Sumber foto: Eddington ( @eddingtonofphi )

Sebagai penikmat musik, saya senang sekali bila mengetahui ada video musik terbaru yang dirilis resmi oleh musisinya. Termasuk video musik para musisi Makassar yang diproduksi bersama para penggiat film Makassar yang selalu punya daya kreatif yang luar biasa. Beberapa yang sempat saya saksikan di antaranya Iip – Hukum Kekekalan Tawa, The Hotdogs – Ganjasmara yang disutradarai oleh Deli Luhukay, Bad Wolves – Freedom, Melismatis – Autisme, Dead of Destiny – Close to Death yang keduanya diproduksi oleh Timur Pictures dan video musik Survival milik Paniki Hate Light, unit post-hardcore Makassar, yang diproduksi bersama Bhamboe Films tahun lalu.

Di semester pertama tahun 2016, video musik musisi Makassar yang saya baru ketahui akan dirilis adalah Bodytalks dari Eddington. Kebetulan saja, saya mengetahuinya dari informasi yang tertera di poster Physical Record Fest(PRF). Saya sempat beranggapan video musik ini akan diputar bersamaan ketika mereka tampil membawakan lagunya di panggung PRF. Ternyata dugaan awal saya meleset. Video musik tersebut ternyata tidak diputar berdasarkan pengamatan saya pada hari itu. Untung saja pada keesokan harinya, saya mendapatkan cuitan di media sosial yang berisi link video mereka di YouTube. Nah!

Saat pertama kali menyimak Bodytalks, nuansa hitam putih sangat jelas melingkupi isi videonya. Para personil Eddington yang terdiri dari Asnur (vokal), Akbar Gazali (gitar), Agussalim (bass), dan Noah (drum), juga tampil beradegan memainkan alat musiknya masing-masing. Walau saya tetap bingung dengan makna atau pesan yang ingin disampaikan. Sempat terbersit dalam imajinasi saya melihat sosok Asnur yang menyerupai Ian Curtis sedang berbaur dengan tokoh utama di The Holy Mountain milik Alejandro Jodorowsky dalam video musik ini. Sampai berselang enam hari dari pertama kali dirilis, saya akhirnya mendapatkan penjelasan resmi tentang Bodytalks dari Eddington dan pihak manajemen mereka.

Menurut penjelasan tersebut, Bodytalks (malah mengingatkan saya pada judul lagu Radiohead, Bodysnatchers) diambil dari album bertajuk Minimalism yang akan dirilis pula tahun ini. Video musiknya yang disutradarai oleh Guril Rismar ini mengambil lokasi pengambilan gambar dalam gedung tua sekitaran daerah Panakukkang di Makassar dan memakan waktu selama 2 hari. Ternyata warna hitam putih tidak dipilih begitu saja. Tetapi, untuk mendukung visual yang “gelap” samar dan menampilkan kesan erotis.

Video musik yang berdurasi tiga menit delapan detik ini menampilkan sosok wanita bertopeng dengan hanya mengenakan parka hitam dan nyaris topless saat disorot cahaya lampu dari belakang disertai beberapa scene dari setiap personel yang ditampilkan secara acak dengan menggunakan efek futuristik dan kepulan asap dimana-mana. Model video sosok wanita bertopeng ini digunakan sebagai representasi dari kemunafikan.

Saat ditanyai mengenai konsep, Asnur mengatakan bahwa, “Pesan kemunafikan dalam Bodytalks disematkan ke dalam gestur atau gerakan tubuh yang berpotensi timbul dari sisi gelap setiap orang”. Ia juga menambahkan, “Bukan berarti wanita adalah simbol kemunafikan. tetapi, kami juga hanya menyesuaikan kebutuhan dari sutradara,” tuturnya lagi. Video musik ini pun sempat diulang karena dianggap terlalu vulgar beberapa scene dan memakan waktu yang lebih lama dalam proses penyelesaiannya.

Setelah menyimak Bodytalks secara audio visual, saya optimis ini menjadi pertanda karya-karya Eddington yang semakin kelam dan gelap dalam nuansa post-punk di album Minimalism nantinya. Entah bagaimana corak-corak post-punk apa saja yang mereka tampilkan. Di luar dari itu, saya merasa video musik Bodytalks cukup mampu merangkum pesan kemunafikan yang ingin ditampilkan. Alih-alih saya pun sepakat dengan Eddington tentang makna video musik ini secara singkat: menerawang  lebih dalam, menuju sisi gelap manusia. []


Baca tulisan lainnya

Selebrasi Monumental dan Sentimentil di Penghujung April

Jalan Menuju Terang

Musik Untuk Hari yang Lebih Cerah

Beragam dalam Satu, Kumpul di Timur!

Momen Istimewa untuk Rilisan Musisi Makassar