Judul buku karya Austin Kleon ini membuat saya sedikit enggan membaca pada awalnya. Maklum, saya sedikit trauma dengan sesuatu yang diawali dengan kata-kata Steal dan sejenisnya. Kehilangan sesuatu karena diambil orang itu menyesakkan, karena orang yang mengambil itu belum tentu bisa memperlakukan sesuatu yang dia curi sebaik saya.

Tapi, setelah mencoba membaca beberapa halaman, saya langsung terinspirasi untuk mencuri. Mencuri seperti Picasso tapi, bukan seperti pencuri sepatu saya dua tahun yang lalu.

Saya membaca buku ini dalam keadaan tersihir oleh pesona wajah serius dengan ekspresi datar Kang Maman ketika “membintangi” video klip band Noah versinya. Jadi, saya mengaitkan video close-up sarat selfie-like-video Kang Maman dengan sepuluh bab buku ini.

1. Steal Like an Artist.

Bab ini adalah penegasan untuk  doktrin, “Nothing is Original”. Austin menjelaskan bahwa suatu ide baru itu hanyalah remix dari ide-ide yang sudah ada sebelumnya. Austin menulis, “All creative work builds on what came before. Nothing is completely original”. Saya teringat akan video-video dari salah satu penyanyi Makassar, Ridwan Sau yang video klipnya banyak berlatar belakang pantai. Seperti pembuka di video Kang Maman ini. Is Kang Maman’s creative video work builds on Ridwan Sau’s videos? We can only guess. Saya juga sempat memikirkan video E.T katy Perry, tapi bintang-bintangnya diganti menjadi bunga yang akarnya menjalar-jalar.

2. Don’t Wait Until You Know Who You Are to Get Started.

Di bab ini, Kang Maman benar-benar melakukan apa yang disarankan Austin, “First, you have to figure out who to copy. Second, you have to figure out what to copy”. Apakah Kang Maman mencoba menjadi Ariel atau mencoba membuat first step to be Rizal Mantovani atau bahkan ingin mengikuti jejak Justin Bieber yang populer lewat YouTube? Saya tidak tahu pasti karena tidak pernah mengobrolkan tentang ini bersama Kang Maman. Tapi, Kang Maman memang tidak membuang waktu untuk menciptakan lagu dulu atau membentuk band, dia muncul begitu saja demi mempromosikan “Kang Maman Production”.

3. Write the Book You Want to Read.

Di Bab ini, Austin menulis, “The best advice is not to write what you know, it’s to write what you like”. Video yang Kang Maman unggah di YouTube ini memang tidak sebagus buatan Rizal Mantovani, Tapi, itu Kang Maman sukai, dan selama tidak menyusahkan siapapun, siapa yang bisa melarangnya?

4. Use Your Hands

We need to move, to feel like we’re making something with our bodies, not just our heads adalah tips mencuri berikutnya dari Austin. Lagi-lagi Kang Maman mengaplikasikan tips ini secara harfiah. Kang Maman benar-benar menggunakan tangannya sendiri untuk merekam dirinya sendiri.

5. Side Projects and Hobbies Are Important.

Ada dua tips yang perlu digarisbawahi di bab ini, yaitu “By side projects I mean the stuff that you thought was just messing around. Stuff that’s just play. That’s actually the good stuff. That’s when the magic happens”, dan “It’s so important to have a hobby. A hobby is something creative that’s just for you. You don’t try to make money or get famous off it, you just do it because it makes you happy. A hobby is something that gives but doesn’t take”. Di sini, dua hal ini dibedakan walau tetap dilihat sebagai sesuatu yang sama pentingnya. Kang Maman sepertinya mengambil langkah yang sedikit lebih jauh dengan menggabungkan keduanya. Pekerjaannya di “Kang Maman Production” dan hobinya membuat video yang saya simpulkan dari banyaknya video-video yang diunggah di akun di YouTube miliknya dilakukannya secara bersamaan.

