oleh: Mudzdalifah KRS (@ipeAKAmucha)
Judul : THE BRIEF WONDROUS LIFE OF OSCAR WAO Penulis : Junot Diaz | Penerjemah : A. Rahartati Bambang Haryo | Editor : Adityas Prabantoro | Cetakan : I, Oktober 2011 | Tebal : 380 Halaman

The Brief Wondrous Life Of Oscar Wao merupakan tulisan pertama Junot Diaz yang berbentuk novel. Oscar Wao pulalah yang telah menjadikan Diaz mendapatkan penghargaan National Book Circle Award dan Pulitzer Prize For Fiction. Dinyatakan juga sebagai sepuluh novel terbaik abad 21.

Dalam kisah Oscar Wao kalian akan mendapatkan sejarah gelap Dominika yang dituliskan secara naratif yang penuh dengan humor bersaput tragedi. Narasi perlawanan terhadap rezim diktator Trujillo. Trujillo adalah seorang Laksamana (Dominika, 1930–1961), sebuah rezim loyalis AS di Santo Domingo. Memerintah Republik Dominika dengan zalim, kejam, dan bengis.

Diaz membuka novel Oscar Wao dengan Fuku. Fuku berasal dari Afrika, konon adalah kutuk kematian bangsa Tainio. Fuku adalah kata yang akan terucap ketika sebuah dunia hancur dan dunia yang lain dimulai. Fuku adalah roh jahat yang memasuki dunia lewat pintu mimpi buruk yang terkuak di kepulauan Antilles.

Di Santo Domingo, Fuku sangat identik dengan sang Laksamana Trujillo. Tak seorang pun tahu apakah Trujillo adalah budak atau justru majikan dari Fuku. Tetapi yang pasti Trujillo dan Fuku saling memahami. Bahwa hubungan keduanya sangat erat, siapa pun yang berencana melawan Trujillo akan menjumpai Fuku yang amat kuat.

Diaz memperkenalkan fuku secara terperinci untuk memberi tekanan pada apa yang terjadi terhadap tokoh-tokoh dalam novel ini. Terutama Oscar Wao. Pria Dominika yang berasal dari keluarga imigran di New Jersey. Bertubuh gembrot, yang lebih suka membaca The Lord Of The Rings ketimbang berkumpul dengan teman sebayanya. Seorang fanboy yang tergila-gila pada genre dan bercita-cita menjadi Tolkien. Namun dirundung nasib malang, tidak akan pernah meniduri seorang perempuan pun seumur hidupnya.

Oscar Wao adalah gambaran umum laki-laki Dominika, yang mudah sekali jatuh cinta kepada lawan jenis. Kecuali sosoknya yang tidak semenarik laki-laki Dominika pada umumnya, hingga tak seorang pun perempuan yang tertarik, meski hanya untuk dilirik. Laki-laki Dominika sudah seharusnya digelayuti oleh para gadis-gadis. “Skor nol Oscar dalam menggaet gadis-gadis”, begitu Diaz menggambarkan lelucon malang Oscar Wao.

Ibu Oscar Wao adalah seorang otoriter, sifat turunan terkutuk dari anak-anak rezim militer Trujillo. Kecantikannya menjadikan dia La Tetua suprema, gadis terjelita di pinggiran daerah kumuh Santo Domingo. Kecantikannya pulalah yang menjadi nasib tragis dan membawanya ke New Jersey. Ibu Oscar Wao, Hypatia Belicia Cabral, seorang perempuan jelita Dominika yang menyimpan kisah kelam masa lalu. Ibu yang tidak pernah berkata manis kepada Oscar Wao. Bahkan menganggapnya seorang laki-laki terkutuk.

Kisah kutukan Oscar Wao juga berkembang dalam diri Lola, kakak perempuan Oscar. Seorang perempuan Dominika yang melawan dominasi Ibu mereka dengan segala cara. Mulai dari memotong cepak rambutnya, sampai berkeinginan segera kabur dari rumah jika ada sekecil apapun kesempatan. Dibesarkan dengan rasa kebencian terpendam. Terus menerus dipaksa percaya oleh perkataan ibunya bahwa dia adalah que muchacha deldiablo, anak iblis, atau hija de tu maldita madre, anak dari ibu terkutuk.

Masih banyak lagi tokoh-tokoh yang digambarkan oleh Diaz dalam novel ini. Semuanya berputar di Fuku dan Trujillo. Abelard Luis Cabral, yang pernah berhadapan langsung dengan Trujillo. La Inca, saudara perempuan Abelard,  yang menyelamatkan Belicia, Ibu Oscar, dari penyiksaan orang tua angkatnya. Tapi sekaligus menyimpan kepahitannya sendiri selama menyaksikan anggota keluarga Cabral yang tidak bisa bebas dari kutukan. Kecantikan Belicia membawa petaka. Pemberontakan Lola. Oscar, laki-laki Dominika yang masih perjaka. Fuku.

Begitulah gambaran singkat tentang novel The Brief Wondrous Life of Oscar Wao. Selain ceritanya yang penuh dengan intrik mistik yang unik. Kalian juga akan mendapatkan banyak keunikan dan kelebihan yang dimiliki oleh Oscar Wao. Laki-laki Dominika gembrot yang masih perjaka, namun sangat dewasa dan bijaksana.  Penuh dengan kejutan imajinasi. Penggemar cerita-cerita fantasi yang mungkin juga menjadi buku atau bacaan kesukaan kalian.

Salah satu kutipan komentar dari The New York Times, “sangat orisinal, kisah yang mempertemukan gaya Mario Vargas dengan Star Trek, plus David Foster dan Kanye West. Lucu, cerdas, menggelitik sekaligus memancing adrenalin.”

Dalam gaya penulisan yang digunakan Diaz, kalian akan menemukan banyak keunikan yang tidak lazim. Diaz tidak menggunakan tanda kutip yang biasa digunakan untuk membedakan penuturan tokoh dengan narasi cerita. Satu-satunya pembeda adalah huruf besar pada awal penuturan. Bahkan ada dalam satu bagian Diaz sama sekali tidak memberikan tanda koma dalam kalimat panjang yang memuat beberapa anak kalimat. Ada juga sebuah paragraf sepanjang tiga halaman, Diaz hanya memberikan satu tanda titik.

Penuturan narasi ceritanya diganti-ganti dengan orang yang berbeda. Agar tidak bingung, pembaca harus jeli mencari siapakah yang sedang menyampaikan cerita. Pembaca juga akan disuguhi berbagai istilah dalam bahasa Spanyol-Dominika dan Spanglish, kata-kata prokem orang Hispanik-Amerika .

Itu beberapa keanehan dan keunikan yang dimiliki novel ini. Setelah pembaca mampu membiasakan diri serta ikut menyelam dalam cerita, pembaca akan menemukan pesona novel ini. Hal-hal yang menjadi rintangan, tak terasa berubah menjadi tantangan yag memberikan pengalaman istimewa bagi pembaca Oscar Wao.

Jika kalian adalah pembaca fanatik cerita fantasi, Oscar Wao sangat tepat menjadi sahabat baru kalian. Dan jika kalian adalah pembaca baru novel bergenre semacam ini, maka Oscar Wao akan menjadi pengalaman baru yang istimewa.