Global Trade Centre atau yang lebih sering disingkat GTC merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang terletak di daerah pesisir Tanjung Bunga ini yang mempunyai rooftop atau atap bumbung dengan pemandangan yang indah kala mentari terbenam. Seperti yang sering diketahui para penikmat acara musik di Makassar, Rooftop GTC seringkali diadakan gelaran musik dan sebagainya. Seiring berjalannya waktu dengan sepinya pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut, Rooftop GTC mulai jarang dijadikan tempat gelaran konser dan sejenisnya.

Melihat kondisi rooftop GTC yang terabaikan, ada peluang untuk menghidupkan kembali dengan panggung musik yang festive. Pihak penyelenggara Honda yang telah sukses menggelar launching album Sehari Denganmu dari Ska With Klasik pada 4 April 2015 yang merupakan rangkaian Honda Rock In Race pertama, berniat membuat edisi ke-dua dari Honda Rock In Race di lokasi tersebut.

Tidak perlu waktu lama, sebuah gelaran festival musik bernama Rooftop On Fire pun disebar kabarnya. Dengan menggaet SMAN 5 Makassar untuk melangsungkan acara, Rooftop On Fire memiliki konsep penampilan musisi yang komplit secara lintas genre mulai dari pop minimalis, reggae, electronic dance music (EDM), hardcore punk hingga death metal siap “membakar” panggung Rooftop on Fire pada hari Jum’at (12/6), dari sore hingga larut malam.

Untuk sebuah gelaran festival, Rooftop on Fire terbilang cukup mampu menjalankan aturan waktu sesuai jadwalnya. Band-band yang tampil pun dimulai pada sore hari, yang biasanya untuk gelaran seperti ini diberi kelonggaran setelah waktu Maghrib. Gelaran pada sore hari dibuka dengan penampilan The Vondallz, band yang baru saja meluncurkan album pertamanya bertajuk Gradasi Warna di Immortal Shop pada Sabtu (6/6) lalu. Penampilan band pop minimalis ini menghibur suasana teduh di atas rooftop menjelang matahari terbenam.

The Vondallz menyejukkan suasana terlebih dahulu dengan musik pop yang mereka usung di Rooftop On Fire.

The Vondallz menyejukkan suasana terlebih dahulu dengan musik pop yang mereka usung di Rooftop On Fire. (Foto: M. Ifan Adhitya )

Setelah The Vondallz, saya semakin menikmati untuk menyimak matahari yang terbenam dari atas rooftop GTC dengan penampilan Mejiku Rasta dengan lagu “Lupa Daratan” miliknya. Senang rasanya bisa menikmati sunset, pemandangan pantai dari kejauhan bertaut dengan bebunyian musik reggae yang mengalun sore dengan senja yang jingga itu. Seems like you ought to know, Heaven is a place on Earth !

Mekuji Rasta di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Mekuji Rasta di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Giliran para penikmat EDM dihibur oleh DJ Dede Loxlorr membuat mood kembali naik sehabis jeda panggung di waktu Maghrib. DJ Dede bisa jadi termasuk DJ-DJ yang belakangan ini menjamur subur berkreasi dalam scene musik Makassar. Pemicunya mungkin saja EDM juga sedang diminati para kawula muda kota ini, terutama ketika para DJ tampil menjadi headliner di beberapa event color run tahun lalu yang ramai digelar.   DJ Dede membuat beberapa penonton berangsek mendekat ke pit panggung, namun sepertinya mereka bukan menonton penampilan tersebut, tetapi menunggu penampilan berikutnya yang juga merupakan headliner gelaran ini.

DJ Dede Loxlorr di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

DJ Dede Loxlorr di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

The GameOver, kuartet punk rock asal Makassar yang punya banyak hits dari album Bubar ini menjadi penampil berikutnya yang saya maksud. The GameOver menciptakan moshpit semakin  liar malam itu. Sempat mengorasikan tentang legalisasi ganja yang juga lagi marak diperbincangkan akhir-akhir ini oleh para anak muda di Indonesia, The GameOver membawakan juga lagu “Parade Konvoi Suporter PSM” dan sedikit menyindir para petinggi PSSI yang sedang terkena sanksi.

The GameOver di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

The GameOver di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Moshpit semakin memanas malam itu ketika Harakiri menaiki panggung Rooftop on Fire. Penonton betul-betul sangat bersemangat alih-alih barikade pun sempat roboh sebagian dan memaksa aparat keamanan bertindak represif untuk membubarkan arena moshpit, tidak tanggung-tanggung tembakan peringatan juga dikeluarkan sebagai respon yang agresif dari aparat malam itu. Hmm, I think the police officers took Rooftop on Fire too literally.

