Oleh: Dhy Saussure ( @dhysaussure )

Rantai dan belenggu perlahan telah lepas dari jeratan. Setan-setan telah kembali mengenakan setelan dan gaun terbaiknya. Cukup sudah sebulan lamanya terpenjara, mengenakan topeng-topeng kebaikan di bulan sandiwara, mengikuti alur cerita peran-peran suci yang dilakonkan oleh para penggiat kebenaran. Telah terpancar senyum di bibirnya, turut serta merayakan malam kemenangan orang-orang yang sabar.

Sebagian pembicara kebenaran mengatakan bahwa, Ramadhan adalah ruang untuk mengumpulkan pundi-pundi amal sebagai bekal kelak di penghujung hidup. Sebagian lagi mengatakan sebagai latihan untuk menguji kesabaran. Namun, semua setan mengatakan, justru Ramadhan adalah ruang siksaan bagi para setan yang menolak mengimaninya.

Protes terberat para setan (hasil wawancara imajiner) adalah mengapa orang-orang yang berpuasa yang hikmahnya mengenai latihan kesabaran harus melakukan penyiksaan pada setan. Mengapa harus setan saja yang (dipaksa) menghargai mereka yang menahan lapar dan haus, mengapa tidak sebaliknya, menghargai setan yang lapar dan haus? Dari diskusi tersebut setan merasa tidak adil.

Beberapa fakta siksaan kemudian satu-satu dijelaskan oleh setan (adegan diperankan oleh model):

1. Di sepanjang jalan hampir tidak ada warung makan, warung kopi, warung sate, apalagi warung remang-remang yang buka pada siang hari. Padahal yang latihan bersabar mereka (yang berpuasa). Harusnya merupakan satu nilai tambah jika seseorang puasa, kemudian banyak cobaan seperti warung-warung yang buka pada siang hari. Praktis, kami (setan) secara terpaksa, juga Hampir dari fajar hingga petang turut menahan lapar. Bayangkan, betapa sengsaranya setan-setan harus kelaparan di siang hari.

2. Saat malam hari, mengapa tempat karaoke, diskotik, tempat pijat dan lain-lain juga tidak boleh buka? Jika masih bagian dari menahan, harusnya yang puasa saja yang jangan datang, setan-setan kan butuh hiburan setelah penat melakukan aktivitas seharian. Bayangkan jika selama sebulan tempat hiburan malam tersebut tutup, berapa juta rupiah mereka kehilangan uang dalam sebulan. Ini artinya, menutup pintu rejeki orang.

3. Padahal ada puasa yang dikenal dengan puasa senin kamis. Sebuah ibadah yang juga menahan lapar dan haus dari fajar hingga matahari tenggelam. Menurut setan, ini adalah jenis kedamaian yang paling hikmat yang pernah terjadi sepanjang sejarah peribadatan, dalam hal ini mengenai proses saling menghargai. Mereka yang berpuasa punya hak untuk tidak makan dan minum, begitupun sebalikanya yang lain punya hak untuk makan dan minum, dan keduanya bisa berdampingan.

Bulan Ramadan telah berakhir. Kami dan segenap keluarga besar setan akan mengikuti rangkaian acara ini hingga betul-betul tuntas. Kami memiliki banyak stok topeng untuk dikenakan pada saat usai sholat Idhul Fitri. Hingga saat itu tiba, banyak diantara mereka yang akan kembali ke jalan lurus yang telah kami skenariokan selama sebulan terbelenggu.

Tempat karaoke mulai buka, kami telah berinvestasi besar-besaran di tempat hiburan malam untuk mengembalikan kerugian mereka menjadi keuntungan. Kami akan kembali bekerja seperti biasa untuk mengajak mereka membelanjakan hartanya di outlet-outlet kami. Tempat mana lagi yang mereka rindukan untuk menghabiskan uang setelah sungkem ke hampir semua keluarganya.

Perlahan namun pasti, sebagaian dari mereka akan berhasil menjadi manusia dan terus berbuat kebaikan. Sebagian lagi topeng-topeng mereka akan robek dan memperlihatkan wujud aslinya, hingga akhirnya mereka sadar, bahwa sebagian dari mereka juga adalah setan seperti kami.

Jangan lupa, setelah saling maaf-maaf dengan keluarga dan kerabat, datang jugalah ke kami untuk meminta maaf. Ingat! kami juga pemaaf, jika kau sudah lelah dengan topeng-topeng mu kembalilah menjadi seperti kami.

NB: Setan yang dimaksud tidak merujuk pada sekte atau agama lain yang tidak menjalankan puasa. Setan adalah mereka yang berkewajiban berpuasa namun sedang tidak dalam mood yang baik untuk puasa.

Image modified from many sources


Baca Artikel Lainnya dari Dhy Saussure

Ekspresi, Kepuasan dan Nafsu

Diet, Sehat yang Jahat

Parade Citra Perempuan dalam Media

Tampil Seksi dengan Bulu Ketiak

Tubuh yang Tabu

Kenapa Cowok Lale?

Ada Apa dengan “Aku Mencintaimu”?