Oleh: Kemal Putra (@Mr_Kems)* | Sumber Foto: New Regency Pictures

“And let’s face it, dad, it’s not for the sake of art. It’s because you want to feel relevant again.”

Perkataan Sam di atas kepada ayahnya, Riggan memang tepat. Sedari awal Riggan ingin mengusung pentas drama di teater kota New York bukan untuk kebutuhan seni, sama sekali bukan, tetapi karena dia ingin agar orang-orang tidak ingin melupakannya.

Riggan, adalah mantan Birdman, sebuah tokoh komik superhero yang dia perankan di layar lebar yang berhasil melambungkan namanya, bertahun-tahun lalu. Kini, Birdman tak lagi populer, tak lagi dibuatkan sequel, atau bahkan prequel, dan di industri dimana segalanya berubah begitu cepat, dimana orang-orang bisa populer dengan cepat, dan dilupakan dengan cepat pula, Riggan menemukan dirinya kini telah tua dan tak lagi punya kekuatan media.

Riggan, adalah mantan Birdman, sebuah tokoh komik superhero yang dia perankan di layar lebar yang berhasil melambungkan namanya, bertahun-tahun lalu.

Riggan, adalah mantan Birdman, sebuah tokoh komik superhero yang dia perankan di layar lebar yang berhasil melambungkan namanya, bertahun-tahun lalu.

Dengan ambisi untuk menjadi tenar lagi, diperkuat oleh kepribadian populer-nya selalu memprovokasinya, -Riggan punya sub-kepribadian yang kerap muncul ketika dia sedang sendiri dan goyah, dialah Birdman, karakter yang haus untuk dikenang lagi- Riggan akhirnya memutuskan untuk membuat pergelaran pentas drama, dimana tak ada jaminan ini bakal sukses atau tidak.

Riggan memiliki krisis eksistensi diri yang, who knows, ada banyak selebriti di luar sana yang merasakan hal yang sama. Dia tragedi, namun juga mengingatkan kita bahwa waktu memang berlalu begitu cepat, we wish we can stop it but we can’t, dan di Hollywood, waktu berlalu bahkan jauh lebih cepat.

Kegilaaan ini bakal kalian saksikan melihat Riggan (Michael Keaton) berlarian tanpa pakaian di kerumunan untuk keperluan syuting Birdman ini.

Kegilaaan ini bakal kalian saksikan melihat Riggan (Michael Keaton) berlarian tanpa pakaian di kerumunan untuk keperluan syuting Birdman ini.

Abaikan dugaan peran dimana Birdman merupakan semi-biopic Michael Keaton yang dulu memerankan Batman dan ikut melambungkan namanya, dan Keaton pun mengakui Riggan hampir mirip kehidupan karirnya. Ironisnya, Riggan merupakan batu loncatan bagi Keaton di dunia aktingnya sekarang ini. Yang terbaik dari kemampuan akting Keaton muncul melalui Riggan, dan untuk pertama kali dalam hidupnya, film ini membawa namanya ke dalam nominasi Best Actor di ajang Academy Awards. A very beautiful awakening dari seorang aktor yang hampir dilupakan.

Sam (Emma Stone), anak semata wayang Riggan yang selalu tidak sependapat dengan ayahnya, namun tetap menyayanginya.

Sam (Emma Stone), anak semata wayang Riggan yang selalu tidak sependapat dengan ayahnya, namun tetap menyayanginya.

Lalu mari menengok kompatriot Riggan yang juga harus menghadapi kesulitan pahit menjadi bagian dari kegaduhan dunia akting. Seperti karakter yang diperankan Naomi Watts, –Naomi Watts mengambil dua peran pendukung tahun ini, satunya lagi lewat St. Vincent, dan dua-duanya begitu memukau– Lesley.

Sedari kecil Lesley berharap menjadi seorang pemain pentas Broadway, dan ketika ia berhasil meraih mimpinya, ia masih merasa mengejar mimpi tersebut, sangat melelahkan. Laura yang diperankan Andrea Riseborough, dia harus merelakan keberadaannya sebagai pemain nomor dua, sebuah bayang-bayang, bahwa ia tak bisa terbang lebih tinggi dari itu.

Kompatriot Riggan, Lesley (Naomi Watts) berharap menjadi seorang pemain pentas Broadway, dan ketika ia berhasil meraih mimpinya, ia masih merasa mengejar mimpi tersebut, sangat melelahkan.

Kompatriot Riggan, Lesley (Naomi Watts) berharap menjadi seorang pemain pentas Broadway, dan ketika ia berhasil meraih mimpinya, ia masih merasa mengejar mimpi tersebut, sangat melelahkan.

Dia menyedihkan, tapi setidaknya dia sadar bahwa itu merupakan resikonya. Mike Shiner yang diperankan Edward Norton, he used to be popular, dan karena dia tahu bahwa dia tak lama lagi akan dilupakan, dia berkompromi dengan penonton di luar sana, dia melakukan apa yang bisa membuat mereka puas.

Mike Shiner yang diperankan Edward Norton, he used to be popular, dan karena dia tahu bahwa dia tak lama lagi akan dilupakan, dia berkompromi dengan penonton di luar sana, dia melakukan apa yang bisa membuat mereka puas.

Mike Shiner yang diperankan Edward Norton, he used to be popular, dan karena dia tahu bahwa dia tak lama lagi akan dilupakan, dia berkompromi dengan penonton di luar sana, dia melakukan apa yang bisa membuat mereka puas.

Semua orang mendamba untuk diakui, sesederhana itulah pesan Alejandro Gonzales Inarritu lewat karya terbarunya ini. Namun ini bukan karya yang biasa, Birdman adalah kegilaan berlapis.

Digambarkan dengan visualisasi yang dinamis dan intens, penuh dengan gambar-gambar long-shot dalam seluk beluk panggung teater yang sebagian besar gelap, kadang sempit dan kadang terlalu luas, dentuman drum yang selalu mengikuti kemana pun karakter-karakter satire-nya bergerak, dengan dialog-dialog panjang yang sebagian besar menggelitik pikiran, digawangi jajaran aktor-aktor besar dengan peran-peran yang distinguishly complex & humane, maka layaklah dikatakan bahwa Birdman merupakan salah satu film yang paling ambisius yang bisa kita saksikan semenjak beberapa tahun terakhir ini.

Lalu, kemudian bandingkan Birdman dengan karya-karya terbaik Inarritu sebelumnya, maka kita akan menemukan bahwa Birdman merupakan sisi liar Inarritu, sisi sensitif nan cerdas-tapi-lucunya yang belum pernah kita lihat. Birdman, didedikasikan untuk Hollywood dengan segala hingar bingar-nya, dan menjadi Film Terbaik Amerika tahun 2014 ini. []

*Penulis adalah penggiat komunitas Cinema Appreciator Makassar (@cineappMKS)