Harakiri di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Harakiri di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Setelah saya konfirmasi ke Arixdian, salah satu pihak manajemen Harakiri mengenai kejadian tersebut, Arixdian mengatakan,” tidak perlu sebenarnya aparat bersikap agresif, cukup cari tahu siapa provokator dalam arena moshpit yang rusuh, terus amankan oknumnya, karena tidak semua penonton itu rusuh bro, paling yah ikut-ikutan, makanya yang provokasi itu yang harus diamankan”.Tapi hal itu tidak menciutkan atmosfir Rooftop on Fire untuk berjalan hingga akhir. Harakiri sukses menyelesaikan aksinya malam itu walau terganggu sedikit insiden tersebut.

Lulhy dari Harakiri di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Lulhy dari Harakiri di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Giliran musik ska yang mengajak kita berpesta malam itu. Tentu saja Ska with Klasik membawakan 4 lagu yang diambil dari album mereka yang diberi Sehari Denganmu juga bulan lalu meluncurkan albumnya sekaligus launchingnya di event Rock in Race edisi pertama. Penampilan kompak Ska With Klasik malam itu cukup membius para rude boys untuk ber-skanking ria menyaksikan mereka tanpa perlu rusuh sedikitpun.

Dede, bassist Ska With Klasik di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Dede, bassist Ska With Klasik di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Setelah menikmati riangnya dengan musik ska, Rooftop On Fire kembali panas dengan penampilan FrontXSide, salah satu band hardcore yang sedang rajin-rajinnya tampil di panggung musik Makassar. FrontXSide membuka panggung malam itu dengan “Intro” yang diambil dari EP mereka.Sayangnya, penampilan mereka sempat berhenti sekitar 30 menit  disebabkan oleh sistem monitor di atas panggung yang tidak kedengaran oleh para personilnya.

Jeda panggung itu pun sempat diisi dengan hadiah quiz  berupa snapback yang dihadiahkan Indhar untuk penonton yang mengetahui apa judul lagu mereka yang bakal hadir di album berikutnya. Setelah persoalan monitor panggung normal kembali, FrontXSid kemudian membawakan lagu-lagu dari album EP mereka seperti “Para Pencari Kerja” dan “Revolusi”. Total ada 6 lagu yang dibawakan FrontXSide bawakan malam itu.

FrontXSide di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

FrontXSide di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Penonton yang mulai meliar dalam moshpit di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Penonton yang mulai meliar dalam moshpit di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Akhirnya penampilan yang saya tunggu-tunggu akhirnya tampil juga. Billfold, band asal Bandung beraliran hardcore punk yang juga baru saja merilis DVD tour mereka, tampil 1 jam lebih dan sukses membuat penonton Rooftop on Fire ikut bernyanyi bareng Gania Alinda, sang vokalis. Lagu-lagu dari album Brave pun digelontorkan tanpa jeda oleh Billfold. Panggung Billfold malam itu juga tampak diramaikan oleh ramainya CheersUp Makassar, yang merupakan fanbase Billfold di kota Daeng.

Gania Alinda, vokalis Billfold yang menjadi 'magnet' di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Gania Alinda, vokalis Billfold yang menjadi ‘magnet’ di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Bibir panggung yang sangat ramai ketika Billfold tampil di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Bibir panggung yang sangat ramai ketika Billfold tampil di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Ras Muhammad, sang reggae ambassador Indonesia pun didaulat untuk menutup Rooftop on Fire dengan beberapa lagu hits seperti “Reggae Musikku”. Penampilan Ras Muhammad dapat dipastikan tanpa cela, karena dia mampu membuat penonton bersemangat untuk berajojing bersama mengikuti alunan irama musik reggae. Asoy~

Ras Muhammad, sang duta reggae Indonesia di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Ras Muhammad, sang duta reggae Indonesia di Rooftop On Fire (Foto: M. Ifan Adhitya)

Melihat line-up yang luar biasa ini, gelaran yang satu ini patut diacungi dua jempol. Bagi yang tidak hadir malam itu, sungguh merugi sekali karena tidak bisa menjadi saksi kembali hidupnya ‘api’ kemeriahan energi musik dari atas Rooftop GTC! []


Baca artikel lainnya dari M. Ifan Adhitya

Belanja dan Musik Hingga Tengah Malam

Gaduh Berkesenian Tanpa Rusuh di Jalan

Belajar Menjadi Kreatif dari Bayi

Memahami untuk Membasmi

Memijak Bumi Gerbang Raja Bersama FrontXSide

Gelegar Pentas Musik Spektakuler di Belantara Kukar

Ayokmi Ngopi!

Momen Panggung Musik Cadas di Indonesia Timur

Merayakan 30 Tahun Perjalanan Musik Jazz di Makassar