Desain Komunikasi Visual. Itu makhluk seperti apa?

Pertanyaan ini mengawali kuliah umum dengan tema Persepsi Masyarakat dan Eksistensi Desainer di Auditorium Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM) kemarin siang (22/03) oleh Azis Said.

Azis yang merupakan alumnus program magister seni rupa dan desain Institut Teknologi Bandung mengaku bahwa pentingnya membagi ilmu adalah salah satu hal yang mendorong dia untuk mengadakan kegiatan ini. Selain itu, dari data yang dirilis oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) menyebutkan bahwa negara menghabiskan 97 triliun untuk periklanan. Dan 200 triliun telah dihasilkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam kuartal pertama tahun 2013. Data menyebutkan bahwa uang tersebut didapatkan dari pemanfaatan potensi di bidang Desain Komunikasi Visual  (DKV).

5

Dalam kuliah umum ini, Azis Said membagi tiga materinya. Yang pertama adalah Desain, kedua adalah Komunikasi, dan yang ketiga adalah Visual. Semua materi ini dibahas secara mendetail dengan merunut satu persatu definisi ketiga kata tersebut menurut para ahli. Dan proses pendefinisiannya dibagi dalam tiga kategori, yakni input (masalah), proses (identifikasi analisis sintesis), dan output (hasil akhir). Desain bagi dia adalah manifestasi umat manusia dalam berkebudayaan dan menjadi ciri peradaban manusia. Keberadaan desain dalam tiga kategori bidang pengetahuan, yakni ilmu, teknologi, dan seni tidak dapat dipisahkan.

desain

Yang menarik, ketika alumnus desain interior Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menegaskan bahwa cara memamerkan karya desainer berbeda dengan cara memamerkan karya seniman murni dan kontaminasi ini sebaiknya dihindari. Mengingat, persepsi di masyarakat tentang desainer adalah mereka yang memiliki skill bagus dalam menggambar, dan ahli corat coret. Padahal, desain menurutnya adalah proses perancangan/perencanaan yang melibatkan kreatifitas manusia untuk membuat sesuatu/sistem yang berdaya guna bagi manusia. Dua hal penting mengenai posisi desainer menurut Azis, yakni pengikut selera masyarakat dan pembentuk selera masyarakat.

dkv2

Selama dua jam, apa yang telah dijabarkan dosen FSD UNM ini, membuat alis saya harus berkerut dalam memahami tiap-tiap penjelasan. Sebab, bahasa yang digunakan adalah bahasa yang menurut saya sedikit berat, ditambah lagi dengan teknik berpikir desain yang coba diajarkan. Namun setidaknya, dari kegiatan ini dapat menjadi pemicu untuk mengadakan diskusi-diskusi terkait dunia DKV di Makassar. Mengingat hal ini memang adalah hal baru di Indonesia Timur pada umumnya dan Makassar pada khususnya.