Ilustrasi: Aisyah Azalya ( @syhzly )

Kamu pasti punya satu dalam hidup kamu. Dosen Killer. Kadang lebih dari satu. Menghindari beliau biasanya menjadi reaksi pertama agar terhindar dari masalah. Tapi mereka tidak mudah untuk dihindari. Bagaimanapun, sebagai mahasiswa, kita membutuhkan mereka. Ilmu mereka atau sekedar nilai agar lulus mata kuliah beliau.

Dolores

Crucio! (sumber: fanpop.com)

Seperti skripsi dan tugas akhir lainnya, mereka harus dihadapi. Mereka bagian tidak terpisahkan dari kehidupan perkuliahan. Niat mereka juga mungkin saja baik, untuk menghindarkan kamu dari kelalaian atau menjadikan kamu lebih siap akan dunia di luar kampus. Dan itu jauh lebih baik daripada dosen yang tidak pernah masuk tapi tugasnya jalan terus setiap minggu, atau dosen yang entah dia melakukan apa sepanjang satu semester sehingga membuat kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya yang kamu pelajari selama ini?

Selama dosen kamu bukan Dolores Umbridge, kamu akan baik-baik saja.

Sebagai sarjana yang (berusaha menjadi) baik, saya punya waktu untuk memberikan tips menghadapi dosen killer bagi adik-adik yang saat ini masih berstatus mahasiswa. Agar adik-adik tidak perlu merasa ter-killed jika bertemu dengan para dosen ini.

 

1. Manfaatkan Teknologi

Dalam memberikan tugas, ada kemungkinan beliau menjadi lupa. Kita sebaiknya berpikiran positif saja sebagai mahasiswa yang masih perlu banyak belajar. Hal yang biasanya terjadi dengan dosen ini adalah, dia memberikan tugas dengan syarat-syarat tertentu. Misalnya, kertas makalah harus beraroma melati dan ditulis tangan dengan jenis font tertentu. Lalu, ketika dikumpulkan pada hari yang ditentukan, beliau tiba-tiba saja punya aturan baru. Bukan kertas yang harus beraroma melati, tapi latar belakang slide Power Point persentasi yang harus bergambar melati. Kamu yang salah, bukan Dosen tercinta.

Melati~ melati~ harum dan mewangi~ (sumber: hdimagewallpaper.com)

Maka, setiap kali beliau memberikan tugas atau berbagai macam perkuliahan, nyalakan alat perekam dan biarkan perekam itu menyimpan segala yang beliau katakan. Sebelumnya, sesuaikan dulu dengan teman sekelas untuk mengheningkan cipta selama beliau bicara agar hasil rekaman menjadi jelas jika nanti harus diperdengarkan kembali, baik untuk mengingat tugas tersebut maupun mengingatkan sang dosen ketika dia secara tiba-tiba memiliki peraturan baru pada hari pengumpulan tugas.

Jangan lakukan dengan video, entah nanti kalau kamu dendam lalu memutuskan “bertindak kreatif” dengan video tersebut dan mengunggahnya ke Yucub. Itu perbuatan yang tidak menyenangkan, jangan dilakukan.

Teknologi lain yang bisa digunakan adalah earphone. Kita biasa menemukan dosen yang menjalankan kuliah dengan cara yang paling klasik: berbicara sepanjang kuliah, kadang sekalian dengan berjalan-jalan ke seluruh kelas. Hal yang paling beliau tidak suka adalah kelas yang ribut. Beliau sepertinya suka sekali ketika suaranya yang menyerukan pengetahuan itu bergema di seluruh kelas tanpa ada suara-suara pengganggu semacam bisik-bisik curhatan mahasiswa.

Jangan seperti ini pakai earphonenya. (sumber: breathlesssurvival.wordpress.com)

Tidak banyak yang bisa dilakukan ketika dosen tersebut mengajar dan kamu sedang malas memperhatikan. Maka, pasang earphone dan pasang tampang berpikir; mengerutkan dahi, menutup mulut rapat-rapat dan menopang dagu dengan tangan sambil terus memandangi dosen sebanyak yang diperlukan.

