Sumber Foto: Nocturnal Victims ( @nocturnalvictims )

Bagi penikmat musik cadas di kota Makassar, sepertinya masih ada yang belum mengenal dan mengetahui band ini, Nocturnal Victims. Band penganut paham death metal yang mempunyai keunikan untuk dibahas lebih jauh lagi. Dalam death metal yang mereka usung, ada sedikit sentuhan technical di dalamnya yang bisa didengarkan dalam lagu mereka, Perceptive Reality atau Pathetic Illusion di SoundCloud.

Saya mengetahui band ini sekitar tahun 2010 karena sering melihat mereka tampil di berbagai acara metal yang diadakan pada waktu itu. Mereka sempat memainkan musik slam ala Waking The Cadaver, kemudian oldschool death metal, hingga sekarang mereka akhirnya memainkan death metal. Menurut Angga, alasan mengapa Nocturnal Victims ini sempat berganti-ganti pola adalah karena mereka masih mencari jati diri dan mencari kenyamanan dalam bermain musik metal. Selain berganti-ganti memainkan beberapa pola sub-genre dari metal, mereka juga sempat berganti-ganti personel sampai akhirnya masuk Ibrahim Ari dan Hidayat.

Pada tanggal 12 Juni 2016, saya akhirnya bisa berbincang langsung dengan para personel Nocturnal Victims. Perbincangan seputar band dan promo album untuk 2016 dari kuintet yang sekarang mantap digawangi oleh Azrul Efendy (Vokal), Farid Anggara (Gitar), Rafly Syam (Drum), Hidayat (Bass), dan Ibrahim Ari (Gitar).  Album promo yang diproduseri oleh Alternative Ext Merch ini saya terima dari sang vokalis, Azrul, di sebuah acara live streaming beberapa waktu yang lalu. Melihat albumnya hanya bertuliskan album promo 2016 pada sampulnya, beberapa pertanyaan lalu muncul menghantui saya.

Terutama tentang nama atau title album promo 2016 mereka yang “tanpa nama”, di mana kebanyakan band-band yang merilis album atau bahkan EP, pasti memberikan nama. Setelah menanyakan hal tersebut, mereka pun menjelaskan bahwa mereka memang sengaja tidak memberi nama atau judul pada album mereka ini. Sesuai dengan apa yang dijelaskan oleh Azrul sang vokalis yang juga bisa dikatakan sebagai leader dalam Nocturnal Victims, bahwa mereka merilis Album ini hanya untuk kepentingan promo semata. Album ini berisi dua lagu baru yaitu Orbis Unum dan Pathetic Illusion, juga satu lagu lama mereka yang dirilis tahun 2012 lalu yang berjudul Perceptive Reality.

Mereka juga sempat merilis lagu yaitu Pathetic Illusion dengan format minus-one tanpa vocal, lalu kemudian merilis kembali lagu yang sama tapi sudah diisi oleh vocal. Hal ini sempat membuat saya bingung. Setelah mengklarifikasi ada apa di balik merilis lagu tersebut sebanyak 2 kali dengan format yang berbeda. Menurut Angga, hal tersebut sengaja dilakukan selain menjadi penanda juga memberikan sedikit efek kejutan yang sempat saya rasakan bahwa Nocturnal Victims tidak mati dalam berkarya juga sekaligus mematenkan pola bermain mereka yang sedikit berubah dari awal mereka terbentuk.

Seiring dengan musik yang diusung, saya melihat ada keunikan pada cover untuk album promo ini yaitu tema latar planetarium atau ruang angkasa yang dikerjakan oleh Azrul. Di skena musik Metal kota Makassar, tema planetarium ini sangat jarang atau bahkan tidak pernah ditemui sebelumnya. Dan ketika saya mendengarkan album promo mereka, saya sudah bisa menerka band death metal seperti Obscura dan Psycroptic yang menjadi influence bermusik mereka. Menurut pengakuan Angga, dalam pembuatan materi lagu Nocturnal Victims, ia lebih berkiblat kepada band-band death metal futuristik dengan sentuhan technical yang menghipnotis seperti Fallujah yang banyak didengarkan oleh Angga, Obscura, Psycroptic, dan The Faceless. Searah dengan terkaan saya. Azrul juga menambahkan bahwa Nocturnal Victims juga sedikit mengambil konsep dari Kataklysm yaitu band metal asal Quebec, Canada. Tema planetarium juga berbanding lurus dengan gaya bermain musik Nocturnal Victims yang suka dengan death metal tapi berbau futuristik.

Nocturnal Victims sendiri sudah merencanakan pembuatan album ini jauh sebelum melakukan proses recording untuk single 2016 mereka pada bulan Februari. Saya juga baru tahu bahwa pembuatan album mereka berawal dari diskusi kecil bersama Fuad, vokalis High Voltage, band Grindcore asal Makassar. Banyak pihak di luar dari personil Nocturnal Victims yang juga turut ambil andil dalam pembuatan promo album ini: Indhar vokalis dari Frontxside, Lhio gitaris dari Unremains, dan yang paling berpengaruh adalah Andri dari Alternative Ext Merch. Pengerjaan album promo ini dimulai dari pertengahan hingga akhir tahun 2015. Dengan masuknya Ibrahim Ari, banyak memberikan warna dan ide baru dalam pembuatan materi lagu-lagu Nocturnal Victims. Album memasuki proses recording pada 13 Februari 2016. Ada sedikit kendala finansial yang menjadi kerikil-kerikil dalam proses pembuatan Album.

Masing-masing personil Nocturnal Victims senang dan bangga dengan album promo ini. Kebanggaan ini juga sangat dirasakan oleh Hidayat, sang bassist.  Ia yang berasal dari Sulawesi Tenggara, lebih tepatnya Kolaka, mengaku senang bisa menjadi bagian dari Nocturnal Victims. Sang drummer, Rafly merasakan ada peningkatan dari segi musikalitas. Nocturnal Victims juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan merilis album, entah itu EP atau full album (Semoga saja full album). Mereka juga menaruh harapan agar musik yang dimainkan oleh Nocturnal Victims ini dapat diterima oleh penikmat musik, khususnya bagi yang gemar dengan musik cadas.

Simak lagu Pathetic Illusion dari Nocturnal Victims berikut ini.


Baca tulisan lainnya

30 Musik Ekstrem yang Beragam

Mengarungi Kegelapan yang Bernyawa

Meneruskan Konsistensi di Jalur Musik Metal

Selebrasi Monumental dan Sentimentil di Penghujung April

Menerawang Lebih Dalam, Menuju Sisi Gelap Manusia