Teks: Achmad Nirwan ( @achmad_nirwan )

Belum lama ini saya kembali rajin mendengarkan album musisi-musisi jazz melalui dalam format digital (mengingat rekaman format analognya yang belum bisa saya temukan), karena eufoni yang saya kembali rasakan dari kemahiran mereka bermain instrumen dan kemampuan menciptakan komposisi lagu yang cantik. Di antaranya musisi  yang sedang saya simak yaitu John Coltrane, Ornette Coleman, Fourplay, Level 42, Nina Simone, Jamiroquai, J.A.M. dari mancanegara serta simakdialog dan LLW (Lesmana, Likumahuwa, Winarta) dari musisi tanah air. Gelora yang timbul ketika mendengarkan karya mereka juga menghadirkan semacam ikatan musikal yang membuai saya dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu kurang lengkap rasanya jika hanya mendengarkan rekaman para musisi jazz tersebut tanpa berniat melihat penampilan mereka secara langsung. Terlebih lagi, festival-festival musik jazz tahunan di Indonesia semakin banyak menghadirkan musisi dalam dan luar negeri. Hanya saja, niat yang selalu terbentur persoalan finansial, syukurnya bisa tergantikan sejenak saat saya bisa diberi kesempatan menyimak dua edisi Makassar Jazz Festival, yang telah sampai pada edisi ke-enam di tahun 2015 ini.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Makassar Jazz Festival tahun ini diadakan dua bulan lebih awal, tepatnya 19-20 September 2015.  Kembali diadakan di Fort Rotterdam Makassar, Makassar Jazz Festival 2015 masih menghadirkan para penampil yang didominasi dari musisi jazz luar kota Makassar antara lain Fariz RM, Mus Mujiono dan Dian Pramana Poetra yang masing-masing mengusung pop berpadu dengan fusion jazz dalam karyanya yang terkenal di tahun 80-an. Ada pula Vina Panduwinata, si ‘burung camar’ yang berkolaborasi dengan Troy Kurniawan Quintet memainkan lagu popnya yang dibawakan dengan aransemen lounge jazz, serta Yovie & Nuno dan Tulus yang merupakan musisi pop kekinian yang sedang digandrungi oleh kawula muda. Yang saya tidak sangka-sangka, Imaniar feat. Makassar All Stars juga kembali tampil  untuk edisi tahun ini.

Sayangnya, ketika saya melihat rundown Makassar Jazz Festival 2015 yang disebar di media sosial, line-up musisi jazz dari kota Makassar tahun ini tampaknya tidak mengalami perubahan drastis, terbukti dengan kembali dimeriahkan oleh musisi-musisi kawakan seperti Pakarena Etno Mission, La’biri, Sky Project walau ada penampilan ‘segar’ dari Adi Duri dan Pakkanjara Jazz Project. Sepertinya musisi jazz di Makassar sedang mengalami krisis regenerasi jika menilik dari line-up tersebut. Ini juga bisa jadi bumerang untuk pihak penyelenggara mengingat penggunaan ‘Makassar’ dalam nama event-nya, padahal line-up belum pernah didominasi musisi-musisi jazz dari Makassar.

Terlepas dari itu, melihat line-up penampil yang tidak seluruhnya merupakan musisi jazz tulen, juga menjadi keunikan tersendiri bagi Makassar Jazz Festival. Karena tidak hanya menampilkan permainan musik jazz saja, namun juga memasukkan ragam musik yang lainnya pula, yang bersentuhan dengan ranah musik jazz seperti pop, fusion, world music dan blues. Corak musik yang beragam dalam sebuah festival musik itu indah, bukan?

Setelah mengulas tentang Makassar Jazz Festival setahun yang lalu, saya ingin kembali mengulasnya untuk tahun ini. Sayangnya lagi, saya baru sempat hadir pada hari kedua. Jadi, tidak afdal rasanya jika hanya mengulas satu hari saja.  Tetapi, daripada tidak ada sama sekali, saya ingin mengajak anda merasakan dan ‘menyelami’ lebih dalam suasana Makassar Jazz Festival 2015 hari kedua melalui bidikan kamera M. Ifan Adhitya berikut ini. Terima kasih Makassar Jazz Festival, semoga semakin nge-jazz di edisi berikutnya!

Penampilan Yovie & Nuno yang banyak menarik perhatian audiens Makassar Jazz Festival 2015 dengan buaian musik popnya yang romantis. Yovie cs. juga menghadirkan penampilan panggung yang menghibur malam itu.

Penampilan Yovie & Nuno yang banyak menarik perhatian audiens Makassar Jazz Festival 2015 dengan buaian musik popnya yang romantis. Yovie cs. juga menghadirkan penampilan panggung yang menghibur malam itu.

Pakarena Etno Mission dari Makassar tampil unik dengan memadukan musik etnik dan modern, seperti saat membawakan "Love Me Like You Do" dari Ellie Goulding dengan versi mereka.

Pakarena Etno Mission dari Makassar masih tetap memadukan musik etnik dan modern, seperti saat membawakan “Love Me Like You Do” dari Ellie Goulding dengan versi mereka.

Dian Pramana Poetra tetap bertaji membawakan lagu-lagunya walau terlihat sedikit lelah. Penampilan paling apik dari DPP malam itu saat membawakan "Melayang" yang populer dinyanyikan oleh Januari Christy.

Dian Pramana Poetra tetap bertaji membawakan lagu-lagunya walau terlihat sedikit lelah. Penampilan paling apik dari DPP malam itu saat membawakan “Melayang” yang populer dinyanyikan oleh Januari Christy.

mksjazzfest 6

Penampilan Ime Percussion di Makassar Jazz Festival 2015 menjadi penambah keragaman musik yang ditawarkan festival musik ini.

Makassar Jazz Festival di bulan September ini semakin paripurna ketika Vina Panduwinata membawakan hits andalannya, "September Ceria". Betul-betul momen yang sangat istimewa.

Makassar Jazz Festival di bulan September ini semakin paripurna ketika Vina Panduwinata membawakan hits andalannya, “September Ceria”. Betul-betul momen yang sangat istimewa.

Tulus menjadi penampil yang paling ditunggu-tunggu di Makassar Jazz Festival 2015. Lagu pop bernuansa jazz menjadi amunisi Tulus membius para penonton muda-mudi untuk tetap tinggal hingga larut malam.

Tulus menjadi penampil yang paling ditunggu-tunggu di Makassar Jazz Festival 2015. Repertoar lagu-lagu pop bernuansa jazz dari dua albumnya menjadi amunisi Tulus membius para penonton muda-mudi untuk tetap tinggal menyaksikannya hingga larut malam.


Baca artikel lainnya dari M. Ifan Adhitya

Menanti Arah Setelah Dua Dekade

Interpretasi Ilustrasi-ilustrasi “Dialog Diri”

Hal-Hal yang Luput dan Tersisa dari Kenduri Ramadan

Mengobarkan Energi Musik dari Atas Atap

Belanja dan Musik Hingga Tengah Malam

Gaduh Berkesenian Tanpa Rusuh di Jalan

Belajar Menjadi Kreatif dari Bayi

Memahami untuk Membasmi

Memijak Bumi Gerbang Raja Bersama FrontXSide

Gelegar Pentas Musik Spektakuler di Belantara Kukar

Ayokmi Ngopi!

Momen Panggung Musik Cadas di Indonesia Timur

Merayakan 30 Tahun Perjalanan Musik Jazz di Makassar