 

2. Pasang Wajah Datar dan Iya-kan Saja

Ini adalah jurus andalan saya. Dan selama masa-masa kuliah, terbukti ampuh menjauhkan saya dari serangan bertubi-tubi dosen killer. Jadi, apapun yang dikatakan dosen, dengarkan saja. Mengangguklah secara teratur setiap kali beliau menyelesaikan kalimat dan jangan mengubah ekspresi wajah sama sekali. Usahakan tidak memasang ekspresi heran, marah apalagi senang. Intinya, seberapa mengerikannya isi kepalamu tentang dosen tersebut, jangan biarkan tampak di wajah.

Saat kamu melakukan hal yang bertentangan dengan aturan mengajar beliau, kamu akan mendapat teguran. Tapi, beberapa dosen kadang tidak suka komunikasi dua arah. Beliau melihat kesalahan dan tidak berminat pada apapun yang berbau alasan. Ketidaksukaan beliau mendengar alasan dan keengganan beliau mencari tahu permasalahan di balik pelanggaran yang kamu lakukan, merupakan keuntungan jurus ini.

Iya, Pak. (sumber: pixshark.com)

Selama beliau mengungkapkan segala yang perlu diungkapkannya, pertahankan ekspresi datar itu selama mungkin. Dia akan berhenti sendiri ketika merasa sudah cukup, atau heran apakah kamu mengerti apa yang dia katakan sehingga memilih untuk berhenti melihat kepasrahanmu. Bahkan ketika kamu diusir dari kelas, cukup meng-iyakan permintaannya (masih dengan ekspresi datar) dan keluar kelaslah dalam diam.

Tidak ada yang salah dari dikeluarkan dari kelas, dan kantin selalu punya kursi kosong agar kamu selalu bisa melampiaskan kesedihan pada makanan yang tidak peduli kenapa kamu dikeluarkan dari kelas tapi selalu bisa membuatmu merasa lebih baik. Atau jika kamu merasa bersalah pada diri sendiri karena dikeluarkan dari kelas, segeralah menuju perpustakaan kampus dan membacalah dalam tenang di sana.

 

3. Menjadi Teladan

Ini adalah jurus yang memiliki hasil yang paling baik bagi hubungan kamu dan sang dosen. Pokoknya, apapun yang terjadi, kamu harus menjadi yang terbaik. Tidak pernah absen, tugas terkumpul tepat waktu dan persentasi berjalan dengan lancar—kamu bisa menjawab semua pertanyaan dari teman-teman.

Setiap ada pertanyaan yang dilontarkan sang dosen ke kamu, jawablah dengan panjang lebar bahkan sampai ke detail sekecilnya, detail yang tidak penting untuk diketahui satu kelas tapi bisa membuat dosen tahu betapa kerasnya kamu berusaha menyelesaikan tugas yang dia berikan seminggu yang lalu. Rajin melontarkan pertanyaan terkait dengan pelajaran yang sedang berlangsung, terlepas dari apakah kamu ingin tahu atau tidak, yang penting bertanya agar terlihat aktif.

Jika tingkat kepercayaan dirimu tinggi, bersikaplah seolah-olah kamu sudah akrab dengan beliau.

Selingi senyum dalam percakapan dengan beliau. Walaupun beliau masih bersikap dingin, usahakan kamu tidak gentar. Tetap bersikap tegas dan menyenangkan. Kamu tidak punya hal yang perlu dikhawatirkan selama kamu telah melakukan yang terbaik dan kamu tahu apa yang kamu bicarakan. Tips ini bukan semata untuk pencitraan agar selalu terlihat gemilang di hadapan dosen.

Belajar seperti Dekisugi bisa mulai dilakukan. (sumber: pandemarker.wordpress.com)

Sering-seringlah bertanya kepada senior sebagai seseorang yang telah lebih dulu menghadapi beliau, tentang bagaimana sikap dan cara mengajar beliau agar kamu bisa berkreasi dalam membawa diri terbaik ketika berada di dalam kelasnya.

Kamu harus benar-benar tahu apa yang kamu bicarakan dalam percakapan dengan beliau. Jika tidak, kamu punya resiko menjadi menyebalkan karena terlalu banyak bicara tapi tak tahu apa-apa. Kalaupun tidak tahu, jawablah pertanyaan beliau dengan jawaban yang bijak.

 

4. Menjadi “Yang-Tidak-Kelihatan”

Ini hampir sama dengan tips sebelumnya. Perbedaannya adalah, jika kamu mengamalkan tips ini, kamu tidak perlu dikenal oleh dosen seperti tips ketiga di atas.

