Foto: M. Ifan Adhitya ( @ifandfun )

Awal bulan biasanya menjadi awal dari kabar yang baik. Salah satu kabar tersebut datang dari scene musik metal kota Makassar. Dead of Destiny kembali membawa kabar segar seputar album The Black yang siap dirilis tahun depan. Setelah merilis video dokumenter di balik pembuatan album terbarunya di bulan Juni yang lalu, unit metalcore yang terdiri dari Rico ( vokal ), Endi ( gitar), Fadly ( gitar ), Didi ( bass ) dan Radit ( drum) ini akhirnya merilis single terbaru mereka yang berjudul Wrath Of The Underworld pada hari ini, 6 Desember 2015. Wrath Of The Underworld merupakan sebuah bentuk konsistensi Dead of Destiny di jalur musik metal sekaligus mencoba untuk menjadi band yang produktif di jalur musik cadas ini. Salah satu lagu yang menjadi bentuk perkenalan materi terbaru dari Dead of Destiny dalam album The Black.

Endi (gitar) menyempatkan untuk mengobrol dengan saya tentang seputar tema single terbaru ini. Lagu yang dibuat oleh Radit (drum) ini berbicara tentang kekejaman Perang Dunia II. Lagu ini juga bercerita tentang pemaksaan ideologi terhadap pengendapan norma-norma hak asasi manusia di dunia yang menjadi dampak korban. Perang ideologi, fasisme, sosialisme, dan liberalisme demokratik sangat berkecamuk ketika itu. “Meski perang telah lama usai, namun watak  serta tindak kekerasan terhadap manusia terus terjadi hingga sekarang,” ujarnya mantap.

Jika diamati dari liriknya, Wrath of The Underworld memang serupa dengan apa yang diucapkan oleh Endi. North come stronger then south/ West was broken even it east menjadi interpretasi yang gamblang bagaimana perang manusia dari berbagai belah pihak bakal terus berlangsung jika masih ada penguasa megalomaniak di muka bumi ini. Serupa kiamat kecil yang tinggal menghitung mundur waktu kegelapan di era perang antar manusia bahkan menuju kehancuran. Lirik Battle of alliance between atlantic and wars malah membuat saya berandai-andai lagu ini bisa menjadi soundtrack penting dari film Star Wars yang terbaru.

Saya pun tidak menyangka Wrath of The Underworld dilepas menjadi rilisan single pertama dari album The Black yang memuat sembilan lagu berbahaya ini. Single yang memacu riff-riff gitar metal dari awal sampai akhir ini seperti membuat saya mendengar permainan mereka semakin dewasa dalam menggali referensi bermain musik metal. Wrath… tentunya bakal menjadi ‘cambuk’ penyemangat baru untuk Dead of Destiny setelah cukup lama ingin merilis karya terbarunya. Sebelum itu, saya pernah menyimak Dead of Destiny malah lebih seringkali membawakan lagu-lagu dari album The Black lainnya seperti The Black , Di Belakang Garis Musuh, Messiah dan Prayer di beberapa panggung musik penampilan mereka belakangan ini.

Melihat seluruh proses interpretasi ‘kegelapan’ yang dilakukan Dead of Destiny ini digarap dengan serius dan teliti dari segi teknis maupun non-teknis, saya semakin tidak sabar untuk mendengar album The Black secara utuh dan tentunya bisa dinikmati semua penikmat musik di kancah nasional.  Sekali lagi, saya menaruh harapan untuk unit metalcore berbahaya dari Makassar  ini mampu berbicara banyak tentang ‘kegelapan’ yang mereka suguhkan agar nama mereka semakin berkibar di kancah musisi metal nasional hingga internasional.

Wrath of The Underworld sudah dapat didengarkan melalui akun media sosial resmi Dead of Destiny yaitu di Soundcloud serta laman Youtube dan Reverbnation.

dead of destiny_socmed_revius
Wrath of the Underworld

Through the darkness incoming out of my pride
Get some power to take our nation
Better called it balance of power
Battle of alliance between atlantic and wars

North come stronger then south
West was broken even it east
North come stonger then south
West was broken even it east

Wrath of the underworld
East come stronger west come lose
Wrath of the underworld
Down of the era human right

North come stronger then south
West was broken even it east
North come stonger then south
West was broken even it east

Wrath of the underworld
East come stronger west come lose
Wrath of the underworld
Down of the era human right

West was broken even it east


Baca artikel Music Review lainnya

Terhanyut Suasana Hati

Mencari Makna Semantik Bulan lewat Nada

Berjuang Membangun Halusinasi Menjadi Nyata

Insting yang Lebih Lambat di Perangkat

Rilisan Album Musisi Makassar di Tahun 2014

Sebuah Alkisah yang Membanggakan

This is Not Weird, This is Neurotic!

Perjalanan Bertahan Hidup Paniki Hate Light

Tentang Lagu-Lagu Lugu Bebas Unduh

Kesepakatan Guruh Gipsy dalam Kepekatan

Delapan Titik Akhir Foo Fighters