oleh: Eka Besse (@ekbess) | Camane Craft (IG: @camanecraft)

Kamu pernah coba mencari tahu tentang sejarah kertas? Saya pernah dan mendapat banyak versi. Saya lalu memilih untuk mempercayai semuanya namun tidak 100%. Dalam banyak referensi dikatakan bangsa Cina-lah yang pertama kali menemukan kertas. Maka berubahlah dunia, tak ada hambatan mencatat banyak hal. Masyarakat Nusantara pun ikut beralih bahan mencatat banyak hal dari daun lontar ke kertas.

Hal yang menyenangkan bagi saya yang memiliki profesi sebagai pengrajin adalah ketika bisa membagi keterampilan yang pernah saya dapat dari orang lain kepada orang lain. Di katakerja, sejak awal saya membuat kelas yang saya beri nama ‘Recycle and Craft Day’. Beberapa bulan sebelumnya rutin setiap hari Sabtu.

Namun mulai bulan September ini, saya juga membuat kelas belajar Bahasa Bugis yang diberi nama ‘Kelas Aksara Lontara’. Sehingga jadwal saya bagi dua. Di minggu pertama dan ketiga saya mengisi Kelas Aksara Lontara, sedangkan di minggu kedua dan keempat waktunya mengisi Recycle and Craft Day.

Nah pada hari Sabtu tanggal 13 September 2014, saya memilih membagi cara mendaur ulang kertas di katakerja. Sudah cukup lama saya tidak melakukan kegiatan itu. Sudah cukup lama tidak mengaduk-aduk bubur kertas sambil membayangkan bagaimana kertas pertama kali ditemukan dan menebak-nebak siapa si penemu kertas yang sebenarnya.

Ya, semacam itu yang ada di pikiran saya tiap kali mendaur ulang kertas. Saya tidak muluk-muluk punya misi menyelamatkan bumi dengan mendaur ulang banyak sampah. Saya hanya benci melihat sampah di mana-mana, paling tidak sampah yang saya hasilkan sendiri bisa saya daur ulang, itu sudah cukup.

Oke, selanjutnya bagaimana cara mendaur ulang kertas versi saya? Sebab jika mencari cara mendaur ulang kertas juga ada bermacam-macam versi. Saya mengikuti cara yang diajarkan di PPLH Puntondo Takalar dan Yayasan Wisnu yang memiliki unit usaha daur ulang kertas di Bali.

Baiklah, berikut langkah-langkah mendaur ulang kertas saat Recycle and Craft Day kemarin.

1. Siapkan Alat dan Bahan membuat kertas daur ulang

Bahan paling utama tentu saja kertas yang siap didaur ulang, bisa koran atau kertas HVS bekas, intinya tidak mengandung plastik. Kemudian air untuk merendam kertas setelah disobek kecil-kecil.

Alat yang perlu disiapkan adalah penyaring berbentuk screen. Saya sendiri memilih menggunakan screen sablon yang bisa ditemukan di toko-toko alat sablon. Pilih screen sablon untuk baju, bukan untuk kertas. Karena pori-pori di screen sablon kertas terlalu rapat, sehingga ketika akan memisahkan air dari kertas butuh waktu lebih lama.

Siapkan pula bingkai yang ukurannya sama dengan screen sablon. Selain itu wadah air yang lebih besar dari screen sablon sehingga ketika mengambil bubuk kertas nantinya akan mudah. Juga kain belacu dengan alas papan, triplek atau kaca.

Untuk lebih jelas proses pembuatannya, simak gambar di bawah saja yah, Gais.

2. Hancurkan kertas menggunakan mesin blender agar lebih cepat.

Lebih bagus lagi, kertas direndam dulu selama satu malam atau lebih agar mudah hancur. Selanjutnya kertas dihancurkan menggunakan batu cobek atau mesin blender.

DIY-Paper-01

3. Masukkan bubur kertas yang sudah dihaluskan ke dalam baskom berisi air.

DIY-Paper-02

4. Saring bubur kertas menggunakan penyaring beserta bingkainya sehingga bisa membentuk persegi empat. Setelah airnya berkurang, pisahkan bingkai.

DIY-Paper-03

4. Selanjutnya, letakkan kertas yang sudah disaring ke atas kain.

DIY-Paper-05

5. Serap sisa air di belakang screen menggunakan spons.

DIY-Paper-05a

6. Kemudian angkat screen, kertasnya siap dijemur. Setelah kertasnya kering, bisa disetrika terlebih dahulu agar lebih rapi dan siap digunakan.

DIY-Paper-1

 

Selamat mencoba!