Foto: Rimauman Music (@RimAumanMusic)

Setahun lebih sejak band heavy rock asal Palembang, ((AUMAN)), memutuskan untuk membubarkan diri – sejak dibentuk pada tahun 2010 – dan empat tahun terlewati sejak mereka merilis album Suar Marabahaya. ((AUMAN)) dan album tersebut adalah salah satu faktor penentu yang kemudian membuat para antusias musik nasional menoleh ke kancah musik lokal di Sumatera Selatan, khususnya Palembang karena berhasil menuai beberapa penghormatan bergengsi seperti dari majalah Tempo, Indonesia Cutting Edge Music Awards dan majalah Rolling Stone Indonesia.

Album Suar Marabahaya dalam bentuk cakram padat (CD) yang dikemas digipack juga menjadi salah satu koleksi saya untuk rilisan fisik. Lucunya, hal pertama yang membuat saya ingin membeli album ini justru bukan karena musiknya, melainkan artwork-nya yang sangat memukau mata. Artwork untuk Suar Marabahaya yang dikerjakan Aulia Effendy dan Erwin Wijaya ini menurut saya sungguh-sungguh mengambarkan pesan yang ingin disampaikan judul albumnya. Belakangan setelah menyimak video musik ((AUMAN)) untuk lagu Year of the Tiger (akhirnya saya juga mengerti tahun berdirinya ((AUMAN)) merupakan Tahun Harimau) di Youtube, saya mulai tertarik untuk mendengarkan lagu mereka track by track. Mulai dari Viva Rimau! Rimau!, (We Are) The Sons of the Sun, Sangkakala Apokalips, hingga Macho, lagu yang dinyanyikan oleh Vetty Vera, penyanyi dangdut Indonesia, di-cover Auman dengan sangat heavy. Pemilihan lagu Macho juga menurut saya cukup jenaka karena ((AUMAN)) mau memilih lagu ini untuk band sekelas mereka yang serius dalam bermusik. Fakta terbaru saya ketahui, Suar Marabahaya dalam format CD ternyata tak dicetak ulang menurut rilis pers yang dikirim oleh Rimauman Music. Sehingga Suar Marabahaya menjadi salah satu album rekaman yang dijual dengan harga mahal oleh para spekulan rilisan.

Album Suar Marabahaya dalam format CD yang dikemas secara digipack. (Foto: Koleksi Pribadi Achmad Nirwan)

Album Suar Marabahaya dalam format CD yang dikemas secara digipack. (Foto: Koleksi Pribadi Achmad Nirwan)

Hingga akhirnya Rimauman Music sebagai pemegang hak terbit dari album tersebut mendapat opsi ajakan kerjasama dari Disaster Records untuk merilis ulang album tersebut dalam format piringan hitam atau vinyl. Disaster Records sendiri merupakan sebuah label rekaman divisi dari Maternal Disaster, yang pada tahun 2013 sempat merilis Suar Marabahaya dalam format kaset pita. Sebuah pilihan kerjasama yang sesuai karena Maternal Disaster dan Disaster Records yang dinaunginya adalah bagian integral dari ((AUMAN)) sebagai salah satu unit usaha kreatif yang sejak awal memberikan dukungannya untuk band tersebut.

Re-issue Suar Marabahaya dalam piringan hitam format 12 inch yang resmi dirilis pada 25 September 2016 di Maternal Disaster ini juga merupakan bentuk usaha pendokumentasian album tersebut dalam format audio analog yang terbaik. Selain mengisi kekosongan stok CD-nya yang tak dirilis lagi, juga memperkaya khasanah rilisan lokal dalam format vinyl yang bisa menjadi opsi untuk koleksi dari para kolektor dan antusias musik Nusantara. Diproduksi di sebuah vinyl pressing plant di London, Inggris, reissue album Suar Marabahaya dicetak sebanyak 300 keping dan tersedia dalam dua pilihan warna yaitu black vinyl dan purple splatter vinyl. Yang mana beberapa bagian dari hasil penjualannya akan didonasikan untuk organisasi konservasi lingkungan hidup dan sekolah untuk suku pedalaman. 

Jujur saja, sampai saat ini saya belum mendengarkan Suar Marabahaya diputar melalui vinyl player. Tapi satu hal unik yang saya justru temukan adalah track list yang dirilis untuk versi vinyl. Ternyata lagu Macho di-cover cukup jenaka itu  tidak dimasukkan ke dalam track list. Sebuah momen yang cukup disayangkan untuk rilisan bersejarah ini. Hal ini bisa disebabkan karena durasi rata-rata 15 menit hanya cukup dalam satu side LP piringan hitam sehingga belum memungkinkan lagu tersebut untuk dimuat. Walau sedikit kecewa dengan keputusan ((AUMAN)) untuk lagu Macho di versi vinyl ini, saya semakin percaya Suar Marabahaya masih menyalakan ‘marabahaya’ dari ((AUMAN)) untuk para pendengar musik di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Viva ((AUMAN)) !

Silakan mendengarkan Sangkakala Apokalips dari album Suar Marabahaya di SoundCloud berikut.

Simak video promosional untuk vinyl Suar Marabahaya di sini.

============================================

 suar-marabahaya-front-coversuar-marabahaya-back-coversuar-marabahaya-black-sleeve

suar-marabahaya-puple-sleeve

suar-marabahaya-black

suar-marabahaya-puple
Artist: ((AUMAN))
Album Title: Suar Marabahaya
Format: 12’ vinyl
Weight: 140 gram
Cutting Speed: 33 RPM
Label: Disaster Records/Rimauman Music
Country: Indonesia
Release date: 25 September 2016
Genre: Heavy Rock

Side A | Total Time: 14:18
1. Year Of The Tiger
2. Unholy Terror
3. W.K.G.G
4. Viva Rimau ! Rimau !
5. City Of Ghost

Side B | Total Time: 15:36
1. Suar Marabahaya
2. Subsonic Teenage Dream Machine
3. Broken Hard Rock
4. (We Are) The Sons Of The Sun
5. Sangkakala Apokalips

============================================

Catatan

–     Harga jual Black Vinyl (Rp. 340.000), sedangkan Purple Splatter Vinyl (Rp. 350.000)
–     Untuk pemesanan silakan tengok disasterposse.com

Info lebih lanjut, hubungi Rimauman Music di Bandcamp: rimaumanmusic.bandcamp.com dan Twitter: twitter.com/RimaumanMusic