Ilustrasi:Randy Rajavi ( @randy_rajavi ) | Foto: M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )

MusikHutan 2015 akan digelar Jumat 28 hingga 30 Agustus 2015. Kami dari Revius, sebagai Media Partner MusikHutan 2015, dalam beberapa bulan terakhir melakukan wawancara atau obrolan bersama seluruh talent yang akan hadir memeriahkan MusikHutan 2015. Dan sehari menjelang MusikHutan 2015 digelar, kami berhasil merampungkan wawancara dengan seluruh talent yang akan hadir di Musik Hutan 2015.

EIEN dan The Vondallz yang kami temui pada hari Minggu (23/8) malam, sangat antusias berbincang tentang keunikan aliran band mereka masing-masing, bagaimana aransemen dan lirik sangat penting bagaikan “kunci” suksesnya karya mereka, dan pendapat tentang MusikHutan 2015.

Terima kasih teman-teman EIEN dan The Vondallz sudah menyempatkan untuk datang. Boleh diperkenalkan seluruh personilnya.

 
EIEN: Andre di gitar, Rido di gitar, Tama di drum, Jorge di bass dan Ringga di vokal.
 
The Vondallz : Afdhal di vokal/gitar, Ewin di lead gitar, Velan di drum, Ippang di bass.
 
Apa makna dari nama band? kenapa memilih nama EIEN?
 
Kalau EIEN sebenarnya dari judul lagu salah satu influence kami yaitu L’Arc~en~Ciel yang berarti selama-lamanya. Yang dimaksudkan lebih lama ini band. kita pilih juga karena simple ji bukan nama nama panjang yang susah orang ingat. Kita juga mau nama yang gampang-gampang orang ingat.
 
EIEN_Revius
 
The Vondallz: kenapa tidak menggunakan bahasa Indonesia saja nama bandnya?
 
EIEN : Karena terlalu panjang kalau nama band selama-lamanya. Benang merahnya ini band memang di jalur Jepang. Jadi kita juga pilih nama yang jepang-jepang. Pokoknya mauji cari yang simple-simple. Event MusikHutan ini juga semacam pengenalan band ini. Kita harap orang-orang bisa tahu. Dan orang-orang di sini juga orang-orang yang ada bandnya dan mencari suasana baru dengan membentuk band ini. Dan memang sepakati dengan musik yang seperti ini.
 
Apa makna dari nama band? kenapa memilih nama The Vondallz?
 
The Vondallz dari tulisannya saja sudah keren dan mudah-mudahan bandnya juga keren.
 
EIEN: kenapa bukan keren namanya?
 
Kalau keren band terlalu out of the box. Sebenarnya ndada ji artinya. Nama The Vondallz terinspirasi dari komunitas vondalisme yang diambil dari kata vondal yang merupakan nama kecil dari vokalis band ini. Saya ambil juga dari kata vandalisme, penghancur. kenapa tidak saya ubah menjadi penggembira, dan mudah-mudahan The Vondallz bisa menggembirakan suasana musik dunia.
 
940x450 didit.cdr
 
EIEN membawa aliran musik yang ke-jepang-jepang-an. apakah kalian terinspirasi dari musik, musisinya, atau budayanya?
 
Pertama mungkin dari budaya. Akhirnya ke musiknya. Karena agak unik, konotasi akord-akordnya memang beda ki.
 
Kalau The Vondallz bagaimana dengan alirannya?
 
Awalnya sebelum recording, di otak, pengen bikin musik-musik akustik. Namun karena nafsu berubah menjadi folk, akustik, rock yang digabung. Kita buat genre sendiri bernama folk idiot.
 
Terinspirasi dari apakah ini aliran folk idiot?
 
Kalau folk sendiri terinspirasi dari musik-musik akustikan, kalau idiot sendiri terlihat dari lirik-lirik yang ada dalam lagu The Vondallz yang idiot. membuat lirik-lirik lagu yang belum sama sekali dilakukan manusia tapi akan terjadi pada manusia. Jadi disebut idiot.
 
