Ilustrasi: Aisyah Azalya ( @syhzly )

Kalau kamu adalah orang Spanyol, setiap kali kamu berulang tahun kamu pasti akan mendapatkan ucapan feliz cumpleaños dari sanak famili dan handai taulan sekalian. Tapi karena kamu orang Indonesia, maka umumnya kamu akan mendapatkan ucapan, selamat ulang tahun. Secara khusus, kadang bertambah, “traktiiiiiiir”, dengan stiker-stiker menggemaskan kalau kamu menerima ucapan lewat aplikasi Line.

Kalau kamu dapat ucapan secara langsung ditambah hadiah menarik, maka saya turut senang untuk kamu. Mendapatkan hadiah di momen-momen menggembirakan memang bukan sebuah keharusan, karena merayakannya dengan orang-orang terbaik dalam hidup kamu sebenarnya sudah lebih dari cukup. Tujuan merayakan sesuatu kan, sebenarnya lebih kepada berbagi kebahagiaan.

Orang-orang suka dengan hari-hari special, mungkin karena jumlahnya yang sedikit. Dalam 366 hari setahun (kalau tahun kabisat), setiap orang hanya punya satu hari yang pasti akan dirayakannya secara personal bersama keluarga dan teman-teman.

Jangan sebut 17 Agustus, karena seandainya kamu berkewarganegaraan Madagascar, kamu pasti akan merayakan hari kemerdekaan pada tanggal 26 Juni setiap tahunnya. Tapi kalau kamu lahir pada tanggal 9 Juli, walaupun kamu berada di bagian selatan Rusia, kamu tetap merayakan ulang tahun pada tanggal tersebut. Kecuali kamu pindah ke Uranus, mungkin kamu akan punya tanggal ulang tahun yang baru.

Kenapa dari tadi saya membahas ulang tahun? Apa saya sedang berulang tahun hari ini? Tidak, ulang tahun saya sudah lewat dan yang sudah lewat sebaiknya jangan dibahas lagi. Anak muda cepat lelah kalau terlalu sering mengenang dan energi untuk mengenang sebaiknya diarahkan untuk menyusun masa depan. Begitu kira-kira.

Dan tulisan ini entah mengapa menjadi sedikit agak random. Mari kembali ke jalan yang lurus.

Jadi, hadiah ulang tahun. Dapatnya cuma sekali setahun. Ternyata banyak sekali di etalase toko-toko. Yah. Feel less special? You know you do.

Saya bukan sedang membuat kamu menatap kosong tumpukan hadiah ulang tahun yang bagus-bagus dengan merek-merek ternama yang tertera di barang-barang tersebut, karena mereka adalah sesuatu yang ‘dibeli’. Niat tidak pernah sebatas harga yang harus dibayar. Kepedulian juga tidak bisa dibeli, kecuali kamu teman yang matre’. Semoga kamu bukan sebagian dari kaum tersebut, soalnya kamu nanti disuruh ke laut. Kalau kamu tidak bisa berenang, saya khawatir kamu tenggelam. Kecuali kamu cerdik dengan nyemplung ke Laut Mati atau mempersiapkan pelampung.

Ok, back to the track, guys.

Pernah mendapatkan kado ulang tahun yang dibuat sendiri membuat saya mendiskriminasikan kado ulang tahun yang tinggal dibeli di toko. Bukan karena tidak bersyukur atau tidak punya rasa terima kasih, tapi ada perbedaan rasa ulang tahun di hadiah yang dibuat sendiri dengan hadiah yang dibeli pakai gaji. Dua-duanya menyenangkan… dalam takarannya masing-masing. Tapi tetap lebih suka kado yang dibuat dengan tangan teman sendiri. Tangan sama yang menguatkan ketika saya lemah, letih, lesu dan lunglai. Tangan sama yang saya beri puk-puk ketika sedang butuh dukungan. Syahdunya.

Kenapa begitu?

Karena…

Teman kamu yang membuatnya. Sehingga, kedekatan yang selama ini terjalin bisa tergambarkan dari apa yang mereka buat untuk diberikan ke kamu. Mereka tahu selera kamu yang tidak suka motif polkadot, dan lebih suka warna-warna cerah daripada warna pastel. Hadiah ulang tahun yang multifungsi. Selain kegunaannya sebagai barang, ia juga bisa digunakan sebagai ukuran seberapa kalian saling mengenal. Semakin sesuai dengan selera kamu, semakin jelas perhatian mereka. Duh, teman kamu ternyata selain kreatif juga perhatian.

