Ilustrasi: Aisyah Azalya ( @syhzly )

Rara menutup buku yang tengah dibacanya sambil menghela napas berat. Direbahkan tubuhnya ke kasur, lalu berguling kesal. Isi buku itu menyebalkan sekali! Teriaknya dalam hati. Ternyata buku yang dia baca menceritakan tentang pengalaman cinta pertama seorang gadis yang bertepuk sebelah tangan bertahun tahun namun berakhir bahagia.

Rara begitu benci dengan kata cinta pertama, mengingat sejarah cinta pertamanya yang tidak kesampaian. Padahal Rara bertahan lebih dari lima tahun, tetapi pria yang diliriknya tidak pernah menyambut perasaan atau tepanya mengetahui perasaan Rara.

Rara menggerutu dalam hati, “memangnya saya kurang kasih sinyal apa ke kamu? Dasar bodoh!”

Rara melampiaskan amarahnya pada bantal-bantal yang tidak bersalah sampai bantal memenuhi lantai kamarnya. Rara mengambil hapenya yang tergelatak di lantai lalu membuka galeri. Galeri baru saja terbuka saat sebuah sms masuk. Sms dari doi yang isinya:

Rara nonton, yuk.

Seketika Rara merasakan jantungnya bekerja lebih cepat dan paru parunya berhenti bekerja. Keringat memenuhi pelipisnya dan tangannya bergetar saat ingin membalas sms doi.

***

Cinta pertama memang terasa berbeda sekali, bukan? Bukan berarti yang pertama adalah yang paling indah, tetapi yang paling pertama begitu spesial karena menjadi pengalaman pertama. Pengalaman pertama selalu memiliki euforianya sendiri sehingga walaupun sebentar akan selalu dikenang. Entah karena itu konyol ataupun manis. Bahkan Albert Einstein berkata,

“How on earth are you ever going to explain in terms of chemistry and physics so important a biological phenomenon as first love?”

 

Bagaimana cerita cinta pertama kamu? Simak beberapa pengalaman cinta pertama di bawah ini.

 

Edisi kenalan  lewat Facebook

“Maksudnya gimana mbak? Jadi mbak jadiannya lewat facebook?” tanya saya bingung kepada mbak yang lagi asik makan bakso di samping saya.

“Ya nggak lewat Facebook juga sih mbak. Dulu di jaman SMP kan facebook lagi ngetren ngetrennya tuh, nah saya ketemu dia di facebook berlanjut di sms. Sebulan sms sambil chat melalui facebook ya kita jadian. Padahal nggak pernah ketemu tuh, mbak. Eh ketemunya pas minggu ketiga setelah jadian. Ternyata dia nggak seganteng fotonya.” Jelas si mba panjang lebar mengehentikan suapannya sejenak.

“Nah setelah itu gimana, mbak?”

Si Mbak menghabiskan suapan terakhirnya sebelum menjawab, “Yah, seminggu setelahnya kita putus, karena dia cemburu sama sahabat saya, padahal saya sudah ngejelaain kalau saya nggak ada apa-apa sama sahabat saya itu. Sempat galau juga, sih. Tapi kalau sekarang diingat lagi, jadi geli sendiri.” Katanya sambil tersenyum menahan tawa.

 

Galih dan Ratna Versi Nyata

“Makanya nak, kalau pacaran itu jangan ganti-ganti. Liat mama sama papamu.” Nasehat mama saat saya sedang galau putus cinta.

“Loh, memangnya mama sama papa gimana?”

“Ya papamu itu cinta pertama dan terakhir mama dong. Mama dulu pacaran sama papamu itu setelah dikenalkan sama nenekmu. Awalnya mama nggak mau tuh, soalnya gaya papamu nggak tipe mama banget. Secara mamamu ini kan juga anak gaul di jamannya.” Semakin tua mama semakin narsis sepertinya.

“Tapi kok ujung-ujungnya mau?” godaku.

