Kamu tentunya sering mendengar istilah ‘bahasa slang’ yang maksudnya adalah bahasa gaul atau bahasa prokem. Bahasa slang adalah ragam bahasa tidak resmi dan belum baku yang sifatnya musiman. Biasanya digunakan oleh kelompok sosial tertentu untuk berkomunikasi. Di sini juga ada bahasa slang ala Makassar. Seperti halnya bahasa resmi, bahasa slang pun selalu berkembang. Selalu ada kata baru dan kata yang terlupakan yang kadang muncul kembali setelah bertahun-tahun.

Kamus Revius adalah rubrik baru di webzine ini. Setiap minggu, kami akan membahas kosakata-kosakata slang yang sedang dan/atau pernah beredar di kalangan masyarakat kota Makassar –termasuk menjelaskan arti dan penggunaannya. Pada edisi perdana ini Eka Besse Wulandari (@Ekbess), akan membahas tentang leksikon slang Makassar yang berupa akronim atau singkatan kata.

1. Pattol /pat-tol/ v

Pattol adalah akronim dari kata pattolo-toloi (dari kata dasar tolo yang berarti bodoh/tolol). Sebuah kata kerja yang berarti membodoh-bodohi. Kata ini biasanya digunakan ketika seseorang merasa akan dibodoh-bodohi atau memperingatkan teman akan laku membodoh-bodohi. Contohnya dalam kalimat “Ndak usah kau dengar itu politisi tadi, dia datang pattolji, mau na manfaatkan ko!”

2. Pakbal /pak-bal/ v

adalah akronim dari kata pakaballisi yang artinya menjengkelkan (kata dasar ballisi, artinya: jengkel, kesal, sebal). Kata ini adalah ungkapan untuk menyatakan jika ada seseorang yang memiliki sifat menjengkelkan. Misalnya dalam kalimat “Edede… dari tadi kau menyanyi lagu yang ndak kusuka dengar, pakbal-mu deh!”

3. Kablam /kab-lam/ a

Kablam adalah akronim dari kata kabbulamma. Kabbulamma adalah salah satu ungkapan makian yang ada dalam bahasa Makassar. Artinya? Saya menanyai penutur bahasa Makassar tapi tak menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia, tapi kurang lebih sama untuk mengungkapkan kata sial atau sialan. Sebagaimana ungkapan kata makian pada umumnya, penggunaannya bisa di mana saja, situasi apa saja, bahkan dalam ungkapan kalimat positif. Misalnya “Weh, dari mana kau baru muncul, kablam?” Kata kablam di sini merujuk pada kata ganti orang, dalam situasi seseorang (subjek) bertemu sahabat karibnya (objek).

Belakangan, penggunaan kablam tidak lagi sepopuler beberapa tahun sebelumnya, dan telah terganti oleh istilah blamma’ yang juga berasal dari kata yang sama.

4. Bertel /ber-tel/ v

Bertel adalah akronim dari kata beraki telinga. Orang yang melakukan bertel berarti orang yang berkata-kata dengan meyakinkan, terdengar manis, tapi diragukan kebenarannya, cenderung too good to be true. Contoh kalimat: “nda usah pilih politisi XYZ, dia cuma jago bertel”

5. Mancek /man-cek/ a

Mancek adalah akronim dari kata ‘manis cekali’, atau manis sekali. Mancek seringkali digunakan oleh laki-laki, ditujukan pada perempuan. Contohnya seperti pada kalimat “dia mancek, sayang cabe-cabean” (cabe-cabean jangan tersinggung. Red) []

 


Tulisan terkait dengan Kamus Revius

Penggunaan Mijipiki dan Basantra

Mijipiki: Partikel dan Identitas