Foto: Muhammad Nur Falah Muzakkir (@warga_rw04_rt20)

Satu lagi film karya sineas Makassar akan hadir Maret tahun depan. Film bertajuk Suhu Beku yang disutradarai Rusmin Nuryadin ini bercerita tentang empat remaja SMA yang membentuk satu band. Secara serius dan profesional. Dalam perjalanan band tersebut, mereka menemui banyak lika-liku dan tidak selalu berjalan dengan mulus. Mereka kemudian bertemu banyak peristiwa dan sosok yang bisa memberikan pencerahan untuk mencapai impiannya. Film produksi Meditatif Films dan Vonis Records bersama 786 Production ini juga memotret geliat industri musik di kota Makassar.

Seperti judul filmnya, band bernama Suhu Beku dari Makassar menjadi aktor utama dalam film ini. Band yang terdiri dari Fikhi (vokal/gitar), Fauzan (gitar), Fadli (Bass), dan Fatur (drum) ini merupakan band sesungguhnya yang telah terbentuk sejak tahun 2015. Karakter yang hadir pun sesuai nama asli mereka dan beradu akting dengan pemeran Daya (diperankan oleh Nasly Perosyah). Soundtrack untuk film ini juga berasal dari lagu ciptaan personel Suhu Beku dan juga melibatkan karya musik dari musisi-musisi di Makassar.

Teruntuk Suhu Beku, band yang terbentuk sejak 25 Agustus 2015 ini merupakan salah satu besutan anyar dari Vonis Records, label musik dari Makassar. Kuartet ini juga berencana melepas album perdana. Suhu Beku mantap bermain di ranah pop rock setelah membaurkan berbagai inspirasi bermusiknya mulai dari Tame Impala, Thom Yorke, Transplants, Foo Fighters, Jimi Hendrix, Sigur Ros hingga She & Him. Fakta uniknya, keempat personel Suhu Beku juga masih merupakan pelajar dari salah satu SMA swasta di Makassar.

“Pada awalnya, pihak label kami mengajak untuk bertemu dengan sebuah production house untuk membuat video musik untuk lagu Seluruh Daya. Namun, belakangan setelah video klipnya sukses, ditawari untuk bermain dalam sebuah film,” terang Fadli, sang bassist Suhu Beku tentang asal-usul dibuatnya film ini. “Pada awalnya excited juga, Padahal kami sebelumnya tidak pernah berakting di film apapun, sempat kepikiran juga, bagaimana jadinya nanti,” sambung Fauzan, si gitaris.

suhu-beku_the-movie_bts_revius

Proses pengambilan gambar pada malam hari, menjadi tantangan sendiri bagi personil Suhu Beku yang masih menyandang status pelajar SMA.

Sebelum seluruh pemain di film ini ditetapkan, seluruh personel Suhu Beku sudah memulai proses membaca naskah dan latihan akting. Sekitar dua bulan sebelum waktu pengambilan gambar tiba. Mereka juga tidak perlu di-casting lagi menurut PH-nya. “Sambil latihan dan reading naskah, kita juga mesti menyelesaikan empat lagu untuk film ini,” ungkap Fadli. Proses persiapan ini menurut Lolo betul-betul menguras tenaga, “Karena setelah pulang sekolah, mesti latihan lagi, belum lagi atur waktu untuk rekaman dan latihan band,” sambungnya. Kesibukan selama dua bulan itu juga membuat personel Suhu Beku sempat ditegur oleh orang tua mereka,”Syukurnya, tidak sampai pada hal-hal yang tidak diinginkan.”

Mendekati waktu shooting, mereka akhirnya bisa berlatih dengan para pemain yang sudah ditetapkan. “Waktu itu ada test screen sebagai salah satu persiapannya,” ujar Fauzan. Setelah jadwal shooting keluar, mereka mesti mengatur waktu lagi agar tidak bertabrakan dengan jadwal sekolah dan kegiatan rutin lainnya. “Seperti Fauzan ada les bimbingannya, waktunya disesuaikan lagi, “ terang Fadli.

suhu-beku_the-movie_bts_revius2

Rekam adegan di salah satu Radio swasta di Makassar.

Proses latihan membaca naskah ternyata menjadi faktor penting bagi Suhu Beku agar percaya diri bisa berakting lepas di depan kamera. “Jadi, kalau lagi kumpul-kumpul di luar latihan naskah, kami seringkali melucu dengan kata-kata dalam dialog, jadi bahan becandaan begitu. Salah satu cara supaya dialognya mudah diingat,” ungkap Fadli. Bagusnya, selama proses pengambilan gambar, mereka bisa menyerap arahan sutradara dalam menuntaskan akting dan dialognya. Mereka selalu berpikir proses latihan memahami naskah dengan berbagai cara, menjadi kunci supaya tidak grogi di depan kamera. “Walau selama shooting juga masih sempat gugup,saya merasa gugupnya itu bisa lebih berkurang karena naskahnya bisa di-improve, karena sudah dipahami maksud dialognya,” terang Fikhi. “Kami juga bersyukur bisa diarahkan dengan baik oleh bapak sutradara,” Fauzan menambahkan.

Tentang cerita skena musik Makassar yang merupakan bagian dari cerita film ini, Fikhi menuturkan sempat mengetahui sekilas tentang industri musik Makassar. “Kebetulan, lingkungan rumahku juga banyak orang-orang yang terlibat dengan musik, banyak belajar juga terutama dari ibu saya yang pernah terlibat di industri musik di sini,” ungkap Fikhi. Sehingga saat persiapan shooting, Fikhi bisa mendapatkan gambaran atmosfer industri musik di Makassar, ”Saat masuk proses take di beberapa adegan, sudah tidak terlalu sulit untuk dapat feel-nya merasakan atmosfer tersebut.”

Juang Manyala dari Vonis Records juga mengungkapkan ekspetasi untuk film Suhu Beku ini. Ia berharap melalui cerita dalam film Suhu Beku secara audio dan visual, para penikmat film dan musik di Makassar bisa mengapresiasi film ini pada khususnya dan mampu mengetahui lebih lanjut tentang pergerakan skena dan industri musik di Makassar pada umumnya.

*Teaser untuk Suhu Beku: The Movie juga sudah bisa disaksikan pada hari ini, 9 November 2016 di artikel ini. Silakan like Facebook Fanpage resmi Suhu  Beku: http://facebook.com/SuhuBekuMovie serta follow Twitter dan Instagram: @SuhuBekuMovie