Georgie McCool tanpa ragu akan menjawab: Neal, suaminya.

 

Georgie tahu pernikahannya berada dalam masalah. Dua hari sebelum mereka seharusnya pergi bersama mengunjungi keluarga Neal di Omaha untuk merayakan Natal, Georgie tak bisa pergi. Dia harus tetap tinggal di Los Angeles menyelesaikan program televisinya. Dia tahu Neal akan kecewa, dia selalu membuat Neal kecewa, tapi dia juga tak menyangka Neal akan tetap pergi membawa dua anaknya tanpanya. Saat suami dan anaknya benar-benar pergi, dia akhirnya sadar telah menghancurkan segalanya: pernikahan dan keluarganya.

Suatu malam di rumah ibunya, Georgie tanpa sengaja menemukan cara untuk berkomunikasi dengan Neal di masa lalu: sebuah telepon rumah. Maka setiap malam, alih-alih berbicara dengan suaminya di masa kini (yang sedang di Omaha), dia malah berbicara dengan Neal masa lalu (yang juga di Omaha). Neal yang lebih muda, yang masih begitu mencintainya.

Lalu apakah Georgie akan menjadi seperti Marty McFly di film “Back to the Future”? Apakah dia akan mengubah sesuatu di masa lalunya dengan Neal untuk menyelamatkan pernikahannya di masa depan?

Hal yang sukai dari buku-buku karya Rainbow Rowell adalah dia mampu memfokuskan cerita pada satu tokoh sentral saja. Di Landline, fokus cerita ada pada Georgie McCool, seorang wanita yang manis dan berambisi pada pekerjaannya. Dia jatuh cinta pada Neal saat tak ada satupun yang melirik Neal. Dia jatuh cinta pada Neal yang pendiam, yang mengisi kolom komik, yang berasal dari Nebraska dan jauh-jauh ke California untuk belajar Oceanography. Rowell menulis tentang Georgie dan otomatis menulis juga tentang Neal.

Tapi semua tentang Georgie. Ketakutannya ditinggalkan Neal, flashback memory saat Neal melamarnya sambil berkata, “I love you. I love you more than I hate everything else”. Harapan-harapannya, kisah tentang sahabatnya Seth yang juga jatuh cinta padanya. Dan akhirnya juga tentang Georgie, yang akhirnya menyusul Neal ke Omaha tanpa peduli dia harus menghadang badai salju tanpa persiapan apapun.

Adegan yang sering sekali saya ulang-ulang baca adalah saat Georgie akhirnya bertemu Neal (masa kini) suaminya di Omaha. Saat selesai membaca adegan itu, rasanya saya ingin berteriak kencang saking leganya. Dan percakapan soal telepon membuatku tertawa.

“I want to call my mother, Neal. My phone is dead. Where’s your phone?” Georgie asked Neal.
“Inside. Dead. I was letting Alice play Tetris-sorry”

Kesannya seperti: “aku tak peduli pada kondisi teleponku, karena yang paling penting adalah kau ada di depanku dan aku ada di sisimu.

Buku ini ditulis pada Juli 2014, setelah Rowell menulis tiga buku lainnya: Attachments (2010), Eleanor and Park (2013) dan Fangirl (2013). Di US, buku ini diterbitkan oleh St. Martin Press dan dijual dengan harga $24.99. Di Indonesia, buku ini belum diterbitkan.

RI