Foto: Herman Pawellangi ( @chimankorus ) & M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )
Teks: Achmad Nirwan ( @achmad_nirwan )

Soundsations Indiealism Music Fest yang digelar di Pantai Akkarena pada hari Sabtu (23/5) pekan lalu, merupakan festival musik yang  menampilkan delapan grup musik Indonesia yang berasal dari Bandung, Jakarta dan Makassar. Delapan grup musik tersebut adalah Burgerkill, Deadsquad, White Shoes and The Couples Company, Galarasta, Melismatis, Paniki Hate Light, Ska With Klasik dan Tabasco. Selain itu ada pula penampilan dari band-band yang berkesempatan tampil setelah memenangkan kompetisi Local Band Challenge sepekan sebelumnya, antara lain Chicken Fighter, Fisick Down dan Supernova.

Melihat line-up yang ditampilkan dalam Soundsations Indiealism Music Fest ini merupakan band-band yang merilis karyanya sendiri melalui jalur independen, tampaknya langkah besar para musisi-musisi indie Indonesia bakal semakin berkibar di panggung musik nasional karena semakin diminati oleh penyelenggara atau promotor musik dalam menyukseskan gelarannya.

Kata indiealism dari Soundsations Indiealism Music Fest juga terlihat menarik di mata saya, karena merupakan kombinasi dari indie dan idealism. Indiealism semakin menegaskan makna bahwa gelaran ini merupakan panggung utama para musisi indie yang berkibar dengan idealisme musiknya masing-masing tanpa mengikuti tren musik yang sekarang.

Soundsations Indiealism Music Fest di kota Makassar tidak hanya menampilkan gelaran musik semata. Stand-stand penggiat kreatif kota Makassar pun meramaikan gelaran yang dimulai pukul 14.00 WITA hingga menjelang tengah malam ini. Mulai dari merchandise booth, painting and graffiti corner bahkan barber shop ada di sekitar area Soundsations Indiealism Music Fest.

Terkhusus di Makassar, pergerakan musisi di kota ini menurut hasil riset ekonomi kreatif oleh Tanahindie dan British Council, menuju arah dan geliat yang menggembirakan. Pola pemikiran musisi di Makassar dulunya yang cup-oriented, pelan tapi pasti bergeser ke creation-oriented (orientasi kekaryaan/lagu-album sendiri) dengan pola produksi dan distribusi yang berjejaring dengan pelaku ekonomi kreatif lainnya secara independen. Hal ini didukung dengan faktor berkembangnya referensi serta kemajuan teknologi berupa akses informasi yang bisa didapat dari internet dan jejaring media sosial.

Semoga gelaran festival musik seperti ini mampu menjaga asa serta mewarnai panggung-panggung musik di Makassar. Harapannya tidak hanya sekedar selebrasi saja, namun memiliki makna bahwa penggiat seni kreatif Makassar di bidang musik bisa banyak berkarya dengan idealismenya masing-masing dengan ruang alternatif yang disediakan seperti Soundsations Indiealism Music Fest ini.

Untuk melengkapi ingatan kemeriahan atmosfir Soundsations Indiealism Music Fest, mari simak foto-foto dari Herman Pawellangi dan M. Ifan Adhitya berikut ini.

Suasana sore hari yang tenteram di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Suasana sore hari yang tenteram di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Tabasco membuka sekaligus meneduhkan suasana sore hari di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Tabasco membuka sekaligus meneduhkan suasana sore hari di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Galarasta mengajak penonton menjadi anak pantai sejenak dan berteriak "Woo Yoo!" di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Galarasta mengajak penonton menjadi anak pantai sejenak dan berteriak “Woo Yoo!” di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Bagaimana ya rasanya melukis langsung  di depan banyak orang? Hanya ada di Soundsations Indiealism Music Fest! ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Bagaimana ya rasanya melukis langsung di depan banyak orang? Hanya ada di Soundsations Indiealism Music Fest! ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Para bomber graffiti juga memiliki ruang berkreasi di Soundsations Indiealism Music Fest! ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Para bomber graffiti juga memiliki ruang berkreasi di Soundsations Indiealism Music Fest! ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Chicken Fighters menghantam telinga para audiens dengan musik hardcore-nya ketika tampil bersama Indhar dari FrontXSide  di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Chicken Fighters menghantam telinga para audiens dengan musik hardcore-nya ketika tampil bersama Indhar dari FrontXSide di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: M. Ifan Adhitya )