6. The Secret: Do Good Work and Share It with People.

“It’s a two-step process. Step one, “do good work,” is incredibly hard. There are no shortcuts. Make stuff every day. Know you’re going to suck for a while. Fail. Get better. Step two, “share it with people,” was really hard up until about ten years ago or so. Now, it’s very simple: “Put your stuff on the Internet”. Saya mulai curiga kalau Kang Maman sudah khatam membaca buku ini. Video yang diunggah cukup banyak walau tidak terlihat perkembangan yang pesat, mungkin saja Kang Maman sudah menemukan gayanya dalam ber-video dan terus berusaha fokus pada gaya seperti itu, kita hanya bisa menebak. And he also kindly shared every video he made.

7. Geography Is No Longer Our Master

Austin juga menjelaskan bagaimana tempat tinggal kita dapat memberikan pengaruh pada kerja-kerja kreatif yang kita lakukan. “You don’t have to live anywhere other than the place you are to start connecting with the world you want to be in”. Di bab ini, Austin juga menyarankan kita untuk travelling, jika kita mampu melakukannya. Dengan berpetualang di kota/negara lain, kita akan bisa melihat dunia dengan cara yang baru, dengan ini, otak kita akan bekerja lebih keras dalam menjadi kreatif. Saya tidak tahu apakah Kang Maman suka travelling. Tapi saya rasa, Kang Maman melakukan apa yang disarankan Austin, “Leave Home”, ketika menjalankan “Kang Maman Production”. Bukan tidak mungkin yang membutuhkan jasa Kang Maman itu mengadakan hajatan di kampung sebelah.

8. Be Nice (The World Is a Small Town)

“The best way to vanquish your enemies on the Internet? Ignore them. The best way to make friends on the Internet? Say nice things about them”, adalah bocoran berikutnya. Dan ketika saya mengklik “load more” di kolom komentar, saya mendapati Kang Maman merespon beberapa komentar. Kebanyakan komentar yang direspon oleh Kang Maman adalah komentar yang meminta Kang Maman untuk membuat video untuk mereka. Komentar-komentar lain yang bernada negatif, tidak mendapatkan respon sama sekali dari Kang Maman. Saya juga melihat beberapa kali Kang Maman berterima kasih untuk pujian yang dia terima. Saya tidak heran kalau suatu hari nanti Kang Maman menjadi Duta Internet Baik, if someone decided to make one. Ada tips lanjutan yang harus kamu tahu untuk menghindarkan diri dari enemies or haters, “If you ever find that you’re the most talented person in the room, you need to find another room”.

9. Be Boring. (It’s the Only Way to Get Work Done).

“The solution is really simple: Figure out what time you can carve out, what time you can steal, and stick to your routine. Do the work every day, no matter what. No holidays, no sick days. Don’t stop”. Saya tidak tahu apakah Kang Maman menghabiskan waktunya di depan layar komputer setiap hari. tapi, melihat video-video Kang Maman, sepertinya Kang Maman stick to his routine. And no matter what, no matter how many genre of videos or style of cover a song in this world, Kang Maman stick to his style. Saya tidak melihat bentuk video lain di halaman akun YouTube milik Kang Maman ini.

10. Creativity Is Subtraction

“In the end, creativity isn’t just the things we choose to put in, it’s the things we choose to leave out. Choose wisely. And have fun”. Ini tips yang saya garis bawahi di bab ini. Tidak akan saya hubungkan dengan Kang Maman, tapi kamu boleh saja mencoba menjelajahi sisi kreatif kamu dengan memilih untuk “put in or leave out” Kang Maman’s style of making videos, if you are a video or movie maker.

Di akhir bukunya, Austin juga memberi to-do list buat kamu yang masih bingung untuk melakukan apa yang membuat saya merasa seperti sedang membaca sebuah diary. Austin ini anaknya baik sekali.

Ini dia to-do list untuk kamu yang kreatif :

  • Talk a walk
  • Start your swipe file
  • Go to the library
  • Buy a notebook and use it
  • Get yourself a calendar
  • Start your logbook
  • Give a copy of this book away
  • Start a blog
  • Take a nap

Sekarang, kita semua bisa sama-sama mencuri, to be a better artist, bukan untuk dipukuli penjaga pos ronda atau meninggalkan rasa sakit hati di orang-orang yang kehilangan seperti saya. By the way, kamu bisa hubungi saya kalau mau menagih to-do list ketujuh dari daftar di atas, karena itu adalah permintaan dari Austin yang baik hati.