Loading Events

« All Events

  • This event has passed.

NOISE #2

March 16, 2017 @ 13:00 - 15:00

Free

NOISE akan kembali dihelat! Pada edisi ini mengangkat tema Menelisik Gagasan Kebudayaan Lokal dalam Karya Musik Indie. Di volume yang kedua ini akan menghadirkan dua narasumber, yaitu:

1. Saleh Hariwibowo (Kapal Udara) : “Musik dan  Penghidupan”
2. Juang Manyala ( Melismatis/Prolog Art) : “Episode Ritumpanna Wallenreng dalam Album Semesta-Rupa Pesona karya Melismatis”

Sesi diskusi ini akan dipandu oleh Radithya Erlangga (MinorBebas). NOISE kali ini akan dihelat besok, Kamis 16 Maret 2016, Pukul 13.00 – 15.00 WITA di Ruang Rapat Senat Lantai 3 FISIP UNHAS.
Sekilas Tentang NOISE
NOISE merupakan komunitas diskusi berbasis kolektif oleh individu pekerja seni, komunitas kebudyaan serta komunitas epestemik dan institusi pendidikan dalam mengkaji dan memahami relasi musik dan masyarakat sebagai sebuah luaran aktifitas kebudayaan yang tidak terlepas dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. NOISE menyelenggarakan diskusi dan riset dengan topik-topik relevan serta aktual dalam masyarakat kita guna membagun kesadaran baru dalam melihat musik dan mendudukkan musik sebagai bagian dari transformasi sosial.

Pada sesi kali kedua ini, NOISE akan memetakan, memahami dan mendiskusikan seputar ide dan gagasan kebudayaan dalam Musik. Hal ini didasarkan pada pemaknaan kebudayaan yang tidak hanya terbatas pada persoalan tentang sakralitas, metafisik, dan serangkaian nilai yang sering terlihat pada bentuk aktivitas, kisah-kisah (epos dan mitos) atau berbagai bentuk ritual lainnya yang dimunculkan dan hanya boleh dijalankan oleh sekelompok orang pada waktu-waktu khusus. Lebih jauh, ide dan gagasan kebudayaan kali ini justru mendudukkan luaran kebudayaan sebagai sebuah proses aktivitas kreatif dan intelektual setiap orang sebagai pelaku kebudayaan itu sendiri. Hal ini kemudian mampu menempatkan kebudayaan sebagai sebuah proses yang lebih “hidup” dan emansipatif, dimana setiap orang memiliki ruang untuk terlibat aktif didalamnya.

Munculnya bermacam jenis musik yang mengangkat beragam tema dan cerita yang terdapat dalam berbagai bentuk folklore seperti; cerita rakyat, aktivitas atau tradisi, dan kondisi keseharian suatu kelompok masyarakat serasa hendak menunjukkan adanya suatu aktivitas re-interpretasi dan upaya ekspresi yang tentunya memerlukan kreatifitas, bangunan pengetahuan, dan serangkaian aktivitas dari banyak orang, baik sebagai pencipta karya/ musisi maupun sebagai penikmat musik.  Akibatnya, kebiasaaan dan ciri khas folklore sendiri yang sebelumnnya hanya disebarkan atau di wariskan dengan cara-cara tradisional melalui storytelling atau manuskrip sejarah dan seni-seni tradisional lainnya pun mulai berubah menjadi lebih bervariasi dan terbarukan dalam nuansa musik yang lebih modern.

Hal ini menjadikan musik sebagai sebuah bagian dari kebudayaan, semakin menarik untuk dibicarakan karena musik bukan lagi hanya sebatas persoalan menikmati produk atau karya berupa konser, lagu, album, atau artwork secara terpisah, namun lebih dari itu, musik dipandang sebagai sebuah aktifitas kreatif dan intelektual yang secara sadar dilakukan oleh manusia, sehingga memahami proses-proses dan latarbelakang dibalik hadirnya suatu karya merupakan satu kesatuan yang utuh dalam melihat Ide dan Gagasan Kebudayaan dalam Musik.

NOISE kali ini akan lebih difokuskan pada hal-hal seputar proses kreatif dan proses intelektual dalam menginterpretasikan dan mengekspresikan gagasan dan tema mengenai kebudayaan, spesifiknya mengenai kearifan lokal dalam folklore, seperti; cerita rakyat, peristiwa atau aktivitas keseharian masyarakat yang diangkat dalam karya musik.

Untuk itu diskusi NOISE kali ini diharapkan dapat menjawab beberapa pertanyaan berikut;

  • Bagaimana musisi memaknai dan memahami ide dan gagasan kebudayaan?
  • Bagaimana musisi menemukan atau mengidentifikasi ide atau gagasan kebudayaan sebagai bagian penting dalam karya musiknya?
  • Bagaimana proses mengangkat atau menampilkan ide atau gagasan kebudayaan (kearifan lokal) tersebut sehingga menjadi karakter yang melekat dalam musik yang musisi mainkan?
  • Bagaimana cara musisi menginterpretasikan ide dan gagasan yang ada dalam (kearifan lokal) baik yang berupa cerita rakyat, peristiwa atau aktifitas keseharian masyarakat kedalam komposisi nada dan lirik (musik) dalam karya musisi?

Details

Date:
March 16, 2017
Time:
13:00 - 15:00
Cost:
Free
Event Tags:
, , ,

Organizers

Jurusan Hubungan Internasional Universitas Bosowa
Jurusan Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin

Venue

Ruang Rapat Senat Lantai 3 FISIP UNHAS
Jl. Perintis Kemerdekaan km. 10
Makassar, Sulawesi Selatan 90000 Indonesia
+ Google Map

No Comment

Leave a Reply