Ini juga berlaku ketika kamu yang ingin membuatkan kado ulang tahun untuk teman. Memperhatikan hal-hal apa yang sering mereka lupakan untuk menambahkan detail menarik di sana agar mereka tidak mudah lupa lagi. Gantungan kunci atau dompet serbaguna untuk barang-barang kecil yang sering ditinggalkannya karena kemampuan mengingat yang memprihatinkan.

Selain itu…

Dengan menggunakan barang-barang buatan teman, artinya kamu menyukai apa yang teman kamu kerjakan. Kamu menunjukkan dukungan dan rasa suka itu dengan menggunakan apa yang sudah dia rancang, bentuk dan kreasikan hanya untuk kamu.

Berterima kasihlah lewat cara-cara yang manis, misalnya dengan memakai atau memajang kado itu dengan rasa bangga. Kalau nanti teman kamu diabetes, ingatlah kata Efek Rumah Kaca, diabetes adalah sebuah proses yang alami. Kalau kamu khawatir diabetes akan menyakiti teman kamu, maka tambahkanlah hal-hal pahit dalam hubungan pertemanan kalian agar rasa di hati tetap seimbang.

Ya, siapa tau karena dia senang melihat kamu memperlakukan hadiah ulang tahun darinya, tahun depan kamu dibuatkan lagi kado ulang tahun. Tapi mengharapkan hal semacam ini sebaiknya jangan dijadikan kebiasaan tahunan. Akan sedih kalau kamu tidak dapat apa-apa di tahun berikutnya, dan seseorang yang sedang berulang tahun sebaiknya jangan bersedih.

Serta yang paling penting…

Tidak semua hal harus dibeli, karena kamu bukan robot dengan kemampuan yang ditentukan oleh program yang telah dirancang sebelumnya. Kamu bisa mempelajari banyak hal kalau kamu mau dan punya waktu. Dan kalau mau, akan selalu ada waktu.

Tempat belajar ada dimana-mana. Bergabung di komunitas kalau kamu juga mau teman-teman baru untuk belajar bersama. Kalau malas terlibat basa-basi dan lebih suka bekerja sendiri bisa belajar dari para sesepuh crafter lewat tutorial yang dengan baik hati mereka bagikan di web mereka, atau lewat video tutorial daripada melelahkan diri menonton video ‘anak durhaka berubah jadi ikan’ di waktu senggang.

Hadiah ulang tahun yang benar-benar multifungsi. Selain bisa digunakan, bisa menambah skill kamu yang membuatnya.
So, itu adalah tiga alasan utama kenapa kado ulang tahun yang bisa dibeli di toko saya ter-anaktirikan dari kado yang dibuat sendiri.

Kalau kamu punya banyak halangan dan rintangan yang membentang untuk tidak merancang, membentuk dan mengkreasikan kado untuk teman-teman kamu yang berulang tahun atau merayakan momen-momen berbahagia lainnya, mungkin kamu lelah. Kalau kamu lelah, kamu beli saja. Toh, teman kamu belum tentu sependapat dengan saya.

Namun, saya tetap menyarankan untuk membeli barang-barang homemade para crafter di sekitar kamu. Untuk mendukung keberlangsungan kreatifitas mereka dan hubungan baik dengan tetangga seandainya do’i ternyata bertempat tinggal di lorong sebelah.

Membeli dari toko-toko besar, apalagi yang jualannya barang-barang dengan merek-merek tersohor itu kurang menggemaskan! Yang punya toko makin sering liburan, tapi tidak membawa serta pegawai karena mereka harus jaga toko. Juga tidak mengajak kamu karena dia berlibur bersama keluarga tercinta, bukan pelanggan setia. Kalau membeli dari teman sendiri, kamu membentuk simbiosis mutualisme yang panjang sekali seperti jarak cinta remaja kekinian kepada pasangannya, to the moon and back. Begitu.

Oleh sebab ulang tahun itu menyenangkan, alangkah klopnya jika kita membagi kebahagiaan itu dalam bentuk apapun dengan para teman kita yang betapapun menyebalkannya tetap pula disuruh cepat balik kalau dia pulang kampung. Membuatkan mereka kado hasil kreasi sendiri atau membelikan kado yang dibuatkan teman lainnya yang bisa mewujudkan bentuk kreasi yang ingin kita jadikan hadiah, adalah cara mudah untuk terus memberikan dukungan pada usaha-usaha mandiri yang mereka bangun sedikit demi sedikit.

viviiii


Atau kalau gemas, ya bikin sendiri saja. Banyak kok, orang yang menyeriusi hal-hal yang mereka pelajari secara otodidak dan berkembang di bidang itu. Coba aja dulu, kali aja kamu khilaf.

Btw, selamat bertambah usia buat kamu yang berulang tahun hari ini!