EIEN: bagaimana ciri khas dari genre folk idiot ini?
 
The Vondallz: Jawabannya ada di lirik lagunya.
 
Jadi kalian ini ngeband karena ingin menyampaikan sebuah pesan atau hanya ingin senang-senang saja?
 
EIEN: Mungkin karena penggiat musik Jepang di makassar masih kurang jadi kita ingin membawa sesuatu yang masih sedikit. Dulu ada band begini, tapi kurang. Jadi kita mau angkat kembali. Dan menurutku ini musik keren. Kenapa tidak kita lestarikan.
 
The Vondallz : Ada pesannya di sebuah lirik itu. Di mana yang bermain adalah imajinasi yang terjadi pada manusia atau yang belum terjadi atau yang sudah terjadi. Jadi tinggal didengarkan dan dipikir apakah apa yang ada pada lirik pernah terjadi atau tidak. Itu saja yang ingin disampaikan.
 
"Kami sangat terinspirasi dengan musik-musik dari tanah Jepang," ungkap EIEN dengan mantap.

“Kami sangat terinspirasi dengan musik-musik dari tanah Jepang,” ungkap EIEN dengan mantap.

 
Selain musik, seni apa yang paling berpengaruh pada band kalian?
 
The Vondallz : Kalau kami dari film The Matrix. Kami ambil dari situ.
 
EIEN :  Kebetulan vokalis band ini tertarik sama anime. Jadi mungkin ini cara menggambarkan anime ke dalam musik-musik EIEN.
 
Sudah sejauh mana kalian merilis karya?
 
The Vondallz : Sejauh ini sudah merilis karya album Gradasi Warna. proses albumnya, ada 11 lagu full album. Judul gradasi warna sendiri diambil karena manusia tidak jauh dari transendesi dengan Tuhan. Hubungan manusia dengan penciptanya. Berusaha menamplkan musik minimalis dengan lirik religius atau halus.
 
EIEN: Insya Allah tahun ini kita bikin mini album. Karena sebenarnya sudah ada materi dan masih dipilih-pilih. Karena kita masih cari warna lainnya band ini meskipun tetap bernuansa Jepang tapi masih butuh karakter.
 
Apakah kalian mempunyai tingkat kesulitan tersendiri dalam menulis lirik dan membuat aransemen?
 
The Vondallz : Kalau masalah lirik gampang. Namun aransemen musiknya yang susah. Kita saling percaya siapa saja personil yang mau menulis lirik. Harus menggunakan imajinasi yang tinggi karena liriknya sangat tinggi artinya.
 
EIEN : kalau kita sama lebih sulit aransemennya ditambah aliran musiknya sangat Jepang karena sulit aransemen akord-akordnya. kalau lirik amanji.
 
Bagaimana dengan prinsip ada “leader” di band?
 
EIEN : Kita jadikan semua leader. Kita sama-sama mempunyai band ini dan rasa kepemilikannya sama.
 
The Vondallz : Semuanya leader. Sebenarnya di band kita tidak butuh leader. saling percaya.
"Jawabannya ada dalam lirik lagunya", ujar The Vondallz mengenai genre folk idiot yang mereka usung.

“Jawabannya ada dalam lirik lagunya”, ujar The Vondallz mengenai genre folk idiot yang mereka usung.

 
Bagaimana dengan pengalaman manggung kalian?
 
EIEN : Kita berharap musik hutan bisa jadi ajang pengenalan panggung buat EIEN.
 
The Vondallz : Saya bikin gebrakan untuk bisa dilirik sama band-band senior yang lain. Bahwa ini the vondallz bisa. Saya tergila-gila sama MusikHutan.
 
Apa yang kalian ketahui tentang MusikHutan ?
 
EIEN :  Dari gelaran MusikHutan pertama saya sudah tahu. Dan menurutku unik sekali ini acara di Indonesia. Setahuku, ini event dalam hutan paling keren. Kita bersyukur bisa main di sini. Acara ini super-super keren dan unik dari sisi konsep.
 
