Katakerja kembali menggelar kegiatan menyimak pada Rabu, 28 April 2015. menyimak kali ini telah sampai di episode ke-13. menyimak sendiri adalah kegiatan rutin dari Perpustakaan Katakerja yang dilaksanakan setiap bulan, dengan tema khusus. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai komunitas untuk memperkenalkan diri mereka. menyimak juga menghadirkan pemusik-pemusik lokal untuk menghibur sekaligus memperkenalkan music mereka.

Di menyimak #13,dengan tema ‘Ruang Baca’, giliran Academos, Rumah baca Philosophia, dan Titik Bias yang hadir untuk memperkenalkan diri mereka.

 

1. Academos

Academos adalah nama perpustakaan yang dirintis oleh teman-teman dari STIMIK DIPANEGARA. Nama Academos sendiri adalah nama angkatan dari teman-teman yang memulai membuat perpustakaan tersebut.  “Awalnya, semua berangkat dari keresahan teman-teman untuk memiliki ruang baca yang bebas bersenang-senang dan meminjam buku gratis” Kata Rocky, salah satu perintis Perpustakaan Academos tentang awal mula berdirinya perpustakaan tersebut.

 

Teman-teman dari Academos ikut membawakan lagu di Acara Menyimak #13

Teman-teman dari Academos ikut membawakan lagu di Acara Menyimak #13

Academos pada awal berdirinya berlokasi di sekitar Daya. Namun, karena kondisi sekitar yang tidak memungkinkan dan akses yang cukup susah, maka dipindahkanlah ke dalam kampus STIMIK DIPANEGARA.

 

2. Rumah Baca Philosophia

Memasuki usianya yang ke-7 tahun, Rumah Baca Philosophia tetap survive sebagai salah satu wadah  untuk menampung maupun menambah minat baca masyarakat kota Makassar.  “Selain untuk menjaga minat baca, kita juga telah mencoba mengamalkan ilmu yang bermanfaat dan sarana kebaikan untuk generasi selanjutnya” Tutur Kak Illang dalam presentasinya mewakili Rumah Baca Philosopia.

Kak Illang, mewakili Rumah Baca Philosophia.

Kak Illang, mewakili Rumah Baca Philosophia.

Beralamat di Jalan Toddoppuli 11, berada di pemukiman yang padat penduduk, tentu saja membuat Rumah Baca Philosophia menemui banyak kendala. “Jangankan kegiatan-kegiatan, parkir saja sudah kesulitan” Lanjut Kak Illang. Semoga akan tumbuh lebih banyak lagi ruang baca di kota ini, mengimbangi bangunan-bangunan lain yang terus tumbuh. “Harapan kami, semoga kita tetap mampu bertahan sebagai bagian kelanjutan generasi yang lebih cerdas,” Tutup Kak Illang.

3. Titik Bias

Titik Bias bukan merupakan rumah baca, tetapi trio yang mengusung musik folk ini menjadi pengisi musik di acara Menyimak  edisi 13. Beranggotakan Nisa (Vokal), Amin (Xylophone), dan Rijal (Vokal/gitar), mereka membawakan lima lagu. Empat di antaranya hasil karya mereka sendiri. Di antaranya, “Sajak Harapan” yang begitu syahdu dibawakan dengan vocal khas Nisa malam itu. Lagu terakhir sekaligus penutup Menyimak edisi 13, Titik Bias menyanyikan lagu milik Slank “Terbunuh Sepi” yang di-cover dengan aransemen music bergaya Titik Bias dan mendapat aplaus panjang dari para ‘penyimak’ Malam itu. Oh iya, Titik Bias akan menelurkan album perdana mereka akhir tahun ini!

Titik Bias, membuat suasana Menyimak #13 lebih berwarna dengan alunan musik Folk mereka.

Titik Bias, membuat suasana Menyimak #13 lebih berwarna dengan alunan musik Folk mereka.

Mawar yang didaulat menjadi MC pada acara Menyimak edisi 13, sekaligus mewakili teman-teman dari Katakerja, tidak lupa menyampaikan terima kasih dan rasa senang berbagi dengan teman-teman se-ide seperti Academos dan Rumah Baca Philosophia. Sambil berharap semoga ada pertukaran atau saling mengunjungi kegiatan masing-masing dan ruang baca yang ada di Kota Makassar terus tumbuh dan bertambah. Amin. Sampai jumpa di Menyimak edisi 14! []


 

Tulisan lainnya terkait dengan menyimak 

Lima ‘Bioskop’ Alternatif di Makassar

Sekuntum “Memar” yang Selalu Mekar

Ketika Biola, Graffiti, Musik dan Komunitas Berpadu

Jangan Buang, Daur Ulang!

Menulis Aksara, Mengenal Budaya