Sumber Gambar: The Keep Calm-O-Matic

Damn, Valentine’s Day sebentar lagi. Damn, damn dan damn lagi. Valentine’s Day adalah (katanya) sebuah hari kasih sayang setiap 14 Februari yang biasa disebut juga dengan V-Day. Tidak tahu pasti,  mungkin saja disingkat karena V singkatan dari Valentine? Atau cowok-cowok berharap mendapatkan V yang lain? Entahlah, tanya ma’.

Sebelum masuknya demam “I’m a Moslem, I Hate Valentine”, saya sudah tidak suka merayakan hari ini sejak masih belia. Begitu pula mungkin karena seiring bertambahnya usia, saya pun makin tidak menyukai sama dengan halnya saya tidak menyukai kinerja walikota yang sekarang.

Banyak yang merayakan perayaan ini karena ikut-ikutan, baik mengikuti temannya ataupun terpaksa ikut demi sang pacar. Awalnya perayaan ini (katanya) disebabkan ada dua anak manusia di negara Itali yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi kedua orang tua sang cewek tidak menyutujui hubungan mereka. Akhirnya keduanya memutuskan untuk menikah di suatu gereja di daerah pegunungan. Sang pendeta bernama Valentino. Kurang lebih seperti itulah kisah tragisnya.

Tapi ada juga cerita tentang sebenarnya V-Day ini adalah perayaan kaum Illuminati (kaum penyembah setan) yang mengharuskan setiap anggotanya “merebut paksa” keperawanan anak gadis setiap tanggal 14 Februari.  Entahlah, tanya ma’.

Terlepas dari semua, baik mengapa saya makin tidak menyukai V-Day sampai cerita Illuminati ini, ada beberapa “beban” yang harus kalian tanggung saat Valentine’s Day. Tidak percaya?

 Beban Pertama :

V-Day adalah hari kasih sayang, hari kasih sayang ini dimanapun selalu diperingati dengan adanya sebuah benda yang “harus” diberikan kepada orang yang kita sayangi atau cintai. Syukur-syukur kalau pacarnya cuma seorang. Kalau odo’-odo’nya banyak?

 Beban kedua :

Buat para jomblo, (menurut KBBI, Jomblo adalah semacam makhluk yang setiap Sabtu sore dan tanggal 14 Februari tiap tahun akan mendapat ujian kesabaran yang tak terkira. adanya V-Day ini adalah akumulasi dari sebuah kreatifitas menghilangkan atau menyamarkan keberadaan mereka. Dimana saja, baik dijalan sampai di mall akan penuh dengan pasangan-pasangan saling menggenggam tangan. Di hari inilah kesempatan jomblo merenungkan nasib mereka, sabtu malam berikutnya atau bahkan V-Day berikutnya. Kodong.

 Beban ketiga :

Sekali lagi buat jomblo, V-Day adalah harimu menjadi seorang yang bisa meningkatkan berat badanmu. Pesan junk food sebanyak mungkin, sambil ngemil Double Beef Burger, khayalkan jemari mantanmu, bermain disela jarimu, bayangkan juga kecupan selamat hari valentine darinya… Kodong.

Beban keempat :

Lagi-lagi buat jomblo, V-Day adalah hari yang akan membuat dirimu menjadi sangat tidak berguna. Sebaiknya tinggallah didalam rumah. Jangan sampai kamu keluar rumah lalu tersambar petir. Hati-hati keluar rumah dihari ini, ketika seorang teman kamu menyapamu di mall’ “Sendirian aja? Ini kan hari Valentine” atau ada yang menyapamu lain sepeti “Kamu jalan sendiri? Gak malu udah umur 36?”

 Beban kelima :

Sudah cukuplah kita menghina si jomblo. Mari kita sedikit menyadarkan sepasang kekasih yang memperingati hari ini. Tahukah kalian, jika ini V-Day kalian yang pertama, kalian bisa mengingat V-Day kalian tahun lalu, bukan orang yang sama menemanimu. Atau tahukah kalian jika V-Day kamu mengharapkan sesuatu barang, ternyata pasanganmu hanya membelikan bunga, itu pun berbahan plastik punya. Ketika ditanya alasannya “Bunga plastik ini kekal, sama dengan cintaku padamu”. Prettt.

Tetapi yang buat paling aneh adalah, kamu dipaksa menjadi seorang yang romantis saat V-Day, padahal sehari-hari badan tatoan, rambut gondrong, teling kanan ditindik. Kasihan.

 

Kalau saja kalian tetap mau merayakannya, semoga kalian bisa menahan “beban” tersebut jika merayakan Vagi eh Valentine’s Day dua hari lagi… Salama’! []