“Apa kau yakin bisa melakukannya?”

Pertanyaan ini seringkali muncul saat kita menghadapi sebuah tantangan yang berat dan beberapa hal yang mustahil dilakukan. Namun jawaban “YA” dengan tegas diucapkan oleh seorang anak kecil bertubuh pendek alias “little boy” bernama Pepper Flynt Busbee (Jakob Salvati) yang yakin bisa memindahkan gunung. Jelas keinginannya itu adalah hal yang mustahil dilakukan. Namun bagi Pepper ini bukanlah hal yang semata fantasi seorang anak kecil dengan khayalannya. Bagi Pepper, hal itu harus dia lakukan untuk memulangkan orang yang sangat dia cintai.

Film ini mengambil latar tahun 1940’an di California, Amerika Serikat yang saat itu sedang dalam situasi perang dunia II. Menceritakan keadaan nyata yang terjadi selepas penyerangan Angkatan Udara Jepang ke pelabuhan Pearl Harbour. Menyulut “api” kepada Amerika Serikat untuk ikut dalam perang dan harus membuat banyak anggota keluarga yang dicintai ikut juga dalam perang.

Realita tersebut juga harus terjadi untuk Pepper si “little boy” yang harus merelakan ayahnya, James Busbee (Michael Rapaport) untuk ikut dalam perang tersebut. Bagi Pepper, ayahnya adalah rekan terbaik dan rekan satu-satunya yang mengajarinya segala hal, dan menjadi sosok inspirasinya. Hanya Ayahnya yang bisa menerima semua kekurangannya mengingat tubuhnya yang mungil dan pendek membuat Pepper seringkali diolok-olok oleh teman

Pepper dan ayahnya.

Pepper dan ayahnya.

Kenyataan pahit kembali harus dihadapi Pepper dan keluarganya saat mendapatkan kabar bahwa ayahnya menjadi tahanan perang dengan kondisi yang tidak diketahui, apakah masih hidup atau masih menjadi tahanan perang. Hal ini memberi guncangan besar bagi Pepper, Ibunya Emma Busbee (Emily Watson) dan kakaknya London Busbee (David Henrie). Namun mereka berusaha tetap optimis bahwa sang Ayah masih hidup dan akan kembali ditengah-tengah keluarga mereka suatu saat nanti.

Pada suatu misa di gereja, Pepper mendengar sebuah kutipan, “dengan keyakinan sebesar biji mustar, kamu akan dapat memindahkan gunung” yang diucapkan oleh Bapa yang memimpin misa itu. Kutipan tersebut melekat dalam kepala Pepper dan menganggap biji mustar adalah sumber kekuatan dan berharap apabila dia bisa memindahkan gunung, dia akan mampu membawa ayahnya pulang.Untuk mewujudkan keinginannya tersebut Pepper melakukan konsultasi langsung pada Bapa Oliver (Tom Wilkinson) dan diberikan sebuah kertas yang disebut “daftar kuno” yang berisi beberapa hal yang harus diikuti oleh Pepper sebagai syarat untuk bisa memindahkan gunung.

Pepper mencoba memindahkan gunung.

Pepper mencoba memindahkan gunung.

Salah satu syarat yang harus Pepper ikuti pertama kali adalah berteman dengan seorang pria paruh baya bernama Hashimoto (Cary-Hiroyuki Tagawa) yang merupakan warga keturunan Jepang di lingkungannya. Jelas syarat ini salah satu yang tersulit, mengingat sentimen anti-jepang yang sangat besar saat itu. Jepang dianggap penjahat perang yang telah menyerang Amerika dengan cara pengecut yang menyebabkan Amerika ikut perang dan mengorbankan begitu banyak anggota keluarga untuk ikut berperang.

Pepper yang harus kehilangan ayahnya akibat perang, juga jelas membenci orang Jepang. Namun demi mencapai keinginannya memindahkan gunung, dia pun berusaha bergaul dengan Hashimoto meski menerima ejekan dari orang-orang sekitar. Kakaknya sendiri memberinya peringatan keras untuk menjauhi Hashimoto. Namun pada akhirnya Hashimoto menjadi sosok yang sangat berarti bagi Pepper. Hashimoto menjadi orang yang setia menolong Pepper dalam proses melewati semua syarat dalam “daftar kuno” untuk memindahkan gunung.

Pepper dan Hashimoto

Pepper dan Hashimoto

Apakah Pepper si “little boy” bisa mewujudkan keinginannya untuk memindahkan gunung?

Akan banyak konflik dan hiburan menarik sepanjang film yang berdurasi 106 menit ini, ditambah sinematografi dan efek spesial yang akan memanjakan mata kita saat mengikuti setiap adegan dalam film ini. Akting setiap aktor/aktris yang memerankan tokoh dalam film ini juga menjadi poin utama yang membuat saya mengkategorikan film ini adalah sebuah film yang “indah”.

Little Boy merupakan film yang rilis pada2015 karya sutradara Alejandro Monteverde. Berusaha menyampaikan begitu banyak pesan dalam cerita film ini. Keyakinan, cinta, dan keikhlasan adalah pesan utama yang perlu digarisbawahi dalam film ini. Di mana film ini mengingatkan kita bawah harus ada keyakinan yang dibarengi keberanian yang kuat untuk mencapai apa yang kita inginkan. Meskipun itu terdengar mustahil, cinta yang mempersatukan sesama, dan pada akhirnya sebuah sikap merelakan saat semua keinginan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Ups and downs, kata inilah yang bisa saya gunakan untuk menggambarkan keseluruhan film hingga akhir cerita. Kita akan merasakan emosi yang mendalam dari setiap adegan yang membuat kita akan terharu dan tertawa dengan akhir yang mungkin tak terpikirkan.

Rating: 8/10.


Baca artikel lainnya dari Terbit Ryansyah

 X + Y = Cinta + Manusia

Perjalanan dan Makna Kehidupan

Our Music for Brighter Day!