“Yaa karena papamu serius, rajin ngapel kalau malam sambil bawa komik komik silat temenin mama ngerjain tugas. Yaa akhirnya gitu deh..”

 

Ge-er Membawa Petaka

“Haha gimana maksudnya geer membawa petaka?” tawaku tidak bisa saya tahan saat mendengar cerita Ita.

“Yah saya diketawain, kamu gimana sih sudah janji nggak bakal ketawa malah ketawa gede begitu.” Ujar Ita sambil memonyong-monyongkan mulutnya ngambek. saya yang sejak tadi sudah sakit perut menahan tawa malah semakin menjadi.

“Jadi gini, dulu saya tuh waktu SD punya temen, nah dia hobi sms saya tuh. Nanyain kabar terus lagi dimana sama siapa. Ya saya sebagai wanita biasa otomatis geer dong. Belum lagi dia suka traktir saya sama teman saya. Nah suatu hari dia ngajakin saya ke mall tuh jalan, secara jaman dulu anak kecil belum bisa nonton, apalagi film dewasa harus pake ktp. Jadilah saya sama dia main di timezone. Saya geer banget nih, saya pikir dia pasti mau nembak saya. Eh ternyata,” Ita berhenti lalu memperbaiki duduknya dan mengambil hapenya. Aku yang penasaran jadi gemas melihat Ita berhenti bercerita dan merampas hapenya dari tangannya

“Selesaiin dulu dong, Ta. Si Robi juga nggak akan marah kamu telat balas smsnya dua menit.”

“Iya iya sabar. Jadi ternyata si doi malah bilang, Ita bantuin saya yah ngedekatin Dewi. Saya nggak punya cara lain lagi, dia nggak pernah balas sms saya apalagi respon kalau saya ajakin jalan. Kamu satu satunya harapan saya.” Ita meniru cara bicara doi yang otomatis membuat saya terbahak bahak tidak karuan.

“Jadi kamu gimana setelahnya?” tanyaku masih sambil terpingkal

“Ya saya bilang iya lah, tapi boro-boro saya bantuin. Sejak itu saya bahkan nggak mau lagi balas smsnya. Sms dulu masih mahal, coy. Nggak kayak sekarang pake sms gratis.”

 

Keep On Fighting Till The End

“Eh kenapa kamu ketawa ketawa sendiri depan hape? Dari tadi main hape mulu, emangnya lagi line-an sama siapa sih?” ujar saya kesal yang sejak tadi dicuekin gara gara si Darjo nggak berhenti main hape.

“Haha sori sori. Ini si Elin nanyain lagi dimana, dia mau pamit mudik. Nggak sabar banget sih”

“Hah si Elin yang mana?”

“Si Elin anak parawisata sebelah. Kamu lupa atau pura pura lupa sih?”

Saya menepuk kening tidak percaya, “Darjo, kamu pulang pulang habis merantau tiga tahun di kota orang saya kirain sudah bawa gandengan baru. Memangnya kapan kamu jadian sama Elin?”

“Yah belum jadian juga sih, ini masih usaha. Kamu doain makanya” kata Darjo sambil cengengesan. Saya  hanya bisa menganga mendengarnya.

“Darjo, kamu dekatin dia tuh dari kelas dua SMA, tepatnya lima tahun lalu. Dan sampai sekarang kamu masih dalam proses pdkt ? Kamu cinta apa bego sih?”

Darjo tertawa terbahak-bahak, “cintalah. Cuma dia punya komitmen mau fokus nyelesaikan studinya dulu. Belum lagi kitakan merantau ditempat yang sama. Ya saya makin cintalah, jarang jarang kan ada cewek yang tegas sama komitmennya. Contohnya saja kamu, katanya serius pacaran. Nah sejak saya merantau sudah berapa kali ganti pacar, hayo?”

 

Dari beberapa cerita cinta tadi, mungkin ada kisah lain cinta pertamamu yang belum terdeteksi oleh saya. Yuk silahkan bercerita tentang cinta pertamamu di kolom komentar di bawah ini. Feel free to comment! []