Teks Oleh: Wahyudin Opu ( @whyopu )

Ford Rotterdam tumpah ruah oleh manusia pada Sabtu (28/3) malam. Festival Anti-Korupsi penyebabnya. Festival ini diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Korupsi Sulawesi Selatan (MARS). Hadir tokoh-tokoh yang selama ini getol menyuarakan pemberantasan korupsi seperti Qassim Mattar, Alwy Rachman, Dadang Trisasongko, juga Ketua KPK non aktif, Abraham Samad.
Mereka semua memberikan orasi, menyebarkan semangat anti-korupsi kepada peserta festival yang didominasi oleh anak muda.

Kampanye Anti-Korupsi juga dilakukan oleh para pekerja seni. Teater, pembacaan puisi, pembacaan dongeng untuk anak-anak, juga pertunjukan musik disuguhkan untuh lebih mudah memahami bagaimana caranya membasmi korupsi sejak dini. Penampil yang paling mengundang riuh tentu saja grup rock Simponi dan Robi, vokalis band Navicula, yang tampil dalam set akustik.

PANJANG UMUR PERLAWANAN!


03

Berbagai ilustrasi anti-korupsi dari para penggiat seni ditampilkan di Festival Anti-Korupsi. Banyak ilustrasi yang sarat menggambarkan bagaimana korupsi dipraktikkan oleh para pelakunya.


05

Pembubuhan cap tangan oleh audiens yang setuju untuk membasmi korupsi yang sudah ‘mendarah daging’ di dalam tubuh negara ini.

04

Karena kita semua korban korupsi, sudah saatnya kita sadar akan bahayanya dan optimis untuk mencegah hal tersebut terjadi.

 

06

Kaum perempuan bisa menjadi pelaku atau korban korupsi di masa sekarang. Sudah saatnya perempuan anti-korupsi!

02

Suasana audiens Festival Anti-Korupsi yang ramai menjelang sore hari . Antusiasme ini berlipat ganda karena bisa melihat orasi para tokoh-tokoh anti-korupsi. Salah satunya Abraham Samad, ketua non-aktif KPK.

01

Festival yang luar biasa ini diharapkan tetap ada dan tidak hanya sekelebat lalu menghilang semangatnya. Korupsi bergentayangan dimana-mana dan masyarakat harus senantiasa diingatkan. Panjang umur perlawanan!


 

Baca artikel lainnya yang terkait dengan tulisan ini

Hanya Ada Satu Kata untuk Korupsi: Lawan!

Bikin Film tentang Anti-Korupsi, Kenapa Tidak?

Maju Kena, Mundur Kena

Anak Muda, Komunis dan Distorsi Bahasa Politik

Rona Merah Diganyang Kekuasaan