Oleh: Eka Jayani Ayuningtyas* | Foto: Kresno Bagus

Tujuh tahun silam, kelompok musik Nerv.ous mengadakan pertunjukan peluncuran mini-album di Institut Francais Indonesia (saat itu bernama Lembaga Indonesia Perancis), Yogyakarta. Pada Senin (31/10) lalu, mereka kembali ke tempat yang sama; kali ini untuk konser peluncuran album penuh perdana mereka yang juga berjudul Nerv.ous. “Tahun 2009 kami main di ujung sana, 2016 di sini, mungkin habis ini kami akan main di atas,” seloroh vokalis/gitaris Desiree Aditya sambil menunjuk langit-langit auditorium.

Bagi yang belum mengetahui, Nerv.ous adalah Kelompok Musik Indie Rock yang berasal dari Yogyakarta. Terbentuk sejak tahun 2005, Nervous yang saat ini diperkuat oleh Argha Mahendra (Drum), Desiree Aditya (Vokal, Gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (Bass, Vokal) dan Marcello Vishnoe (Gitar, Vokal) membawakan musik yang mengkombinasikan unsur-unsur Alternatif 90-an, Indie Rock, Post Punk Revival, Noise Pop, dan Shoegaze.

Perbedaan selera musik dari setiap personil memberikan andil tersendiri pada penciptaan karya Nerv.ous. Selain itu, mereka juga aktif
mengambil bagian dari komunitas seni media baru (New Media Art), Podcast dan Radio Online. Di samping musik, setiap personil juga
memiliki ketertarikan pada bidang tulis-menulis, desain dan seni instalasi. Nervous telah berkolaborasi dengan sejumlah pelaku seni dari bidang elektronik (JFK dan Uma Guma yang me-remix dua track dalam “One for a Brighter Future”), video art (Darlingsisters/Spain, Videorobber/ YK), visual art (VJ Numberone), dan rekan-rekan musisi lintas genre (Julian Abraham, Elang Eby/Polyester Embassy) yang merespon karya Nervous maupun bermain dalam live performance Nervous.

EP perdana Nerv.ous telah dirilis pada awal tahun 2009 dengan judul One for a Brighter Future. EP yang dirilis melalui Blossom Records ini mendapatkan respon yang cukup antusias dari kalangan komunitas lokal di Yogyakarta dan beberapa media berskala nasional. Pada akhir Mei 2016, Nervous meluncurkan teaser untuk album penuh mereka yang pertama. Peluncuran album penuh ini ditandai dengan perilisan video klip dari single pertama mereka yang berjudul Lagu Angsa. Video ini disutradarai oleh Dimas Hendrajaya dan Satria Semaun dari Volo Creative House dan dapat dilihat melalui laman media sosial Nerv.ous.

Di atas kertas, seharusnya Nerv.ous sudah usai. Materi yang terkumpul dari proses kreatif medio 2009-2012 tak kunjung terfinalisasi dan hampir 5 tahun mereka tidak menyentuh panggung dalam formasi lengkap. Namun, band Yogyakarta ini cukup keras kepala dan akhirnya merilis album penuh perdana yang juga berjudul Nerv.ous di bawah Yellow Records dalam format CD dan streaming digital, pada Senin (10/10). Album ini berisi 11 track yang hampir separuhnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Sebagian lagu merupakan materi dari mini album One for a Brighter Future (2009) yang direkam ulang. Dalam pengerjaan artwork, Nerv.ous berkolaborasi dengan seniman visual Farid Stevy Asta yang juga dikenal sebagai frontman band FSTVLST. Tipografi, salah satu ciri khas karya Farid, menjadi unsur dominan dalam desain artwork album ini.

