Sebelum membaca tulisan ini, hindarkan pikiran kamu tentang apa itu cinta. Sebab, untuk menuliskan cinta, konon butuh usia 80 tahun. Lagipula, cinta dan pacaran seringkali adalah dua hal yang sangat berbeda.

Pacaran, sebagaimana hubungan lainnya, selalu ada proses untuk saling menguasai. Persoalan menguasai tentu saja ahlinya adalah negara. Dan negara yang paling menguasai adalah (tentu saja kita sepakat menyebut) Amerika Serikat. Negara Adikuasa.

Avram Noam Chomsky, Profesor Linguistik yang kerap mengkritik kebijakan luar negeri AS lalu menulisnya ke dalam berbagai judul buku. Salah satunya, Media Control: The Spectacular Achievements of Propaganda (Dalam Bahasa Indonesia, memiliki beragam judul. Salah satunya, Kuasa Media terjemahan Nurhady Sirimorok)

Dalam buku tersebut, Chomsky mengupas cara AS menjaga kelanggengan kekuasaan dengan memanfaatkan pengaruh media. Ada tiga hal utama yang menjadi poin penting AS menjaga kekuasaannya: Memelintir sejarah, menemukan musuh bersama, dan propaganda.

Lalu, bagaimana menerapkannya ke dalam hubungan asmara?

 

1. Memelintir sejarah

Dengan memanfaatkan media, AS memelintir sejarah. Mencitrakan diri kepada rakyat mereka. Kejadian-kejadian masa lalu yang melibatkan AS seolah menjadi tanda mereka adalah bangsa yang besar. Contohnya, Perang Vietnam. Mereka melakukan invasi dengan alasan menjaga perdamaian dunia dari ancaman komunis.

Tujuannya, agar terbentuk rasa cinta tanah air. Kebanggan memiliki.

Kebanggaan memiliki, juga bisa kamu ciptakan dengan memanipulasi cerita-cerita di masa lalu kepada kekasihmu. Contohnya, kamu bisa memulainya dari bekas luka yang ada di tubuhmu. Ceritakanlah, bahwa bekas luka tersebut kamu peroleh dengan cara-cara heroik. Misalnya, jatuh dari pohon gara-gara menolong temanmu mengambil layang-layangnya yang tersangkut. Media terbaik yang bisa kamu gunakan adalah orang-orang dekatmu atau orang-orang dekat kekasihmu. Kekasihmu akan lebih mudah percaya kepada cerita mereka dibanding jika kamu sendiri yang menceritakan.

2. Musuh bersama

“Musuh yang sama adalah perekat yang paling erat.” Seperti itulah AS menyatukan rakyatnya dalam mendukung kebijakan-kebijakan pemerintahan. Segala perbedaan maupun pertentangan internal akan hilang ketika hadir musuh bersama. Mulai dari komunis hingga pihak-pihak yang kemudian disebut teroris dijadikan musuh bersama.

Hubungan asmara juga penting untuk memiliki musuh bersama. Bagaimanapun, banyak perbedaan yang akan mengganggu. Misalnya, hobi atau tempat-tempat favorit yang bisa mengganggu lancarnya hari-hari berpacaran.

Musuh bersama, membuat kekasihmu akan kehilangan fokus kepada perbedaan-perbedaan tadi. Dan, musuh bersama yang paling dekat dan paling mudah ditemukan adalah mantan.

3. Propaganda

Sejak Perang Dunia I, AS mulai melakukan propaganda. Tujuannya pada waktu itu adalah mendapatkan dukungan dari rakyat untuk ikut terlibat ke medan perang. Kekuatan propaganda AS mampu mengubah orang-orang dari membenci menjadi haus perang. Melalui media, propaganda “dukunglah pasukan kita!” mampu menghipnotis rakyat AS untuk ikut ambil peran ke medan perang.

Propaganda harus dilakukan berulang-ulang agar tertanam di dalam alam bawah sadar. Seperti kata Adolf Hitler, salah satu musuh AS, “kebohongan yang diceritakan berulang-ulang akan menjadi kebenaran”

Propaganda dalam hubungan asmara adalah kunci. Tanpa propaganda, memelintir sejarah dan menemukan musuh bersama hanyalah mimpi.

Lakukanlah dengan American style. Buatlah demokrasi hanya menjadi posesif yang halus. Gunakan propaganda-propaganda yang lembut agar kekasihmu patuh tanpa harus terpaksa. Sebab, paksaan kadangkala berujung revolusi.

*

Jika ketiga poin di atas tercapai, “Dukunglah pasukan kita!” akan berubah menjadi “Dukunglah hubungan kita!” Kamu akan leluasa memainkan variasi seperti yang disebutkan Chomsky, “Create problems, then offer solution.” Membuat masalah yang telah kamu ketahui solusinya akan membuatmu terlihat sebagai seseorang yang bisa diandalkan. Atau, variasi lain seperti, “Go to the public as little child.” Tunjukkan kepada kekasihmu bahwa kamu adalah pihak yang teraniaya. Hal tersebut akan membuatnya membelamu seperti dia sedang membela anak-anak dari intimidasi orang dewasa.

Membaca Kuasa Media Noam Chomsky akan membuat kamu berpikir bahwa media dan penguasa adalah dua hal yang sama. Media tidak lebih dari hasil rekonstruksi terhadap kenyataan untuk kepentingan kekuasaan.

Tapi, setelah membaca tulisan ini, kamu boleh berpikir bahwa Noam Chomsky telah turut serta mengurangi populasi jomblo. Atau, jangan-jangan, kamu telah berpikir bahwa pacaran adalah salah satu propaganda penguasa menghindarkan generasi muda dari isu-isu sosial politik yang terjadi di tengah-tengah kita. Wassalam []

Image Credit: Is The Man Who Is Tall Happy? by Michel Gondry