Sumber Gambar: Twentieth Century Fox Film & Marvel Entertainment

Marvel sepertinya sedang rajin menghidupkan karakter-karakter komik mereka. Mungkin ada hubungannya dengan lisensi yang telah dibeli oleh Disney. Jadi banyak uang yang masuk dan dukungan dari perusahaan entertainment terbesar, tapi kita tidak akan membahas itu. Film terbaru dari Marvel adalah Fantastic Four (2015). Tapi ada yang berbeda dengan Fantastic Four sebelumnya, alur ceritanya bukan sekuel dari film terakhirnya, Fantastic Four: The Silver Surfer. Bahkan seluruh cast-nya diganti.

Banyak yang bingung, kenapa Johnny Storm berganti ras, yang sebelumnya berkulit putih, sekarang menjadi berkulit hitam. Mungkin karena perubahan ras itu, maka dalam film dijelaskan bahwa Susan Storm adalah anak angkat, bukan sebagai saudara kandung dari Johnny. Dalam film ini juga mengangkat kisah power origin yang sangat jauh berbeda dari film sebelumnya, yang bahkan sangat jauh berbeda dengan kisah animasinya yang pernah saya tonton di televisi waktu masih SD. Dalam serial animasinya, diceritakan bahwa mereka mendapat kekuatan pada saat mereka berada di dalam pesawat roket yang sedang lepas landas dan mulai meninggalkan bumi ketika ada semacam hempasan radiasi kosmik yang menghancurkan pesawat mereka.

FantasticFour_Revius

Reed Richards (Miles Teller) dan timnya dikirim ke Planet Zero untuk menemukan sumber kehidupan di sana.

Di dunia komik yang saya ketahui, sejauh ini ada dua Superheroes Universe, DC dan Marvel. Universe di sini adalah proses di mana seorang penulis, baru memilih superhero saat memiliki cerita yang cocok dan mulai mengubahnya sesuai dengan keinginan dan ide yang muncul. Sehingga secara tidak langsung, mereka menciptakan Universe baru, atau jagat raya baru di mana cerita baru itu tidak perlu berhubungan dengan cerita sebelumnya. Contoh kecil saja adalah Captain America, pertama kali dibuat oleh Stan Lee selain membantu membangkitkan rasa patriotisme anak-anak saat itu. Karena masih dalam era perang dunia ke dua, juga untuk membantu penjualan Captain America. Steve Rogers adalah kelahiran bumi, bukan mahluk asing yang datang dari planet lain dan melawan musuh yang lebih realistis yaitu Nazi, mungkin karena itulah alasannya kenapa film Captain America cuma satu, selebihnya adalah Avengers.

Film Fantastic Four yang baru ini lebih bercerita ke origin story dan lebih banyak drama dan dialog lalu berujung pada pertarungan terakhir dengan Dr. Doom. Sebenarnya langkah ini dibuat untuk menciptakan universe baru. Dalam dunia komik superheroes, setiap memulai seri baru pasti ada origin story yang baru. Di mana semua plot-nya berdasarkan imajinasi penulisnya saat itu, seperti yang saya jelaskan di atas. Jadi pada dasarnya mereka sengaja membuat cerita baru dan cast baru, karena mereka ingin membuat seri Fantastic Four terbaru dan saya yakin kalau film terakhir ini mendapat kritik yang bagus akan ada kelanjutan cerita dari universe baru ini.

Susan Storm (Kate Mara) versi Fantastic Four terbaru.

Susan Storm (Kate Mara) versi Fantastic Four terbaru.

Entah ini perasaan saya saja, atau karena saya tidak menontonnya di bioskop, tapi saya merasa film ini diatur agak gelap, yang mungkin efek kualitas dari streaming film bajakan. Tapi ini serius sepertinya film ini tidak ditujukan kepada anak di bawah 16 tahun. Kenapa? Mungkin karena saat Dr. Doom memutuskan membunuh banyak orang di fasilitas militer area 57, mereka menggambarkannya sangat berdarah, kita bisa melihat dengan jelas kepala para figuran kasihan itu, yang cuma masuk screen beberapa detik untuk akhirnya kepala mereka dihancurkan seperti Prince Oberyn di Game Of Thrones, oke untuk yang tidak mengikuti GOT, kepala mereka dihancurkan seperti balon yang diisi air lalu dilemparkan dari ketinggian. Belum lagi, saat pertama kali melihat Benn Grimm alias The Thing, dengan bebasnya berjalan-jalan setengah durasi film tanpa menggunakan penutup bawah, setidaknya pakai sarung atau apalah, tapi tidak untuk kali ini mereka memutuskan bahwa The Thing harus telanjang.

Film ini lumayan bagus, dengan cerita yang lebih fresh dan dengan cast yang menurut saya sesuai dengan mainstream remaja Amerika, yah walaupun ada momen di mana dalam hati kecil berkata, “yah lu lagi lu lagi, apa Holywood kehabisan stock aktor dan aktris?” Karena jujur saja, Fantastic Four pertama dan kedua itu lebih menjual Jessica Alba dan Chris Evan, dan pemeran lainnya terlihat sebagai pelengkap saja. Dan jika saya menyarankan teman saya untuk menonton film ini, mereka harus berfikir lebih terbuka dan tidak tersangkut di masa lalu, dan move on lah, karena film ini layak ditonton karena dari segi teknologi CGI yang mereka gunakan terbilang sangat luar biasa dan tidak setengah-setengah seperti seri film Fantastic Four sebelumnya, selain itu untuk jaga-jaga saja siapa tahu Marvel akan melanjutkan seri film Fantastic Four baru ini, dan menggunakan cast yang sama sehingga kita tidak kebingungan saat film baru itu keluar, atau jangan-jangan akan ada Universe baru yang tercipta sehingga kita dapat membandingkannya dengan Universe yang ini, dan memutuskan mana yang lebih baik. []