Foto: Calve Lee dan En Suryana

Fukuoka merupakan ibukota dari Prefektur Fukuoka yang terletak di pesisir Utara Pulau Kyushu, Jepang. Kota yang terkenal dengan budaya yang eksotik, kuliner khas dan juga berbagai macam festival yang menarik ini kembali menjadi pusat perhatian para penggiat film di benua Asia. Sejak 26 tahun yang lalu, Fukuoka telah menjadikan Fukuoka Internasional Film Festival (FIFF) sebagai agenda tahunan yang selalu berhasil merebut perhatian para penikmat film Asia. Khusus di tahun 2016 kali ini terdapat 72 film dari 24 negara yang tercatat ikut berpartisipasi beberapa diantaranya yakni : Iraq (A Flag Without A Country), Iran (Radio Dreams), Kazakhstan (Walnut Tree), India (Fourth Direction), Malaysia (Polis Evo), Singapura (7 Letters), Vietnam (Farewell, Berlin Wall), Korea (The Great Actor), Jepang (Random Lives) selaku tuan rumah dan Indonesia (AADC 2 dan Letters From Prague).

Pada perhelatan akbar yang dimulai pada tanggal 15 hingga 25 September 2016 ini, diawali dengan Opening Ceremony and Red Carpet yang dilaksanakan di Hakata City, Fukuoka. Acara pembukaan turut dihadiri oleh tim dari film AADC 2 yakni Riri Riza (Director), Mira Lesmana (Sutradara), Robert Ronny (Executive Producer), Nicholas Saputra , Dian Sastrowardoyo, Sissy Prescillia, Adinia Wirasti, Dennis Adhiswara, Melly Goeslaw dan juga Anto Hoed. Film sekuel yang berhasil meraup 3,6 juta penonton di Indonesia ini kembali mencetak sukses dengan terpilihnya AADC 2 sebagai film pembuka di FIFF 2016 ini.

Opening Ceremony FIFF 2016

Foto bersama penyelenggara dan peserta di Opening Ceremony and Red Carpet FIFF 2016

Yasuhiro Hariki selaku  event director menjelaskan, “Cerita yang diangkat di dalam film AADC 2 ini tidak hanya mengenai percintaan tetapi juga terdapat konflik keluarga, persahabatan dan yang paling menarik adalah pemilihan setting tempatnya yakni di Yogjakarta. Di mana budaya dan daya Tarik dari Kota Yogjakarta banyak dijelaskan di dalam film ini.”

Tim AADC 2 di FIFF 2016

Tim AADC 2 di FIFF 2016

Berbagai rangkaian kegiatan pun menghiasi pelaksanaan FIFF 2016, tidak hanya pemutaran film saja tetapi juga ada beberapa kegiatan menarik lainnya: Asian Trailer Night 2016 yaitu penayangan penggalan dari seluruh film yang akan diputar di FIFF 2016 dan masyarakat diminta untuk memilih trailer film mana yang paling mereka sukai. Ada juga Neo Cinemap Fukuoka yang menjadi ajang business meeting para investor baik dari Jepang maupun luar negeri, menghadirkan para sutradara-sutradara, produser, serta aktor-aktor yang berpartisipasi.

Selain itu, juga ada beberapa simposium film. Riri Riza selaku Director dari Film AADC yang juga menjadi keynote speaker pada simposium yang mengangkat tema “What’s up with South East Asian Film? The Changing Faces of Art and Landscape” menyatakan kekagumannya terhadap kota Fukuoka selaku tuan rumah. Ia menyatakan, “Banyak hal menarik seputar kota Fukuoka yang saya temui yakni kota yang friendly bagi pejalan kaki, dan yang paling membuat saya berkesan adalah dua tahun terakhir terdapat market film Asia, festival film-film Asia, dan adanya tradisi mengarsipkan film-film yang diputar pada festival ini ke dalam city library.

Hal ini menunjukkan bahwa film bukan hanya untuk mereka para pembuatnya tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Dan saya yakin hal ini tidak mungkin bisa terjadi hanya karena keinginan Walikotanya saja tetapi juga pasti ada dukungan yang sangat besar dari perwakilan masyarakat. Sehingga ada dana cukup besar yang dapat dialokasikan. Saya harap hal ini dapat ditiru oleh kota-kota lainnya baik yang ada di luar Fukuoka, khususnya juga di Indonesia.”

Riri Riza sangat mengagumi keseriusan Pemerintah Fukuoka dan Warganya dalam menyukseskan event tahunan sekelas FIFF

Riri Riza sangat mengagumi keseriusan Pemerintah Fukuoka dan Warganya dalam berkolaborasi untuk menyukseskan event tahunan sekelas FIFF

Hal serupa juga dipaparkan oleh Nicholas Saputra mengenai kesannya terhadap FIFF 2016. Nico merasa sangat bangga dipercayakan kembali hadir mewakili Indonesia di Fukuoka, setelah tahun lalu membawa film Tongkat Emas, tahun ini ia kembali berkesempatan mengharumkan nama Indonesia melalui film AADC 2.  Pemeran karakter Rangga ini menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar baik warga Fukuoka maupun para WNI yang menetap di Fukuoka atas apresiasinya terhadap film AADC 2.

“Dan saya berharap Indonesia bisa kembali berpartisipasi di Fukuoka International Film Festival tahun depan”, tambahnya.