The Vondallz : Karena musik The Vondallz lebih cocok dengan MusikHutan. Pas sekali. Bagaimana usahaku bisa bermain di event ini. Jadi membuat populer band ini dulu baru bisa main.
 
MusikHutan erat hubungannya dengan lingkungan hidup. jadi bagaimana upaya kalian yang berhubungan dengan lingkungan hidup?
 
EIEN : Ikut kerja bakti di kelurahan. Di situ mi kita belajar jaga lingkungan ta. Karena buat kita ji juga. Kalau lingkungannya enak pasti kita juga enak. Dan juga lebih ke sampah. Secara tidak sengajaki buang sampah sembarangan dan tidak bisa dipungkiri saya juga tidak sadar biasa buang sampah sembarangan.
 
The Vondallz : Kalau soal kebersihan lingkungan saya sendiri di rumah berantakan tapi saya sadar di mana saya berada saya menyesuaikan. Apalagi MusikHutan mengkampanyekan menjaga kebersihan. Lewat event ini kami harap kita bisa lebih tahu jaga lingkungan.
 
Pesan untuk yang ingin datang di MusikHutan ?
 
EIEN : Kita mengajak semuanya untuk datang ke hutan bengo ke musik hutan. Kita nikmati suasananya sambil menikmati band-band dari Makassar yang keren-keren dan melihat penampilan pertamanya band EIEN.
 
The Vondallz : Wajib datang karena ada the vondallz. Dan the vondallz sangat suka dengan suara alam. MusikHutan adalah piknik yang paling asik sambil dengar musik. belajar lebih menyayangi hutan menjaga ciptaan Tuhan. menjaga hutan.
 
Terimakasih dengan obrolannya, teman-teman EIEN dan The Vondallz.
 
Sama-sama!

Kamu bisa menyimak lebih jauh musik EIEN secara perdana di MusikHutan 2015 nanti. Lagu-lagu karya The Vondallz bisa kamu simak di sini

 

INFO terkait reservasi, daftar penampil, atau pemesanan merchandise MusikHutan 2015, bisa anda temukan di @musikhutan atau Facebook fanpage “Musik Hutan” dan musikhutan.com

 

Musik Hutan official Account


Baca seri wawancara lainnya dengan penampil MusikHutan 2015

Fami Redwan: Makassar Butuh Kurator Musik!

Petidonci: Membuat Komposisi Lagu itu Penting Seperti Lukisan yang Indah

The Rock Company: “Band itu Seperti Keluarga”

bian. : “Mixtape Selanjutnya tentang Lingkungan Hidup”

Minorbebas x Wildhorse:” Kami Percaya dengan Upa’ “

Bhulu Ayam: “Membuat Lagu Parodi Lebih Susah dari Lagu Cinta”

Aan Mansyur: “Menghasilkan Tulisan yang Bagus Memang Tidak Pernah Mudah”

Ferry Febriansyah: “Disiplin dengan Kebersihan Sekitar”

DJ Austyn: Kuncinya, Tetap Berkarya dan Jalan Terus!

R.A.V.D.: Anak Band Harus Tahu Musik Hutan

10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang FirstMoon

Galarasta: “Musik Hutan adalah Ajang Temu dan Berbagi para Musisi”

Didit Palisuri: “Dengan Musik Hutan, Kita Bisa Sejenak Beristirahat dari Hiruk Pikuk Kota”

Speed Instinct: “Hutan adalah Nyawa untuk Kehidupan Manusia”

The Joeys: Ubah Pola Pikir, Jangan Buang Sampah Sembarangan!

Theory of Discoustic: “Musik Hutan adalah Salah Satu Perhelatan Musik yang Paling Serius Digodok”

Ska With Klasik: Sadar Lingkungan Mulai dari Diri Sendiri

Hollywood Nobody: Musik & Hutan are The Best Gifts