Ilustrasi: Herman Pawellangi ( @chimankorus )

Paniki Hate Light (PHL), mungkin sangat familiar di kalangan pecinta musik hardcore Kota Makassar. Usianya sudah lebih enam tahun. Aliran musiknya tidak berubah dari dulu hingga sekarang.

Kemudian berita gembira terdengar di bulan November 2014. Mereka merilis album Survival dalam bentuk CD. Para penggemar menyambut dengan suka cita. Termasuk Darman Kadir.

Tunggu.

Siapa itu?

Would you tell us about yourself to Revius?

Halo, saya Darman Kadir. Orang dengan aktivitas keseharian yang hampir selalu berhubungan dengan visual dan musik. Mungkin seperti itu deskripsi singkat tentang saya.

What’s your recent activity or what project are you working on now?

Sekarang ini saya sedang dalam proses penggarapan beberapa artwork, salah satunya artwork untuk sebuah program acara bedah musik yang diselenggarakan oleh salah satu media yang ada di kota Makassar. Serta menekuni beberapa hobi baru yang juga berhubungan dengan kegiatan coret-mencoret.

Sampai di sini, saya harap Anda sudah mengira kalau orang ini lah yang membuat desain sampul album Paniki Hate Light, Survival.

drm

Apa alat dan media yang digunakan dalam pembuatan artwork ini?

Untuk artwork album Survival ini, saya menggunakan media digital dengan teknik digital painting, dan kebetulan juga karakter musik dari Paniki Hate Light sendiri banyak mengandung unsur techno dan digital, jadi saya rasa ini merupakan perpaduan yang sangat menyatu. Alat yang biasa saya gunakan untuk digital painting adalah pen tablet. Saya menggunakan pen tablet hanya untuk mempermudah proses pengerjaan dan juga efisiensi waktu. Tapi jangan sampai alat menjadi penghambat kreativitas kita!

Bagaimana ceritanya kamu bisa bekerjasama dengan Paniki Hate Light?

Kerjasama dengan Paniki Hate Light itu bermula pada waktu saya diminta untuk mengerjakan artwork Riuh Berderau Sulawesi tour di tahun 2013. Di sana saya bertemu dan berkenalan dengan salah satu teman dari Paniki Hate Light, yang kebetulan juga sebagai panitia tur Riuh Berderau saat itu. Setelah sempat berbincang dan melihat beberapa karya saya, akhirnya dia tertarik untuk mempercayakan saya dalam penggarapan artwork album debut dari Paniki Hate Light.

Bagaimana proses kreatif dari pengerjaan artwork ini?

Sebelum mengerjakan artwork album Survival ini, terlebih dahulu saya melakukan diskusi dengan teman Paniki Hate Light. Dimana kita melakukan brainstorming dan membahas mengenai konsep yang akan dituangkan kedalam artwork album Survival. Setelah konsep sudah disepakati, maka kita akan melangkah ke proses selanjutnya. Pada awal pengerjaan sebuah artwork saya selalu memulainya dengan membuat sketsa terlebih dahulu, itu harus! Hehehe. Setelah sketsa beres, selanjutnya artwork akan dikerjakan pada media digital dengan teknik digital painting. Pada tahap ini akan dilakukan proses coloring dan detailing. Pada saat proses penggarapan artwork, saya sering melakukan konsultasi dengan dengan teman-teman Paniki Hate Light untuk meminta masukan-masukan sampai akhirnya artwork Survival ini terselesaikan.

Apa yang terpikirkan pertama kali ketika mengerjakan desain Survival?

Yang pertama kali terpikirkan di kepala saya adalah sebuah kejadian di mana kita mampu bertahan dan melewati bencana kehancuran.

Berapa lama waktu pengerjaan artwork ini?

Secara keseluruhan, proses pengerjaan artwork ini memakan waktu kurang lebih tiga minggu karena dikerjakan secara bertahap, kebetulan waktunya juga tidak begitu mepet. Dalam pengerjaan artwork ini, proses detailing merupakan tahapan yang membutuhkan lebih banyak waktu, dimana kesabaran kita menjadi seorang illustrator akan diuji. Hehehe..

Adakah pesan yang ingin disampaikan dari artwork ini?

Pada artwork ini kita ingin menyampaikan bagaimana sebuah usaha untuk tetap bertahan dan melewati badai kehancuran. Seperti kegigihan para kelelawar hitam lapar Paniki Hate Light, dimana mereka mampu melewati waktu yang bisa saja meleburkan keberadaan mereka, dan tetap bertahan hingga saat ini. Dengan sayap yang kuat, mereka siap terbang lebih tinggi!

What inspire you to make this artwork?

Kelelawar. Hahaha…… Ya, kelelawar menjadi inspirasi saya dalam pembuatan artwork ini. Mengapa? Karena ketika mendengar nama Paniki Hate Light yang pertama terlintas dipikiran saya adalah kelelawar. Hahaha….. Dari mempelajari dan melihat kehidupan kelelawar, sehingga dari situ saya dapat memperoleh gambaran-gambaran yang nantinya akan saya lukiskan ke dalam artwork.

Survival_Artworkterang

What’s your favorite track on Survival? 

Sama dengan judul albumnya, track yang menjadi favorit saya adalah Survival. Karena menurut saya inti dari album ini ada pada track Survival, dengan kualitas sound yang sangat menyatu dengan karakter musik Paniki Hate Light, ditambah suguhan vocal clean yang apik ditengah padatnya gelombang suara teriakan membuat track ini cukup memorable bagi saya. Tetapi jangan lupakan Change yang menjadi track pamungkas dari album Survival, track ini kadang-kadang membuat saya merinding. Hehehe……..

Last, apakah kamu ini tipe orang yang baru bisa berkarya dan produktif di malam hari seperti kelelawar atau bagaimana?

Tidak juga, tapi memang saya berkarya kebanyakan di malam hari, karena kalau siang biasanya banyak kegiatan lain jadi waktu berkarya hanya ada di malam hari. Kalau masalah produktivitas itu tergantung dari mood, kalau mood-nya lagi on fire hahaha… tidak pandang waktu dan tempat maunya berkarya terus. Tapi ini mi yang paling susah dijaga, jadi sebagai seorang desainer atau ilustrator harus pintar menjaga mood dengan caranya masing-masing, biar produktif dalam berkarya. Karena bagi saya, mood sangat menentukan kualitas karya yang dihasilkan. Apalagi kalau karya kita mendapat penghargaan yang setimpal, pasti makin semangat untuk berkarya. Semangat! []