Oleh: Pry S. ( @zacprys )| Foto: Muhammad Adiansa & Doohan Kusuma

Perkenalkan Hopewasteland, duo pop asal Jakarta beranggotakan Khairina Apsari (vokal) dan Nur Fitrah (komposer). Dibentuk pada 2015, band ini resmi merilis self-titled EP berisi 4 track yang memadukan soft-pop, ambient dan instrumental dalam balutan narasi puitik berbahasa Indonesia yang kontemplatif. EP ini pertama kali dirilis pada perhelatan Sunday Afternoon with Kelas Mocca di Teras Benhil, Jakarta pada 29 Mei kemarin. Dan, secara eksklusif bisa diunduh legal melalui situs Ripstore.Asia di tautan berikut: http://release.ripstore.asia/hopewasteland.

Hopewasteland sendiri berawal dari project personal Fitrah yang mengawali karirnya sebagai additional keyboardist untuk Everybody loves Irene dan kini aktif mengisi keyboard di Sir Lommar John dan Nick, dua band yang juga tengah memproduksi album. Mengisi waktu produktivitas dan kegiatan sebagai pengajar musik di salah satu sekolah dasar di daerah Cinere, Fitrah mulai menggarap Hopewasteland sebagai cerminan kreativitas dan idealisme pribadinya dalam bermusik. Ia lantas menemukan Karin, sosok murid bersuara merdu yang kelak melengkapi berbagai komposisi musik miliknya saat Fitrah aktif mengajar di SMA 47 Jakarta.

Pertemuan Fitrah dan Karin saat itu memang tak langsung melahirkan Hopewasteland. Acara Sunday Afternoon with Kelas Mocca jadi pemicu semuanya, yang kebetulan mereka menjadi peserta pada kegiatan itu. Dalam acara tersebut, mereka diharuskan membawakan 3 lagu, dengan 1 cover song Mocca. Padahal sebulan sebelum acara berlangsung, mereka baru memiliki satu lagu. Di masa inilah lagu Bisu Samar lahir, sambil merancang rencana untuk merilis album penuh di tahun depan. Namun, Karin sendiri belakangan mendapat kabar bahwa ia diterima di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dan harus menginggalkan Jakarta selama masa studinya.

Tak hendak kehilangan momen, keduanya bersepakat untuk merilis 4 lagu sebagai debut mini album Hopewasteland tepat di acara Sunday Afternoon with Kelas Mocca tersebut. Sedangkan proses perekaman Hopewasteland EP dilakukan di dua tempat, seluruh instrumen direkam di rumah Fitrah, kecuali drum dan vokal direkam di Kakanuks Studio. Mixing dan mastering pun dilakukan sendiri oleh Fitrah. Untuk pengerjaan kemasan EP,  logo Hopewasteland dikerjakan oleh Apta Gunottama, foto band oleh Muhammad Adiansa & Doohan Kusuma dan artwork oleh Nur Fitrah Hidayat.

Meski saat ini keduanya tak lagi tinggal satu kota, rencana untuk melepas album penuh tahun depan tentunya tak lantas surut. Sambil terus menggarap materi-materi baru, Hopewasteland EP adalah debut perkenalan mereka kepada publik pecinta musik di Indonesia.

Hopewasteland_Jakarta_personnel_Revius

Hopewasteland, duo pop asal Jakarta beranggotakan Khairina Apsari (vokal) dan Nur Fitrah (komposer).

Mendengarkan materi debut Hopewasteland ini seperti mengembalikan memori saya ke masa SMP pada sosok Fe dan Therry, duo musisi yang membentuk Jingga pada 1995 dan bubar tahun 1997. Saya masih bocah polos saat itu. Hits single mereka, Tentang Aku yang interlude khasnya diisi oleh cabikan Eet Syahrani itu jadi top request di mana-mana. Konsepnya yang unik dan segar yang kebanyakan digarap secara programming memang memancing perhatian teman-teman di komplek yang sedang gandrung-gandrungnya ngeband. Dirilis oleh CeePee Records, album Tentang Aku lahir dari tangan dingin Budhi Bidun. Tak heran kalau karya legendaris yang berisi 9 lagu ini semuanya enak-enak dan pantang di skip dari track ke track berikutnya.

Tanpa bermaksud membandingkan (toh, Jingga sudah pada faktanya cuma mampu jadi one-hit wonder), mini album self titled Hopewasteland yang baru rilis ini, boleh jadi adalah reinkarnasinya dalam kemasan yang asyik, eksploratif, dan lebih instrumental. Apalagi liriknya sama ditulis dalam bahasa Indonesia dan lebih puitik.

Kena tanggung memang, hanya 4 lagu. Tapi bolehlah sebagai perkenalan bagi Hopewasteland. Semoga band ini panjang umur. saya sangat menunggu rilisan album penuhnya yang gosipnya baru bakal rilis tahun depan.

HOPEWASTELAND EP:

1. L/Mono (Instrumental)
2. Walau Hitam Tiada Suram
3. Bisu Samar
4. Magnifique (Instrumental)

Ikuti  pula Hopewasteland di SoundCloud: http://soundcloud.com/hopewasteland dan informasi yang lebih rinci, silakan menghubungi: hopewasteland@gmail.com serta Ripstore.Asia di Twitter: @Ripstore dan Facebook: Ripstore.Asia


Baca tulisan lainnya

Death Metal dengan Sentuhan Futuristik dari Nocturnal Victims

Meluluhkan Seluruh Daya dalam lagu terbaru dari Suhu Beku

Sebuah Observasi dan Motivasi dalam video Non Observance milik Theogony

Filastine dan Sebuah Proyek Pembebasan

Perjalanan Rasa dan Pikiran Christabel Annora