Kamu datang sebelum dosen tiba di kelas, duduk tenang di bagian belakang. Mendengarkan seluruh kuliah beliau dengan baik dengan tenang sepanjang semester. Tidak membuat keributan di kelas, tidak mengobrol selama jam kuliah untuk menghindari teguran dan kemudian dikenali oleh dosen. Jangan menonjol, karena kamu bukan tonjolan.

Kurang lebih seperti ini. Lebih baik jika keadaannya dibalik, ada gambar tapi tidak ada suara. Kamu ingin lulus kuliah, bukan menjadi momok. (sumber: atm.thecomicseries.com)

Kamu mengerjakan tugas dan mengumpulkannya sesuai batas waktu yang seharusnya. Tidak usah bertanya pada saat kuliah, bahkan jika beliau menawarkan kesempatan terbuka ke seluruh kelas, tidak juga ketika teman lain melakukan persentasi.

Berpakaian rapi dan memakai sepatu. Jika gondrong, ikat rambut kebelakang atau gunakan topi yang wajar karena kamu akan belajar. Sehingga jika dosen tersebut begitu perhatiannya pada hal semacam ini, kamu sudah sempurna tidak perlu dikoreksi. Berpakaian rapi juga menunjukkan betapa kamu mempersiapkan diri untuk kelas beliau. Dan itu adalah kesan yang tidak bisa dikritik seorang dosen yang serius mengajar.

Jangan topi seperti ini. (sumber: pinterest.com)

Jadi kamu ada, namun meminimalisir keterlibatan di dalam kelas. Kamu tidak melanggar dengan tidak melakukan apa-apa. Kamu akan tenang dan tidak memancing keributan, dan itu bagus. Tapi pastikan kamu masih sadar dengan keadaan kelas, jangan melintasi dunia mimpi saat sang dosen menjelaskan berbagai macam teori.

 

5. Hanya Jika Kamu Benar

Dosen adalah manusia yang bekerja untuk mendidik mahasiswa. Jadi, dia adalah manusia juga. Beliau bisa saja berbuat salah. Di situ kamu bisa menemukan celah untuk menunjukkan kepada beliau bahwa mahasiswa juga punya otak—sama seperti beliau—yang digunakan untuk berpikir.

Jika kamu mendapatkan kesempatan untuk saling bertukar argumen dengan beliau, lakukan dengan sopan tapi jangan biarkan beliau menjatuhkan kamu dengan arogansinya sebagai orang yang lebih tua dan profesinya sebagai dosen. Jika kamu benar, jelaskan mengapa kamu benar dengan nada yang tidak membutuhkan tarikan urat leher yang intens.

Tidak perlu dalam situasi perdebatan juga. Selama ada kesempatan untuk menjawab pertanyaan beliau, lakukanlah dengan baik dan terpelajar. Kamu sampai di bangku kuliah bukan tanpa alasan.

Itu otak yang terbuat dari tangan. (sumber: afirmin.com)

Itu lima tips yang bisa saya berikan kepada kamu di hari yang indah ini.

Sebenarnya bisa jadi enam, jika saya memasukkan satu tips lagi yaitu, Lari dari Takdir yang adalah tidak usah mengambil kuliah beliau. Tapi ini tips yang sedikit menyesatkan; mudah di awal dan repot di akhir. Jadi, baiknya ia dihilangkan saja dari daftar.

Percayalah, menghadapi dosen killer hanya bagian yang paling kecil. Kamu akan melaluinya dan menjadi sarjana.

Skripsi dulu kali yah?! (sumber: pictures.dealer.com)

Skripsi dulu kali yah?! (sumber: pictures.dealer.com)

Iya, sarjana… Setelah menyelesaikan skripsi dan menghadapi dosen pembimbing dan pengurusan berkas ujian. Itu yang harus kamu khawatirkan, sebenarnya. Huahahahaha! []


Baca tulisan lainnya dari Novidia

Lima Warung Bakso Paling Syahdu

Ajakan Pindah Planet bagi Siapa Saja

Sembilan Kekuatan Super yang Kamu Kira Bukan

Please Welcome, Miss Kotabaru!

Tujuh Alasan Mengapa Kamu Setuju Bahwa Televisi Lebih Baik Tidak Menyala

Lakukan Sendiri atau Berbagi Bersama Teman Sepermainan

Menyelami Magi Haruki Murakami

Kita dan Kota Perlu Berteman dengan Lebih Banyak Taman