Sumber Gambar: Majestic Filmproduktion

Pada 1973 di Chile, terjadi kerusuhan politik antara pendukung Presiden Salvador Allende dengan diktator Augusto Pinochet yang hendak melakukan kudeta militer. Menurut sejarah, Pinochet berhasil menjatuhkan Allende dan memimpin Chile hingga tahun 1990, persis seperti saat Soeharto berhasil mengambil alih kepemimpinan dari Presiden Soekarno tahun 1966.

Tapi berbeda dengan di Indonesia yang belum berani membuka bungkam, aktivis-aktivis muda di Chile saat itu sudah berani berdemonstrasi dan berorasi di jalanan. Beberapa orang bahkan memimpin sebuah gerakan perlawanan untuk melawan Pinochet.

Situasi politik menjadi genting saat Pinochet berhasil menggulingkan pemerintahan Allende. Semua aktivis pendukung Presiden Allende dicari. Termasuk pemuda bernama Daniel (Daniel Brühl), pria berkebangsaan Jerman yang bertugas membuat poster-poster pembakar semangat para pendukung Allende.

Daniel beruntung. Beberapa hari sebelum situasi memanas, kekasihnya yang adalah pramugari Lufthansa, Lena Kortos (Emma Watson) datang mengunjunginya. Saat Daniel ditangkap dan apartemennya dibongkar, Lena akhirnya memutuskan untuk mencari kekasihnya. Dengan alasan cinta, dia rela menerjang bahaya di dalam koloni sekte berbahaya bernama Colonia Dignidad.

Colonia Dignidad berada di sebuah tempat di Selatan Chile, empat jam dari Santiago, sebuah tempat asing yang jauh dari apapun. Tempat ini kemudian diketahui adalah sebuah penjara penyiksaan utama untuk Kepolisian Rahasia Chile di mana ratusan tahanan telah diinterogasi, disiksa, dan dibunuh. Orang-orang yang masuk ke sana, tak ada yang berhasil kabur. Menyampingkan fakta-fakta ini, Lena tetap bersikeras masuk sendirian dengan misi mencari dan menyelamatkan Daniel.

Saya selalu memulai menonton satu film karena satu alasan. Ekspektasi belakangan. Jika film tersebut mampu melebihi kadar ekspektasi yang saya bangun, saya akan menilai film itu cukup bagus, cukup menghibur atau cukup mendidik. Begitupula sebaliknya.

Emma Watson menjadi alasan saya yang pertama menonton Colonia. Sebab dia memerankan Hermione Granger dengan amat baik di tujuh film Harry Potter. Emma juga berhasil keluar dari karakter Hermione saat bermain di The Perks of Being Wallflower (2012) dan Bling Ring (2013). Di luar dari dunia akting, dia adalah aktivis feminis yang vokal menyuarakan kampanye kesetaraan gender: HeforShe dan menjadi UN Women Goodwill Ambassador, sehingga nampaknya ia tak perlu berusaha begitu keras berperan sebagai kekasih seorang aktivis yang kerap melawan ketidakadilan.

Kisah cinta Daniel dan Lena lebih tersorot di awal-awal film, saat situasi masih berpihak pada kelompok pendukung Allende. Selebihnya mereka lalu melewati penyiksaan mereka masing-masing di dalam koloni sebelum akhirnya bertemu dan menyadari keberadaan satu sama lain dengan adegan yang sama persis dengan adegan di film Divergent, saat Tris melihat Four di dalam kereta saat simulasi pertama berlangsung.Walaupun begitu, Daniel dan Emma menurut saya lebih pantas menjadi rekan sesama aktivis yang terjebak di tempat mengerikan dibanding harus menjadi sepasang kekasih.

Akting yang pantas diacungi jempol malahan adalah akting Michael Nyqvist yang berperan sebagai Paul Schafer. Paul memimpin koloni seperti seorang diktator jahat. Dia tega memukuli wanita seperti binatang dan memanggil mereka dengan sebutan pelacur yang bau, melakukan pelecehan seksual pada anak-anak lelaki, mengeluarkan aturan untuk kerja paksa, memisahkan perempuan dan laki-laki lalu mengharamkan keduanya untuk bertemu. Thriller sesungguhnya dalam film ini benar-benar berasal dari kekejaman tokoh Paul di dalam Colonia Dignidad.

Diinspirasi oleh kisah nyata, Colonia menjadi film yang cocok bagi penggemar kisah mencekam. Bahkan akan terus menegangkan hingga credit title muncul di layar. Have a nice watching!

colonia-poster_ReviusJudul Film: Colonia | Pemain: Emma Watson, Daniel Brühl, Michael Nyqvist | Sutradara: Florian Gallanberger | Rating IMDB: 7.1/10 |Rilis: September 2015 |Durasi: 109 menit

Baca tulisan lainnya

Lima Film Berwajah Islam Layak Tonton di Bulan Ramadan

Kisah Laila yang Belum Pernah Diceritakan

Perlawanan Seorang Sastrawan Sosialita

Komedi yang Dibatasi Konklusi Sendiri

Kisah Pemuda yang Berpikir Dirinya Berasal dari Bira

Pulau Buru Tanah Air Beta, Ketika Monumen Memori Berkisah

Melihat Transgender dengan Lebih Baik

5 Film Paling Dinanti yang Bakal Gagal Kamu Saksikan di Bioskop Tahun 2016