang membedakan antara hand lettering dan typografi?” “Mengapa kedua subjek tersebut seringkali dikaitkan?” “Apakah hand lettering dan typografi dulunya adalah sepasang kekasih dengan segudang cerita masa lalu yang kemudian membuat mereka sering di hubung-hubungkan hingga sekarang?”

“Lettering can simply be defined as “the art of drawing letters”. Sekiranya seperti itulah pengertian yang saya dapatkan di artikel yang saya baca. “Lettering adalah seni menggambar huruf.” Yap, menggambar. Saya senang menggambar. Sebelumnya saya sering menggambar wajah manusia. Huruf kemudian menjadi objek favorit saya untuk digambar—berawal dari rasa kagum bercampur penasaran setiap kali saya melihat karya-karya visual berupa hand lettering. Saya selalu penasaran setiap kali melihat orang mampu melakukan sesuatu hal.

Pemahaman saya mengenai kedua bidang tersebut sebatas bahwa hand lettering adalah sebuah karya desain yang menggunakan huruf sebagai elemen utama yang sepenuhnya digambar secara manual dengan menggunakan tangan, sementara typography—sama halnya dengan karya hand lettering—ia menggunakan huruf sebagai elemen utama, namun perbedaannya terletak pada medium yang digunakan, yaitu software digital. Correct me if i’m wrong.

***

Inspirasi selalu datang pada tempat dan waktu yang tidak terduga. Seringkali inspirasi dalam membuat hand lettering muncul ketika saya melihat jenis-jenis font pada spanduk atau baliho di jalan. Terakhir kali saya memperoleh ilham dari langit berupa ide untuk menggambar huruf yaitu dari tulisan logo cereal Stars— yang kemudian memberikan saya referensi baru dalam membuat karya hand lettering.

So, how do we get started?

Hal pertama yang menurut saya paling penting untuk dilakukan sebelum bertarung dengan kertas, pensil dan teman-temannya adalah sering-sering ‘melihat’.  Perbanyak referensi dengan berjalan-jalan (mungkin lebih tepatnya dengan naik kendaraan biar tidak capek, sis) untuk menemukan sampel tipografi dan hand lettering. Jenis-jenis huruf selalu ada dimana-mana di setiap sudut kota. Saya pribadi lebih sering menggunakan jejaring sosial Instagram sebagai sumber referensi. Lebih mudah dan lebih praktis. Kegiatan ini bisa disebut sebagai upaya membiasakan mata. Dengan semakin banyaknya referensi, kita akan lebih mudah dalam mempelajari bentuk-bentuk huruf.

Satu yang harus diingat, mencari referensi dan inspirasi memang penting, tapi jauh lebih penting untuk memulai pekerjaan sebenarnya, yaitu menggambar, sesegera mungkin.

1. Draw an outline.

Ibarat kebaya, Outline ini merupakan rancangan gambar yang dibuat oleh desainer sebelum dibawa ke tukang jahit. Oke, saya juga tidak mengerti apa kaitan semua ini dengan kebaya. Apalagi sama tukang jahit.

Dalam membuat hand lettering, penempatan kata per kata harus selalu diperhatikan. Oleh karena itu, pertama-tama kita menggunakan pensil sebagai antisipasi adanya kesalahan goresan. Sedikit saja kesalahan yang kita buat akan memberikan pengaruh pada hasil akhir. Beberapa hal yang mesti diperhatikan misalnya jarak antara huruf ke huruf serta kata ke kata yang harus selalu konsisten, keserasian bentuk huruf, style yang digunakan, serta ornamen yang ditambahkan. If it doesn’t looks right, erase it. Before you move on to the next step.

belajar hand lettering nicha

 

2. Fill the outline dengan tabah dan hati-Hati

belajar hand lettering nicha 2

Use drawing pens for these part. Seperti yang saya bilang sebelumnya, Sedikit saja kesalahan yang kita buat akan memberikan pengaruh besar pada hasil akhir. Pada bagian ini, ketelitian dan kehati-hatian menjadi kunci utama. Penekanan pada kertas akan sangat berpengaruh pada hasil. Sedikit saja ada yang ketebalan ataupun ada yang salah garis, akan sangat tampak. Seperti peribahasa, karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Karena salah garis setitik, jadinya cuma bisa menganga.

 3. Finishing Touch

belajar hand lettering nicha 3

Pada bagian ini kita bisa menambahkan tekstur di dalam huruf per huruf dengan sesuka hati, namun tetap pada style yang konsisten pada satu jenis huruf Itulah gunanya outline yang sebelumnya kita buat—untuk membantu serta membuat kita semakin yakin untuk menorehkan drawing pen diatasnya.

4. Show Your Work!

belajar hand lettering nicha finish

Setelah menyelesaikan sentuhan akhir, hand lettering yang kamu kerjakan selama berjam-jam akan memberimu rasa bangga atau mungkin rasa tidak puas. As much as you enjoy the process, you should enjoy the feeling when it’s done. Bila kamu tidak puas, berlatihlah terus sampai hasilnya membuatmu puas. Bila kamu merasa bangga, tunjukkan pada orang lain, entah itu lewat Instagram, Pinterest, Twitter, Facebook, personal blog, atau di manapun, buat pameran tunggal pun boleh. Intinya, karyamu jangan cuma berakhir di dalam kamar, atau di harddisk laptop, atau memori ponsel. Show your work, karena orang lain juga berhak belajar dari kesalahan-kesalahanmu.

Last but not least, penting untuk melakukan setiap hal dengan hati senang. Pekerjaan berat terasa ringan, lama terasa cepat. So, remember, always do it with all your heart. Have fun.