Foto: Elevation Records ( @elevation77 )

Setelah pertama kali dirumuskan di Record Store Day tahun ini, enam bulan kemudian proyek reissue vinyl 12″ album semata wayang Bandempo telah selesai dan  resmi dirilis pada tanggal 21 September 2016 ini.

Bagi Anda yang belum terlalu akrab dengan Bandempo, mereka adalah band yang lahir dari kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di akhir dekade 1990-an dan sempat meramaikan panggung-panggung pementasan indie di Jakarta. Tak jelas benar apakah mereka pernah bermain atau pernah dikenal di luar Jakarta. Dan kini saatnya Bandempo bisa dikenal sedikit lebih luas di luar Jakarta melalui rilis piringan hitam ini. Bandempo bisa dikatakan sebagai band paling berantakan, paling off-kilter, paling liar namun juga sekaligus paling catchy, paling melodis dan paling konsisten (paling tidak di album self-titled ini). Musik mereka hanya dimainkan dengan gitar, bass dan drum—dengan sedikit tambahan keyboard—namun begitu banyak kocokan-kocokan rhythm guitar yang funky, solo guitar nan melodis, betotan bass yang kadang menggantikan melodi gitar serta gebukan drum yang primitif dan tidak terduga.

Musik mereka sangat lo-fi seperti Slanted and Enchanted-nya Pavement, namun jika anda suka Bing Slamet, dangdut, atau paling tidak musik dari Naif, pasti Anda akan tertawan dengan album ini. Belum lagi vokal Anggun Priambodo yang meliuk-liuk, berubah dari vokal sengau kekanak-kanakan seperti di track Berlayar menjadi primal scream dan teriakan liar seperti di track terakhir Kereta Lewat.

Jika Anda ingin merasakan seperti apa rasa rock and roll Indonesia, coba dengar Nonton Srimulat yang merayakan sebuah acara televisi penuh humor otentik sebelum televisi dikuasai stand-up comedy yang tidak lucu atau slapstick yang sangat fisikal. Atau dengar juga Marah-Marah komposisi rancak yang memasukkan sepotong dangdut di tengah lagu. Ajaib!

bandempo-vinyl_revius1

bandempo-vinyl_revius2

Bagian muka dalam album Bandempo versi vinyl ini.

Sosok Tessy Srimulat yang menjadi cover album Bandempo versi vinyl ini.

Sosok jenaka Tessy Srimulat yang menjadi cover album Bandempo versi vinyl ini.

Album ini pernah dirilis dalam format kaset dan CD dengan sampul yang berbeda. Kini semakin melengkapi collectability rilis ini mereka menyiapkan packaging baru–yang jika anda memilih untuk tidak mendengarkan musiknya, anda akan bisa dengan bangga memasangnya di atas lemari.

Sebuah foto iconic dari ikon humor Indonesia: Tessy Srimulat. Piringan hitam 12-inchi yang dicetak di Cleveland ini akan dikemas dalam sampul gatefold lengkap dengan insert ramai dengan tata letak ala zine. Ada dua kesaksian tentang Bandempo yang ditulis oleh sang godfather indie Jakarta, Indra Ameng, dan sang indie elder statesman Harlan Bin (yang menobatkan album ini sebagai album terbaik dekade  2000-2010) sebagai liner notes. Piringan hitam Bandempo ini dirilis sebanyak 300 keping dan bisa didapatkan dengan mengirim e-mail ke Elevation Records di elevation1977@gmail.com.

Simak preview dari vinyl mastering album Bandempo berikut ini.