Apa yang membuat mereka bertahan sampai merilis album self-titled ini? Salah satunya, nilai personal. Nerv.ous menjadi catatan perjalanan band ini pasca merilis mini album tahun 2009. Di sini, mereka mempertemukan berbagai wajah musik alternatif yang mempengaruhi mereka — indie rock, “Seattle sound”, shoegazing, art punk, hingga riotgrrl — musik yang akrab bagi mereka yang tumbuh dengan kanal MTV di era 90-an dan 2000-an awal. Dari segi tema, album ini masih bernuansa introspektif dan gelap, menjelajah relung pikiran manusia dalam berbagai fragmen cerita; mulai dari pembunuhan (Love), bunuh diri (Lagu Angsa), represi seksual (Masturbating with My Guitar), keinginan pergi dan mengubah identitas (Away), hingga berjoget di pertunjukan musik (Kakiku dan Aku).

Pada pertunjukan yang diselenggarakan oleh label Yellow Records didukung brand TNGR ini, Nerv.ous membawakan 11 lagu dari album baru mereka, yang dibagi dalam dua sesi: hitam dan putih. Panggung dihias ornamen bernuansa kelam dan video mapping karya seniman visual The Departure (Raphael Donny). Di jeda antara kedua sesi, penonton disuguhi video karya Anggito Rahman berisi cerita personel band dan kolaborator tentang pembuatan album yang sempat tertunda beberapa tahun ini.

Sesi hitam dari pertunjukan musik Nerv.ous untuk peluncuran album perdananya.

Sesi hitam dari pertunjukan musik Nerv.ous untuk peluncuran album perdananya.

Sesi putih dari pertunjukan musik Nerv.ous untuk peluncuran album perdananya.

Sesi putih dari pertunjukan musik Nerv.ous untuk peluncuran album perdananya.

Di sesi kedua yang bertajuk “Nerv.ous and friends”, mereka tampil bersama musisi tamu Danu Kusuma Wardhana yang bermain biola di dua lagu. Farid Stevy, seniman visual dan frontman band FSTVLST yang bertanggung jawab atas desain dan artwork album “Nerv.ous”, didapuk untuk naik panggung di lagu “23”. Mengaku tak ada ide, Farid memancing tawa penonton saat ia membaca pesan-pesan di ponselnya — promo provider, tagihan, hingga penipuan. Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari band ke semua pihak pendukung.

Farid Stevy dari FSTVLST bersenandung melantunkan lagu 23 dengan Eka, bassist Nerv.ous.

Farid Stevy dari FSTVLST bersenandung melantunkan lagu 23 dengan Eka, bassist Nerv.ous.

Nerv.ous menyempatkan untuk foto bersama Farid Stevy dan anaknya, Tun Jawa beserta pemenang merchandise dari Nerv.ous.

Nerv.ous menyempatkan untuk foto bersama Farid Stevy dan anaknya, Tun Jawa beserta pemenang merchandise dari Nerv.ous.

Selesainya pertunjukan yang menjadi presentasi album ini seakan menandai lunasnya “hutang” Nerv.ous, khususnya pada teman-teman yang selalu mendukung walaupun mereka sempat tidak aktif sejak akhir 2011. Setelah merilis single pertama “Lagu Angsa” dan album “Nerv.ous”, band yang digawangi oleh Argha Mahendra (drum), Desiree Aditya (vokal & gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (bass & vokal), dan Marcello Whisnu Marhendra (gitar) ini berencana untuk melakukan tour ke sejumlah kota di Indonesia pada awal 2017.

Wajah-wajah bahagia dari Argha Mahendra (Drum), Desiree Aditya (Vokal, Gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (Bass, Vokal) dan Marcello Vishnoe (Gitar, Vokal) selepas menuntaskan konser launching album perdananya.

Wajah-wajah bahagia dari Argha Mahendra (Drum), Desiree Aditya (Vokal, Gitar), Eka Jayani Ayuningtyas (Bass, Vokal) dan Marcello Vishnoe (Gitar, Vokal) selepas menuntaskan konser launching album perdananya.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi selanjutnya mengenai Ner.vous, silakan kunjungi media sosial mereka di Fanpage Facebook: (facebook.com/wearenervous), Twitter: (twitter.com/wearenervous) dan channel YouTube mereka (bit.ly/youtubenervous).

Simak pula lagu-lagu Nerv.ous di player SoundCloud berikut ini.

*Penulis adalah bassist dari Nerv.ous