Ilustrasi: EMEFSI (@mfc.mks)

Setelah trotoar yang tidak ada di setiap sisi jalan dan mini market yang mulai dibangun bersebelahan dengan alasan tidak jelas, perhatian saya terhadap Kota Makassar disedot oleh event kuliner yang digelar Emefsi. Saya, sejak pertemuan pertama kami di Gedung Mulo dua tahun lalu, lewat-lewat acara-acara yang mereka gelar, menaruh perasaan yang tidak wajar terhadap event organizer ini.

Jika kamu pernah mendengar ada pria menikahi Pizza dan perempuan menikahi pohon, saya barangkali bisa jadi perempuan pertama yang menikah dengan event organizer—apabila, tentu saja, Emefsi berkenan.

Cinta adalah konsep yang besar dan lebar, seperti bentangan laut yang terlihat jika kalian terapung di tengah-tengah Samudera Pasifik. Tidak ada tepinya; susah diberi definisi paten. Tapi, konsep yang maha luas ini, terjadi melalui hal-hal sederhana. Misalnya: perhatian akan kebiasaan buruk orang yang kalian cintai, atau mengingatkannya pada detail-detail yang sering dia lewatkan. Dalam kasus saya: menanti-nanti event kuliner setiap tahun.

Saya tahu jatuh hati kepada event organizer terdengar seabsurd pernikahan antara seorang pria dan seloyang Pizza. Dan di bawah ini alasan saya untuk mengurangi level ketidakmasukakalan tersebut. Berhubung yang akan digelar dalam waktu dekat adalah Makassar Food Carnival, maka poin-poin dalam daftar saya, tentu saja berasal dari sana.

Saya menyusun daftar alasan karena saya tidak percaya bahwa cinta tidak butuh alasan. Dan, demi apa pun makanan kesukaan kalian, saya meyakini alasan-alasan saya berikut ini.

Alasan 1: Dekorasi

Walaupun tidak percaya ‘cinta tidak butuh alasan’, saya percaya ‘cinta turun dari mata ke hati’. Kita harus bisa menikmati apa yang kita lihat dahulu agar ketertarikan bisa berkembang ke mana-mana. Dan, kalian tahu, warna adalah bagian paling penting untuk membuat pemandangan terasa hidup. Itulah kenapa saya senang sekali dengan dekorasi Makassar Food Carnival yang saya lihat di Gedung Mulo, dua tahun lalu. Semarak dan sangat rapi.

Selain karena dekorasi penuh warna yang benar-benar instagramable (salah satu teman saya bilang: “cucokki dekorasinya buat background selfie”), pengaturan tenant juga sangat rapi. Hal tersebut memudahkan pengunjung untuk berkeliling tanpa melewatkan satupun tenant. Dan, percayalah, dekorasi Makassar Food Carnival kali ini lebih seru—dengan kenyamanan yang tidak berkurang. Di Kenari Fairground kali ini, Makassar Food Carnival akan mengadopsi penataan pasar tradisional.

Ke pasar tradisional tanpa kebecekan dan warna-warni ceria? You should always say yes, Guys.

Alasan 2: Selera Musik

Bayangkan pergi berkencan dengan seseorang yang mengingat kencan itu dengan lagu Cinta Satu Malam milik Cita Citata, sedangkan kamu sendiri merekam ingatan kencan yang sama dengan Kiss Me dari Six Pence None the Richer. Bagaimana mungkin keromantisan satu kencan yang terangkum di “oh, kiss me… beneath the milky twilight”  yang bersanding dengan “walau satu malam akan slalu kukenang slama-lamanya” bisa membuat hubungan sepasang kekasih langgeng?

Karena itu, selera musik adalah satu hal penting dalam menemukan kecocokan dengan tambatan hati. Tahun ini, Makassar Food Carnival dimeriahkan oleh Tabasco dan Rizcky de Keizer. Dari pilihan ini, saya tahu kami bisa menjadi pasangan yang cocok. Saya dan Emefsi. Kami juga mungkin bisa saling bertukar playlist dan bisa jadi akan menyusun playlist berkencan bersama-sama tanpa berdebat panjang.

Selain itu, setiap malamnya, Makassar Food Carnival akan ditutup dengan penampilan DJ, Project X, Dusky Dope, dan Tronics. Malam pertengahan Desember dan musik, jelas sekali, Emefsi tahu caranya bersenang-senang.

Foodgasm and eargasm all together. This weekend will be lit. For sure.

Alasan 3: Hiburan Lain

Selain musik, di Makassar Food Carnival, akan ada Cooking Demo dari tiga chef berpengalaman. Mereka datang bergantian pada hari berbeda untuk menampilkan skill masak mereka—dan kalian bisa langsung bertanya jika penasaran. Jadilah seperti salah satu teman saya; dia suka makanan dan juga suka masak. Jangan sampai tidak berimbang. Nanti kamu tahunya cuma makan di luar atau order delivery. Giliran masak sendiri, paling canggih: mi instan pakai telur atau panaskan sarden kalengan.

Selain Cooking Demo, ada pula Coffee Class. Buat kalian yang percaya life begins after coffee, bisa mencoba menikmati kopi tidak hanya dalam cangkir, melainkan juga dalam kelas yang khusus diadakan untuk merayakan hadirnya kopi di dunia. Juga ada Food Photography—karena, kalian tahu, ada dua jenis foto makanan di dunia ini: yang bisa bikin ngiler dan yang tidak mampu menggetarkan selera. Di sini, kita akan fokus membahas yang pertama. Karena, well, apa gunanya membuat foto makanan dengan kategori kedua? Dan, guys, ada Eating Competition and more fun games!