Ardhyanta dari Melismatis melantunkan suara sekaligus berteriak menggeram ketika Melismatis menghentak Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Ardhyanta dari Melismatis melantunkan suara sekaligus berteriak menggeram ketika Melismatis menghentak Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Yudhi dari Paniki menampilkan riff-riff gitar post-hardcore ketika Paniki Hate Light meriuhkan Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Yudhi dari Paniki Hate Light menggasak riff-riff gitar post-hardcore ketika Paniki Hate Light meriuhkan Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Malam itu Paniki ikut menampilkan DJ dari Night Furyketika Paniki Hate Light membawakan lagu "Survival" di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Malam itu Paniki Hate Light ikut menampilkan DJ dari Night Fury ketika mereka membawakan lagu “Survival” di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Nona Sari dengan aksi dansa-dansinya yang tak kenal lelah di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Nona Sari dari White Shoes and The Couples Company melantunkan suara merdunya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Tuan Rio dari White Shoes and The Couples Company dengan gitar Cole and Clark andalannya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Tuan Rio dari White Shoes and The Couples Company dengan gitar Cole and Clark andalannya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Nona Sari dengan aksi dansa-dansinya yang tak kenal lelah di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Nona Sari dengan aksi dansa-dansinya yang tak kenal lelah di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Tuan Saleh dengan liukan akord-akord tujuhnya yang memukau di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Tuan Saleh dengan liukan akord-akord tujuhnya yang memukau di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Daniel Mardhany dengan sekuat tenaga berteriak menggeram dan mengomandoi penonton di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Daniel Mardhany dengan sekuat tenaga berteriak menggeram dan mengomandoi penonton di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

David dari Djin yang malam itu mengantikan posisi Coki dapat dipastikan mengeluarkan permainan teknik gitar terbaiknya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

David dari Djin yang malam itu mengantikan posisi Coki dapat dipastikan mengeluarkan permainan teknik gitar terbaiknya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Stevi Item memang berdiri terpaku di atas panggung, tetapi liukan jarinya bagaikan ballerina ketika Deadsquad tampil di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Stevi Item memang berdiri terpaku di atas panggung, tetapi liukan jarinya bagaikan ballerina ketika Deadsquad tampil di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Agung dan Ramdhan dua 'ksatria' Burgerkill saling berbagi tugas menjaga melodi dan rhythm di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Agung dan Ramdhan dua ‘ksatria’ Burgerkill saling berbagi tugas menjaga melodi dan rhythm di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Agung tidak membiarkan sedikitpun fret di gitar tidak dijelajahi oleh jarinya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Agung tidak membiarkan sedikitpun fret di gitar tidak dijelajahi oleh jarinya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Eben dari Burgerkill seolah menegaskan kutipan "you make me sick, so I make music" dengan gerakan jari tengahnya ke udara di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Eben dari Burgerkill seolah menegaskan kutipan “you make me sick, so I make music” dengan gerakan jari tengahnya ke udara di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Vicky dari Burgerkill sukses menjadi dirigen malam itu yang membuat moshpit semakin liar hingga detik terakhir di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Vicky dari Burgerkill sukses menjadi dirigen malam itu yang membuat moshpit semakin liar hingga detik terakhir di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Eben dari Burgerkill selalu penuh aksi yang  keren seperti menjilat fret gitarnya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )

Eben dari Burgerkill selalu penuh aksi yang keren seperti menjilat fret gitarnya di Soundsations Indiealism Music Fest ( Foto: Herman Pawellangi )


 Baca artikel lainnya dari Herman Pawellangi dan M.Ifan Adhitya

Gaduh Berkesenian tanpa Rusuh di Jalan

Berbagi Impresi Bandung Berisik

Kepalkan Tangan, Teriakkan Persatuan

Belajar Menjadi Kreatif dari Bayi

Memahami untuk Membasmi

Memijak Bumi Gerbang Raja Bersama FrontXSide

Gelegar Pentas Musik Spektakuler di Belantara Kukar

Ayokmi Ngopi!

Momen Panggung Musik Cadas di Indonesia Timur

Merayakan 30 Tahun Perjalanan Musik Jazz di Makassar