Ilustrasi: Mark Alan Stamaty*

Bagi kalian yang sering atau baru melakukan perjalanan menuju kampung halaman, pasti sudah terbiasa dengan menempuh puluhan ribu kilometer yang dihiasi oleh macet dengan segala kepenatannya, emosi yang bercampur aduk, keringat, debu (bagi pengendara roda dua), dan berbagai macam orang dengan gaya mudik masing-masing. Walau saya tidak melakukan mudik kali ini, namun percayalah, saya juga sudah mengalami hal yang sama.

Namun, yang menjadi masalah bagi saya setelah bertemu dengan keluarga di kampung halaman adalah melakukan perjalanan pulang kembali dengan sejuta beban pikiran yang makin terasa di tiap kilometernya. Tidak perlu saya sebutkan satu per satu apa saja yang menjadi beban, cukup hanya dengan rutinitas sehari-hari mampu menjadi satu pukulan telak di wajah anda.

Apalagi yang mampu menyelamatkan pikiran dari sejuta beban yang meraung ganas bagai singa yang lapar? Tentu saja jawaban pertama adalah musik. Walaupun bersifat temporer, namun sebuah lagu yang disukai, mungkin dari artis atau band ternama dengan dosis yang pas merupakan obat yang mujarab.

Sebagai penikmat musik, khususnya musik cadas bertegangan tinggi, saya akan memberikan delapan lagu dari musisi lokal, nasional, hingga internasional. Tentunya saya akan memulainya dari metal, post-hardcore, rock n’ roll, hingga hip hop. So, fasten your seatbelt!

1. Slayer – Repentless

Untuk lagu yang pertama, biasanya disematkan sebagai pilihan utama. Dengan senang hati saya sematkan kepada Slayer dengan lagunya yang berjudul Repentless, dari album terbaru mereka yang juga bertajuk Repentless. Salah satu band yang paling berpengaruh di dunia yang juga tidak lepas dari kontroversi di berbagai belahan dunia, juga tidak lepas dari salib terbalik dan pentagram yang bukan hanya menjadi nilai semantik, Musik thrash metal ala Slayer yang tidak terlalu cepat, lirik yang diteriakkan jelas, permainan gitar yang tegas, dan dentuman drum yang ganas mampu mengusir kejenuhan anda setidaknya sampai di 100 km pertama menuju rutinitas sehari-hari kalian. Sebagai tambahan, lagu ini tidak cukup didengarkan hanya sekali.

2. Destruction – We Are The Road Crew (Motorhead Cover)

Tensi yang terasa tinggi di jalanan sulit mengalahkan raungan distorsi dari Destruction, band thrash metal asal Jerman, yang meng-cover We Are The Road Crew milik band heavy metal/rock n’ roll, Motorhead. Tidak banyak yang berubah dari versi aslinya selain tempo yang meningkat, vokal yang cenderung tinggi, dan permainan gitar dan drum yang lebih bergemuruh. Jika kalian ingin musik keras dan cepat, dengan vokalnya yang provokatif, lagu ini adalah jawabannya. Silakan mendengar lagunya di sini.

3. AC/DC – Highway To Hell

Hey mama! Look at me! I’m on my way to the promise land. Ya, kalian sedang menuju ke neraka kalian masing-masing setelah merasakan manisnya surga liburan. Bagi sebagian orang, lagu ini tentunya sudah tidak asing di telinga mereka. Tapi tenang, lagu ini (mari mendengarkan lagunya di sini) tentu saja tidak memperburuk suasana, pikiran, dan jiwa kalian namun sebaliknya. Ditambah dengan luapan semangat yang diiringi musik hard rock!

4. Slipknot – Psychosocial

Jujur saja, lagu ini menjadi pilihan yang tepat dengan dosis yang pas kalau kalian ingin musik cadas, dengan part clean vocal yang tegas, solo gitar yang padat, dan breakdown yang memantik semangat! tidak banyak yang saya dapat katakan, lagu ini juga adalah salah satu favorit saya dan kalian semestinya mendengarkan lagu ini saat melakukan perjalanan.

5. Juicy J, Wiz Khalifa, & TGOD Mafia – Hit Me Up

Sebagai penikmat distorsi, saya juga masih manusia yang tak mampu luput dari kesalahan. Tunggu dulu, lagu ini bukanlah sebuah kesalahan. Saya pun perlu beristirahat mendengarkan raungan distorsi selama perjalanan. Beat dan bass– nya sudah membuat saya terjebak dalam halusinasi bahwa saya ini adalah seorang negro yang dipenuhi tato, jam tangan berlian, kalung dan gigi emas, mempunyai banyak wanita, juga uang. Nikmatilah beat dan bass beserta halusinasinya. Cukup membuat kalian melupakan rutinitas yang menanti.

6. Divide – Downfall: The Beginning

Apakah kamu suka dengan post-hardcore dengan vokal yang bisa dinikmati sambil bernyanyi atau hanya sekadar menghayati lirik? Lagu ini adalah jawabannya. Semangatnya sangat terasa, apalagi di pertengahan lagu, dengan clean vocal yang semakin bergairah. Setidaknya lagu ini mampu menghantar penat keluar dari kepala kalian selama melakukan dalam perjalanan.

7. Seringai – Dilarang di Bandung

Tak peduli setinggi apa tensi yang anda rasakan di jalanan, lagu ini mampu meredam dan membuat sisi liar kalian keluar seiring lagu ini berkecamuk dan menghantam kewarasan kalian. Dilarang di Bandung adalah lagu yang menawarkan high octane rock yang mampu menjadi sahabat anda untuk memacu kendaraan kalian lebih cepat lagi. Dengarkan lagu di sini.

8. Dead Of Destiny – Menghujam Peluru

Kuintet metalcore asal Makassar semakin membuktikan kemampuan mereka dalam membuat lagu metal yang bagus. Menghujam Peluru menurut saya bila bukan hal yang berlebihan, dapat disejajarkan dengan lagu dari band-band metalcore Nasional bahkan Internasional. Dentuman drum, permainan gitar dan bass yang ganas, vokal yang berani dan tegas, cukup membuat anda mengangguk-anggukkan kepala atau bahkan memutar kepala anda di balik kemudi. Lagu ini memacu hormon adrenaline anda untuk menikmati perjalanan. Selengkapnya, baca ulasan albumnya di sini.

***

Itulah delapan lagu pilihan saya untuk menemani kalian dalam melakukan perjalanan sebelum bertemu rutinitas yang memuakkan. Dosis kalian dan saya dalam menikmati musik tentu saja berbeda, namun tidak menutup kemungkinan adanya kesamaan. Hati-hati selama berkendara, jangan ugal-ugalan dan membuang sampah di jalan!

*Mark Alan Stamaty adalah ilustrator dan kartunis berkebangsaan Amerika Serikat. Silakan mengunjungi situsnya di sini.


Baca tulisan lainnya

6 Lagu Musisi Makassar tentang Kemenangan

10 Lagu yang Bisa Kamu Siapkan ketika Hujan Turun

7 Jenis Musik yang Harus Dihindari Ketika Berlari

Musisi Indie Makassar Favorit

30 Lagu Musik Ekstrem yang Beragam

Yang Terpelajar, Yang (Seharusnya) Menghargai Musik

Lagu itu Bernilai Lebih dari Sekadar Komposisi