Kuliner adalah bidang yang memiliki banyak menu. Di MFC kita akan berkenalan dengan menu itu satu per satu.

Alasan 4: Kurasi Tenant

Untuk bocah yang sering kebingungan membedakan Sari Laut Mas Rizki dan Sari Laut Mas Rejeki, karena sepertinya rasanya sama saja asal sama-sama Sari Laut, saya butuh orang-orang baik hati yang mencicipi seluruh Sari Laut di Makassar untuk memberikan rekomendasi terbaik. Supaya saya tahu ke mana harus menuju kalau mau makan ikan Baronang goreng terbaik sejagad Sari Laut Makassar. Dan Makassar Food Carnival dipersiapkan memang untuk menjadi ‘etalase’ produk-produk terbaik dari brand yang menjual produk dengan bahan utama yang sejenis.

Tidak akan ada dua jenis burger di Makassar Food Carnival, karena para kurator sudah bekerja jauh hari sebelum event ini digelar, mencicipi rasa dari produk-produk yang mendaftarkan diri dan memilih yang terbaik. Ini berarti tiga hal. Bagi pengunjung: jaminan bahwa kita hanya akan menikmati rasa terbaik dari lebih 40 tenant yang ada. Bagi sang Creativepreneur: kelayakan bisa menjadi andalan dari produk-produk sejenis. Dan bagi saya: kurator event kuliner sepertinya adalah pekerjaan yang bagus untuk dijalani—saya harus memikirkan untuk banting setir ke arah sana.

Bukankah hasil akhir kurasi event ini akan membebaskan kita dari belenggu ‘mau makan burger yang itu atau yang ini di’? Mauka’ makan burger, tapi bingung yang mana’, Saudara-saudara Sekalian? Tidak lucu saja kalau kegalauan ‘mau makan di mana?’ sudah terselesaikan dengan hadir di Makassar Food Carnival, sampai di sana harus galau lagi mau makan apa karena pengulangan jenis produk dari brand yang sama.

Makassar Food Carnival is here to save us from such things.

Alasan 5: Belanja Tanpa Cash

Sama seperti hal lainnya yang telah tersentuh teknologi, uang pun bisa diefisiensikan menjadi e-money. Telkomsel, dengan T-Cashnya yang punya diskon di mana-mana itu, membantu kita untuk menikmati event ini tanpa khawatir bisa menjadi korban kejahatan atau mengalami uang tercecer. Kita akan menggunakan T-Cash sebagai alat pembayaran, yang artinya, kita cuma bawa stiker official T-Cash ke mana-mana untuk membayar apa yang kita beli. Stiker yang bersaldo tentu saja, kalau tidak ada saldonya, isi saja di pintu masuk. Jangan pulang, karena kalian tidak harus sesedih itu.

Kita tetap bisa menggunakan uang cash. Tapi kenapa mau memilih ribet ketika sebuah kemudahan tersedia dan disarankan? Prosesnya mudah sekali. Kalian bisa registrasi di tempat, atau ke Grapari Telkomsel sebelum hari Jumat nanti. Dan setelah acara, T-Cashnya masih bisa dipakai seterusnya, tidak hanya berlaku pas Makassar Food Carnival saja. Sudah lihat belum daftar diskon yang bisa didapatkan kalau belanja pakai T-Cash? Kalau sudah lihat, kalian pasti sudah punya T-Cash sekarang.

Ini sekalian latihan kalau mau beli bawang nanti di pasar-pasar masa depan.

Alasan 6: Rangkaian Workshop

Emefsi benar-benar menunjukkan passion-nya akan kuliner, dan keinginannya untuk melihat kemajuan usaha kreatif di kota ini. Keduanya berjalan bersamaan. Emefsi menemukan beberapa hal sedih mengenai usaha kreatif kuliner di Makassar. Dan, melihat ada sesuatu yang kurang menyenangkan, Emefsi mengkritisi dengan cara yang paling tidak bertele-tele: menghadirkan solusi lewat serangkaian workshop.

Beginilah kita sebagai customer bisa merasa tenang, ketika tahu para creativepreneur dari jajanan andalan kita tahu caranya bertahan. Kita harus memilih produk yang tidak hanya mampu memenuhi selera lidah dan mengisi perut, tapi juga produk yang dikelola dengan dedikasi dan konsistensi, agar kita tahu bahwa produk andalan kita mampu bergerak seiring perkembangan zaman, dengan rasa familiar yang sama di lidah. Karena tanpa kekuatan brand bergerak di pasar, sebagai pelanggan, kita akan kehilangan menu andalan.

Bukan hanya creativeprenuer yang bisa ikut workshop ini, pengunjung kelaparan seperti kita bisa juga datang untuk makan sambil mengikuti workshop ini. Entahlah, mungkin bisa dapat inspirasi atau sekadar menambah ilmu.

Alasan 7: Masuk Gratis

Iya, bawa saja uang parkir kalau cuma berniat untuk mengendus aroma makanan.

*

Catat, atau ingat-ingat saja sekiranya ingatan kamu tajam. Weekend ini, 9 – 11 Desember 2016, di Hotel Kenari Tower Parking Lot, di Jalan Yosep Latumahina/Jalan Maipa. Dari pukul 10 pagi sampai pukul 11 malam. Datanglah untuk menikmati Makassar Food Carnival dengan berbagai rangkaian kegiatan kuliner yang tidak melulu membahas makanan.

Semoga sekarang alasan saya mau menikahi Event Organizer gara-gara Makassar Food Carnival tidak begitu absurd lagi kedengarannya. Jika kalian berpikiran yang sama, saya tidak keberatan kita mengadakan pernikahan massal. Semua bisa dibicarakan asal perut sudah kenyang.

Sampai bertemu di sana!