Sudah kurang lebih dua pekan, linimasa Twitter Makassar diramaikan dengan orang-orang yang “berkicau” membahas tentang “Katakerja”. Sosok yang kerap membahas tentang “Katakerja” di linimasa Twitter ini adalah Aan Mansyur melalui akun Twitternya @hurufkecil. Aan Mansyur sendiri adalah seorang penulis dan penyair asal Makassar. Buku berjudul Kukila, Tokoh-tokoh yang Melawan Kita dalam Satu Cerita dan Sudahkah Kau Memeluk Dirimu Hari Ini adalah beberapa buku yang telah beliau terbitkan. Beberapa Tweet @hurufkecil yang membahas tentang “Katakerja” awal Maret lalu :

“Lemparan isu” tentang suatu tempat bernama Katakerja membuat orang beramai-ramai membahasnya. Berbagai terkaan tentang tempat bernama Katakerja itupun terjawab tepat di tanggal 30 Maret 2014, Launching Katakerja. Jadi, Katakerja adalah sebuah rumah yang berlokasi di BTN Wessabe C/65. Berbeda dengan rumah pada umumnya, Katakerja adalah rumah kreatif yang di dalamnya ada perpustakaan, kelas-kelas inspiratif seperti kelas menulis dan crafting, klub puisi dan film dan juga sebagai ruang untuk berkumpulnya komunitas kreatif di Makassar.

“Katakerja adalah tempat bertemunya komunitas kreatif yang memiliki ide-ide. Katakerja adalah ruang bersama komunitas-komunitas yang bisa dinikmati semua kalangan” — Accang, Komunitas Kretek.

Peluncuran Katakerja dimulai kurang lebih pukul 14:30. Rangkaian acaranya beragam. Mulai dari Musikalisasi Puisi oleh Mae coustic dengan puisi “Hujan Bulan Juni” ciptaan Sapardi Djoko Damono, Musik dari Myxomata dan Tragic Soundsystem, pemutaran 4 film indie Makassar berjudul “Sepatu Baru” karya Aditya Ahmad, “Dunia yang Lengang” karya Deli Luhukay, “Cita” karya Andi Burhamzah, dan “Cindolo na Tape” karya Rusmin Nuryadin. Dan ditutup dengan pembacaan puisi oleh Ami Ibrahim dan Ibe S Palogai. Mini art shop oleh Katakerja dan Lapak buku dan CD oleh Kedai Buku Jenny juga meramaikan launching Katakerja.

Katakerja memiliki agenda kegiatan di setiap bulannya. Dimulai di bulan April, setiap sabtu sore akan ada kelas crafting dan setiap jumat sore akan ada kelas menulis kreatif. Dan yang terpenting, kegiatan ini 100% gratis karena tujuan dari Katakerja sendiri adalah untuk mempertemukan orang-orang yang ingin saling berbagi ilmu. Kegiatan-kegiatan lainnya akan diumumkan langsung dari akun twitter Katakerja, @katakerja65.

Selain kelas-kelas inspiratif tadi, Katakerja juga mewadahi orang-orang yang ingin membaca atau bahkan meminjam buku dari Katakerja. Syarat meminjam buku di Perpustakaan Katakerja sendiri juga gratis tapi dengan ketentuan harus memberikan minimal 2 buku kepada Perpustakaan Katakerja. Dengan memberikan 2 buku, itu artinya telah dianggap menjadi member dan dapat meminjam buku-buku minimal 3 buku dari Perpustakaan Katakerja.

Desain interior dari Katakerja juga unik. Di ruang perpustakaan depan dihiasi dengan gantungan buku-buku di bagian atap ruangan. Sedangkan di ruang tengah, terdapat gantungan origami burung bangau di bagian atap ruangan. Di sisi kanan ruang tengah terdapat dua ikan cupang yang diberi nama Kata dan Kerja. Satu yang menarik, di sisi ruang tengah terdapat papan berwarna dengan ukuran besar yang berisi gantungan foto-foto kegiatan komunitas yang digantung tali-tali berwarna. 3 papan berwarna lainnya masih kosong. Papan ini berfungsi untuk mendokumentasikan setiap kegiatan-kegiatan dari berbagai komunitas di Makassar. Setiap komunitas dapat menyetorkan foto-foto kegiatan mereka untuk di pamerkan di Katakerja.

“Tempatnya bagus. Lebih banyak manfaat, di Makassar sendiri tempat seperti ini kurang. Bersyukur karena masyarakat Makassar bisa mencari bacaan yang bermanfaat” — Al Maliki, Pengunjung Katakerja

Ucapan selamat dan tanggapan positif atas launching Katakerja memenuhi tab mention @katakerja65.

Lalu, timbul pertanyaan, kenapa dinamakan Katakerja?

“Jadi Katakerja itu diambil dari nama perpustakaan dalam salah satu cerpen karya Aan Mansyur” — Eka Besse Wulandari, Manager Katakerja

Akun twitter Aan Mansyur sendiri pernah “berkicau” tentang arti Katakerja dalam salah satu cerpen miliknya. Cerita cerpen tersebut direkam dan diunggah di SoundCloud.

Inspirator dari pembuatan rumah kreatif Katakerja berasal dari penulis dan penyair, Aan Mansyur. Latar belakangnya simple, dikarenakan sifat Aan Mansyur yang senang bergaul namun pemalu. Maka dari itu Aan membuat sebuah ruang di mana ia bisa bertemu dengan banyak orang. Menurutnya, akan terlihat egois ketika ia membeli buku dan hanya dibaca sendiri tanpa bisa berbagi. Media sosial bukan hanya sebatas Twitter, Facebook dan berbagai jejaring sosial yang penuh praduga, namun buku juga bisa menjadi media sosial menurut Aan. Oleh karena itu, perpustakaan di Katakerja dapat menjadi tempat berbagi ilmu yang rutin dilaksanakan setiap minggunya di Katakerja.

“Katakerja adalah wadah untuk membuat orang senang. Dan lebih banyak orang datanag untuk belajar. Katakerja dapat mempertemukan banyak orang. Dan membuat hidup lebih lama” — Aan Mansyur

Katakerja adalah ruang nyata anak Makassar dalam mengembangkan inovasi dan kreatifitas dalam berkarya. Katakerja dapat menjadi jembatan bertemunya antar komunitas-komunitas di Makassar baik komunitas sosial, seni, budaya dll. Katakerja membuka ruang kepada siapa saja yang ingin berkunjung. Aaah, rasa-rasanya belajar, berbagi, dan bergaul tidak pernah semudah dan semenyenangkan ini.